Jakarta, riuhmedia.com – Belakangan ini, publik dikejutkan oleh temuan grup Facebook fantasi sedarah yang isinya sungguh menjijikkan. Grup ini terang-terangan menjadi tempat bagi para penyimpang seksual untuk berbagi cerita, fantasi, bahkan foto yang melibatkan keluarga kandung sendiri dalam konteks seksual. Fantasi inses yang selama ini dianggap tabu, justru tumbuh dan tersebar di ruang publik digital.
Lebih mengerikan lagi, ada seorang ayah yang membagikan foto anak balitanya sendiri. Ini bukan hanya penyimpangan moral, tetapi juga bentuk nyata dari kekerasan seksual terhadap anak. Banyak warganet bereaksi keras, menyebut grup ini sebagai “najis digital”, bahkan meminta aparat segera turun tangan.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, langsung bersuara, “Saya minta Bareskrim Polri bertindak. Ini tidak bisa dibiarkan, karena sangat meresahkan dan menyimpang.”
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menegaskan bahwa pihaknya akan memproses jika ada pelanggaran hukum yang terjadi.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) pun turut bergerak. Mereka menghubungi pihak Facebook dan memproses laporan masyarakat. Seperti yang ditegaskan oleh Menteri Kominfo
, “Ini bukan soal kebebasan berekspresi, ini tindakan kriminal.”
Namun persoalannya tidak berhenti di situ. Fakta bahwa grup semacam ini bisa eksis lama dan memiliki ribuan anggota menunjukkan bahwa algoritma media sosial masih memberikan ruang untuk konten menyimpang. Ini adalah alarm keras bahwa ruang digital kita belum aman, terutama bagi anak-anak.
Ke mana negara selama ini? Mengapa baru bertindak setelah publik gaduh?
Ini bukan sekadar soal hukum, tapi soal nilai. Kita bicara soal anak-anak, tentang bagaimana dunia digital bisa menjadi ruang kejahatan jika tak diawasi. Negara harus hadir bukan hanya setelah viral, tetapi sejak konten menyimpang mulai tumbuh.
Sistem pengawasan yang selama ini dijalankan seolah belum mampu mengantisipasi perkembangan cepat di dunia maya. Bahkan, fenomena ini mengingatkan kita bahwa kejahatan seksual tidak hanya terjadi di dunia nyata, tetapi sudah merambah ke ranah virtual yang tanpa batas. Hal ini jelas menjadi tantangan bagi aparat penegak hukum dan regulator digital untuk berinovasi dalam cara pengawasan dan penindakan.
Menunggu kasus ini padam tanpa perbaikan sistem hanya akan menunda lahirnya “grup-grup sesat” berikutnya. Jika negara abai, maka publik akan percaya bahwa ruang digital adalah hutan tanpa hukum.
Sudah saatnya ada regulasi lebih tegas dan kolaborasi aktif antara pemerintah, platform digital, dan masyarakat agar ruang digital menjadi tempat yang aman bagi semua, terutama anak-anak yang rentan menjadi korban. Jangan sampai ruang maya menjadi sarang fantasi mengerikan yang mengancam masa depan generasi kita.
Luwu, riuhmedia.com, 10 Mei 2025 – PT Masmindo Dwi Area (MDA) melakukan audiensi resmi perdana dengan Bupati dan Wakil Bupati Luwu periode 2024–2029, H. Patahudding dan Muh. Dhevy Bijak Pawindu, sejak mereka dilantik pada Februari lalu. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun sinergi antara MDA dan Pemerintah Kabupaten Luwu dalam mendukung komunikasi terbuka dan koordinasi intensif antara perusahaan dan pemerintah daerah.
Audiensi ini menjadi tonggak strategis untuk menyatukan visi antara pemerintah daerah dan MDA dalam mendorong percepatan realisasi Awak Mas Project (AMP). AMP merupakan proyek tambang emas yang dimiliki dan dijalankan oleh MDA bersama dua mitra utamanya, yakni PT Petrosea Tbk dan PT Macmahon Indonesia, serta didukung oleh mitra-mitra lokal.
Proyek ini ditargetkan memulai produksi perdana (First Gold) pada Agustus 2026 dan diharapkan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi baru di Kabupaten Luwu dan Provinsi Sulawesi Selatan melalui percepatan operasional Proyek Awak Mas.
Audiensi yang berlangsung di Kantor Bupati Luwu ini dihadiri oleh jajaran pimpinan MDA, antara lain Direktur Legal & Corporate Services Erlangga Gaffar, Direktur Finance Tammam Jannata, serta jajaran perwakilan manajemen perusahaan. Dari unsur pemerintah daerah, hadir Bupati dan Wakil Bupati Luwu, Kepala Kejaksaan Negeri Luwu, Kapolres Luwu, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Luwu, serta perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam pertemuan tersebut, MDA memaparkan perkembangan terbaru Proyek Awak Mas, termasuk capaian dalam penyelesaian perizinan utama, program-program pemberdayaan masyarakat, pengamanan lahan, serta rencana pembangunan infrastruktur tambang yang akan segera dimulai.
Selain menyampaikan progres, MDA juga menjelaskan sejumlah tantangan yang dihadapi di lapangan, antara lain terkait klaim kepemilikan lahan dan keberadaan makam di dalam area konsesi tambang.
Erlangga Gaffar menyampaikan apresiasi atas sambutan dan dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Luwu. “Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat komunikasi dan membangun kolaborasi yang solid. Kami percaya bahwa melalui keterbukaan, koordinasi yang erat, serta dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, Proyek Awak Mas dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Luwu,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Luwu H. Patahudding menekankan pentingnya kontribusi konkret dari MDA terhadap pembangunan daerah. Ia menyatakan dukungan penuh kepada perusahaan untuk segera memulai tahap operasional, dengan harapan keberadaan Proyek Awak Mas mampu memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat. Bupati juga menegaskan pentingnya komunikasi terbuka dan koordinasi intensif antara perusahaan dan pemerintah daerah sebagai fondasi utama dalam menjamin kelancaran proyek strategis ini.
Audiensi ini menjadi tonggak strategis dalam menyatukan visi antara Pemerintah Kabupaten Luwu dan MDA guna mendorong percepatan realisasi Proyek Awak Mas (Awak Mas Project/AMP). AMP merupakan proyek tambang emas yang dimiliki dan dijalankan oleh MDA bersama dua mitra utamanya, yaitu PT Petrosea Tbk dan PT Macmahon Indonesia, serta didukung oleh mitra-mitra lokal.
Proyek ini ditargetkan untuk memulai produksi perdana (First Gold) pada Agustus 2026 dan diproyeksikan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi baru, tidak hanya bagi Kabupaten Luwu, tetapi juga bagi Provinsi Sulawesi Selatan secara keseluruhan.
Makassar, riuhmedia.com, 8 Mei 2025 – Dalam upaya memperkuat aspek legal dan administrasi pertanahan, PT Masmindo Dwi Area (MDA) menggelar audiensi strategis dengan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sulawesi Selatan. Audiensi ini dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil BPN Sulsel, R. Agus Marhendra, yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Satuan Tugas Percepatan Investasi Provinsi Sulawesi Selatan.
Pertemuan ini menjadi forum penting bagi MDA dalam memaparkan progres dan hambatan yang dihadapi di lapangan, terutama menyangkut dinamika kepemilikan lahan di wilayah operasional mereka. Sejumlah klaim dari pihak eksternal atas lahan yang termasuk dalam wilayah Kontrak Karya (KK) MDA menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, MDA berharap adanya dukungan penuh dari BPN dalam mempercepat proses legalisasi dan penyelesaian administrasi pertanahan sebagai bagian dari langkah strategis menuju fase konstruksi.

R. Agus Marhendra menyatakan komitmen kuat BPN Sulsel untuk mendukung investasi strategis yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa sinergi lintas sektor mutlak diperlukan untuk menjaga kepastian hukum, menjamin pengamanan aset, serta memberikan perlindungan hukum atas wilayah operasional perusahaan tambang nasional seperti MDA. Proyek tambang emas Awak Mas disebutnya sebagai salah satu proyek prioritas yang diyakini mampu menjadi motor penggerak perekonomian di Kabupaten Luwu dan Sulawesi Selatan secara umum.
Direktur Legal & Corporate Services MDA, Erlangga Gaffar, menyambut baik arahan dan dukungan tersebut. Ia menegaskan bahwa kepatuhan terhadap regulasi, transparansi dalam pengelolaan, serta kolaborasi erat dengan pemerintah pusat dan daerah menjadi pilar utama dalam seluruh proses operasional MDA. Pihaknya juga menekankan bahwa aspek keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat lokal tetap menjadi prioritas dalam agenda pengembangan tambang.
Dengan adanya dukungan dari Kanwil BPN Sulsel dan Satuan Tugas Percepatan Investasi, MDA optimistis dapat merealisasikan target produksi perdana emas (First Gold) pada Agustus 2026. Selain mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, proyek ini juga diharapkan mampu menciptakan efek berganda berupa lapangan kerja, peningkatan kapasitas SDM lokal, serta pertumbuhan ekonomi di sektor-sektor pendukung lainnya di Kabupaten Luwu dan sekitarnya.
Makassar, riuhmedia.id – Di tengah semangat berkembangnya industri kuliner lokal, hadir sebuah UMKM yang mulai mencuri perhatian masyarakat Makassar dan sekitarnya: Banana Daeng. Produk unggulan ini berupa keripik pisang renyah yang diolah dari bahan baku lokal, dikemas dengan rasa kekinian dan dipasarkan sebagai oleh-oleh khas Makassar.
Usaha yang digagas oleh Ansar, pemuda kreatif asal Makassar, ini menawarkan lima varian rasa yang menggugah selera, yaitu: Original, Coklat, Green Tea, Tiramisu, dan Balado. Setiap rasa dirancang untuk memenuhi selera konsumen dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa.
Banana Daeng beroperasi di Kota Makassar dan telah bekerja sama dengan sejumlah toko oleh-oleh ternama di kota ini. Dengan kemasan menarik berwarna kuning cerah yang mudah dikenali, produk ini menjadi favorit banyak wisatawan maupun warga lokal yang mencari camilan ringan namun berkualitas.
Menariknya, Banana Daeng juga aktif memanfaatkan platform digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Saat ini, produk tersebut dapat ditemukan di berbagai layanan penjualan online seperti Shopee Food, TikTok Shop, dan Grab Merchandise. Strategi pemasaran digital ini membantu Banana Daeng menjangkau konsumen luar kota bahkan luar pulau.
Menurut Ansar, sejak dirintis, usaha ini telah mampu mencatatkan omset rata-rata sebesar Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan. Meski tergolong UMKM dengan skala kecil-menengah, Banana Daeng terus tumbuh dan menunjukkan potensi besar untuk berkembang.
“Banana Daeng bukan hanya sekadar camilan, tapi juga upaya kami untuk memperkenalkan kekayaan hasil olahan lokal Makassar ke pasar yang lebih luas. Kami ingin produk ini menjadi bagian dari identitas kuliner kota ini,” ungkap Ansar.
Dengan jaminan produk halal, kualitas rasa, serta inovasi berkelanjutan, Banana Daeng diharapkan mampu menjadi salah satu ikon UMKM Makassar yang sukses di era digital. Dukungan masyarakat dan berbagai pihak sangat penting agar produk lokal seperti ini dapat terus berkembang dan bersaing di tingkat nasional.
Jika Anda ingin saya buatkan versi file Word atau untuk kebutuhan media sosial, brosur, atau profil usaha, tinggal bilang ya!
Makassar, riuhmedia.id – Memperingati Hari Kartini, Korps HMI-Wati (KOHATI) Cabang Makassar menggelar refleksi perjuangan perempuan dengan sorotan tajam terhadap maraknya kasus kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan perguruan tinggi.
Dalam pernyataan resminya, KOHATI menegaskan bahwa perjuangan perempuan saat ini tidak hanya dilakukan melalui aksi demonstrasi di jalan, tetapi juga melalui ruang-ruang diskusi, kajian ilmiah, dan advokasi yang berangkat dari keresahan nyata di dunia kampus.
“Peringatan Hari Kartini bukan hanya ritual tahunan mengenang sejarah, tapi juga momen refleksi terhadap kondisi riil perempuan Indonesia hari ini. Termasuk di antaranya adalah bagaimana kasus pelecehan seksual masih kerap terjadi dan kerap dibungkam atas nama menjaga nama baik institusi,” ungkap perwakilan Pengurus KOHATI Cabang Makassar dalam keterangannya.
KOHATI menyoroti lemahnya implementasi *Permendikbud No. 30 Tahun 2021* tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi. Meski aturan telah diterbitkan oleh Kemendikbudristek, KOHATI menilai banyak kampus belum serius dalam menjalankan ketentuan tersebut.
“Alih-alih menjadi pelindung, institusi justru sering kali menjadi tempat pembungkaman korban. Ini menjadi catatan penting yang harus dikawal bersama,” lanjut pernyataan tersebut.
Selain menyoroti isu kekerasan seksual, KOHATI juga menegaskan peran strategis perempuan dalam lingkup akademik, mendorong semangat Kartini masa kini untuk terus berani bermimpi, belajar, dan berkarya.
“Perjuangan kami adalah tentang membuka ruang, membongkar nilai-nilai yang mengekang, dan melawan ketidakadilan yang membungkam suara perempuan. Semua ini harus dimulai dari keberanian untuk bersuara.”
Dengan membawa semangat Hari Kartini 2025, KOHATI Cabang Makassar berharap gerakan ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh elemen mahasiswa untuk bersama-sama membangun kampus yang aman, inklusif, dan adil bagi semua.
Riuhmedia.com, Kolaka, Sulawesi Tenggara – 13 April 2025. Insiden kecelakaan kerja merenggut nyawa terjadi di area pembangunan Jetty milik PT. Indonesia Pomala’a Industry Part (PT. IPIP) yang terletak di Desa Oko-Oko, Kecamatan Pomala’a, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, pada Minggu (13/4/2025).
Kecelakaan tragis ini melibatkan sebuah dump truck 12 roda bernomor lambung 203 yang dikemudikan oleh Ardi Yanto. Saat proses pembuangan batu sedang berlangsung, bak belakang dump truck tersebut tiba-tiba miring ke kanan dan menimpa dump truck 10 roda yang berada di sampingnya. Akibatnya, seorang helper bernama Andi tewas di tempat.
Peristiwa ini menimbulkan sorotan tajam dari berbagai pihak, salah satunya dari Rakyat Nusantara. Umar, Koordinator Rakyat Nusantara, menegaskan bahwa kecelakaan ini tidak boleh dibiarkan begitu saja.
“Polres Kolaka dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kolaka harus segera turun tangan menyelidiki penyebab kecelakaan ini. Apakah karena kelalaian atau faktor lainnya, ini harus diungkap,” ujar Umar.
Lebih lanjut, Umar juga menyoroti asal usul timbunan batuan yang digunakan dalam pembangunan Jetty PT. IPIP. Ia menduga material batuan tersebut diambil dari lokasi tambang tanpa izin resmi alias ilegal.
“Saat kami turun langsung ke lokasi, batuan tersebut diketahui diambil dari wilayah bekas IUP PT. Tambang Rezeki Kolaka. Setahu kami, wilayah itu sudah tidak memiliki izin pertambangan aktif,” tambahnya.
Menurut Umar, pihaknya bahkan pernah melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolres Kolaka terkait aktivitas tambang batuan ilegal tersebut, namun hingga kini belum ada tindak lanjut dari pihak kepolisian.
“Kami mendesak Polres Kolaka untuk serius menyelidiki dugaan penambangan ilegal galian C di wilayah bekas IUP PT. Tambang Rezeki Kolaka,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen dalam mengawal kasus ini, Umar menyatakan bahwa pihaknya akan kembali menggelar aksi unjuk rasa dalam waktu dekat di depan Polres Kolaka.
Riuhmedia.com akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyajikan informasi terbaru seiring proses penyelidikan berjalan.
Makassar, Riuhmedia.com – Di bawah kepemimpinan Vonny Ameliani, organisasi sayap Partai Gerindra, Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Sulawesi Selatan, terus menunjukkan perkembangan positif dan mulai menarik perhatian generasi muda di wilayah tersebut.
Vonny yang juga merupakan anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Gerindra, mengungkapkan bahwa saat ini semakin banyak anak muda tertarik untuk bergabung dengan TIDAR. Menurutnya, hal ini tidak terlepas dari rekam jejak Partai Gerindra yang dinilai menjadi wadah pembelajaran politik yang tepat bagi generasi muda.
“Di TIDAR, anak-anak muda bisa langsung terjun ke dunia politik. Ini menjadi langkah awal bagi mereka untuk memahami dinamika politik secara langsung. Kami berharap dari sini lahir politisi muda yang patriotik, cerdas, dan unggul,” ujar Vonny, Kamis (17/4/2025).
TIDAR Sulsel, lanjut Vonny, telah menetapkan visi jangka panjang untuk lima tahun ke depan, dengan fokus utama pada penciptaan regenerasi politisi berkualitas di Sulawesi Selatan. Organisasi ini juga mulai merancang program konsolidasi ke berbagai daerah guna memperluas jaringan dan memperkuat basis dukungan.
“Konsolidasi ke daerah akan segera kami laksanakan. Ini penting untuk memperkuat struktur organisasi dan mendukung program kerja yang telah kami rancang,” katanya.
Sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Jeneponto, Vonny menegaskan bahwa keberadaan TIDAR di Sulsel bukan hanya formalitas belaka. Saat ini, TIDAR Sulsel telah memiliki ratusan anggota aktif dan jumlah tersebut terus bertambah seiring meningkatnya minat generasi muda.
“Kami optimistis melalui TIDAR, kita bisa mencetak politisi-politisi unggul yang siap berkontribusi dalam memenangkan Pilpres dan Pileg 2029,” pungkasnya.
Dengan semangat baru dan kepemimpinan yang visioner, TIDAR Sulsel kini hadir sebagai ruang belajar politik yang inklusif dan progresif bagi anak muda Sulawesi Selatan.
Bontang, riuhmedia.com – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Shemmy Permata Sari, kembali menunjukkan komitmennya terhadap pemberantasan narkoba dengan menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) keempat di Kota Bontang, Minggu (13/4/2025). Sosialisasi ini menitikberatkan pada implementasi Perda Nomor 4 Tahun 2022 tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika, Prekursor Narkotika, dan Psikotropika.
Bertempat di Ballroom Hotel Tiara Surya, Jalan Bhayangkara, Kecamatan Bontang Utara, acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, pelajar, hingga perwakilan instansi pemerintah. Suasana diskusi berlangsung interaktif dan penuh antusiasme.
Dalam sambutannya, Shemmy menegaskan bahwa peredaran narkotika adalah ancaman nyata terhadap masa depan generasi bangsa. Ia mengajak masyarakat untuk memahami betul isi Perda, terutama poin-poin krusial seperti pencegahan (Pasal 5), rehabilitasi pengguna (Pasal 12, 13, 16, 18, 19), dan pemberantasan jaringan narkoba (Pasal 9).
“Perda ini bukan hanya penting, tetapi mendesak untuk dijalankan secara masif. Ini adalah bentuk nyata dari perlindungan hukum terhadap masyarakat,” tegas Shemmy.
Ia juga menekankan bahwa Perda ini sejalan dengan misi ke-8 Asta Cita Presiden RI yang mengedepankan peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia serta penegakan hukum yang berkeadilan.
Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramdhani, turut hadir memberikan paparan. Ia menyampaikan bahwa pemberantasan narkoba (Pasal 9) bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.
“Partisipasi masyarakat (Pasal 23) adalah kunci utama. Mulai dari pembinaan hingga pengawasan (Pasal 25), masyarakat harus menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba,” ujarnya.
Lulyana juga membeberkan enam strategi utama BNN dalam menunjang program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika), yakni:
Penguatan kolaborasi lintas sektor,
Penguatan intelijen P4GN,
Pengawasan ketat wilayah pesisir dan perbatasan,
Kerja sama internasional,
Program berbasis komunitas,
Penguatan SDM dan infrastruktur.
Sesi diskusi semakin menarik dengan hadirnya Muhammad Shendy Abiyyu, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI), yang memberikan edukasi dampak narkoba terhadap kesehatan.

“Penggunaan narkotika di usia muda dapat merusak sistem saraf pusat dan menyebabkan kerusakan jangka panjang pada kondisi mental dan fisik. Masa remaja adalah fase krusial perkembangan otak,” jelas Shendy.
Sosialisasi ini ditutup dengan harapan besar agar semangat kolaborasi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat dapat menciptakan Kalimantan Timur yang bebas dari narkoba.
“Semoga melalui diskusi ini, kita bisa bersama-sama memberantas peredaran narkoba di Bontang, demi terwujudnya generasi yang unggul dan bersih dari narkoba,” pungkas Shemmy.
riuhmedia.com – Kolaka. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kolaka resmi meningkatkan status kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa suap atau gratifikasi yang melibatkan Penjabat Sementara (Pj.) Bupati Kolaka Timur, Abdul Aziz, ke tahap penyelidikan. Langkah ini diambil setelah digelarnya ekspose kasus di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara pada Rabu, 9 April 2025.
Dalam ekspose tersebut, Kepala Kejari Kolaka, Herlina Rauf, S.H., M.H., bersama Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Aditya Toding Bua, S.H., memaparkan dugaan bahwa Abdul Aziz memberikan imbalan kepada sejumlah anggota DPRD Kolaka Timur. Tindakan tersebut diduga dilakukan untuk memperoleh dukungan politik dari anggota dewan pada tahun 2022, saat dirinya menjabat sebagai Pj. Bupati Kolaka Timur.
Setelah melakukan kajian atas data dan informasi yang tersedia, ekspose menyimpulkan bahwa perkara ini layak untuk dilanjutkan ke tahap penyelidikan. Kejari Kolaka pun langsung menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan tertanggal 10 April 2025 sebagai bentuk tindak lanjut resmi dari proses hukum yang sedang berjalan.
Kejaksaan juga mengajak masyarakat, khususnya pihak-pihak yang memiliki informasi maupun bukti pendukung terkait perkara ini, untuk proaktif menyerahkannya kepada Kejari Kolaka guna memperkuat proses penyelidikan.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Kolaka, Bustanil Arifin, S.H., M.H., menegaskan bahwa pihaknya akan tetap menjunjung tinggi prinsip transparansi dan keterbukaan publik dalam penanganan kasus ini.
Kejari Kolaka berkomitmen penuh menegakkan hukum dan memberantas praktik korupsi, terutama yang terjadi dalam pemerintahan daerah.
riuhmedia.com – Makassar. Menjelang Kongres Nasional Tunas Indonesia Raya (TIDAR), dukungan terhadap Rahayu Saraswati Djojohadikusumo sebagai calon Ketua Umum kembali menguat. Salah satu dukungan paling solid datang dari Pimpinan Daerah (PD) TIDAR Sulawesi Selatan bersama seluruh pengurus cabang di 24 kabupaten/kota.
Ketua PD TIDAR Sulsel, Hj. Vonny Ameliani S, S.E., M.H., dalam pernyataan resminya menegaskan kesiapan penuh jajarannya untuk mendukung Rahayu Saraswati melanjutkan kepemimpinannya di TIDAR Pusat. Menurutnya, Saraswati adalah sosok pemimpin muda yang visioner, berintegritas, dan memiliki kedekatan nyata dengan kader daerah.
“Kami melihat Mbak Sara sebagai sosok yang tidak hanya visioner dan berintegritas, tapi juga sangat dekat dengan kader di daerah. Beliau adalah simbol perjuangan anak muda dalam politik. Kami dari TIDAR Sulsel solid mendukung beliau untuk kembali memimpin,” tegas Hj. Vonny.
Ia menambahkan bahwa dukungan ini tidak didasarkan pada kedekatan emosional semata, melainkan karena rekam jejak Saraswati yang dinilai berhasil menjadikan TIDAR sebagai ruang kaderisasi nyata dan berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa.

Dukungan dari TIDAR Sulsel turut memperkuat posisi Rahayu Saraswati menjelang kongres, menyusul gelombang dukungan dari berbagai daerah lain seperti Jambi, Halmahera Utara, dan Kotamobagu.
Dengan mengusung semangat “TIDAR Muda, TIDAR Berkarya,” para kader muda Gerindra berharap Kongres Nasional kali ini menjadi titik awal konsolidasi kekuatan muda untuk menyongsong agenda politik nasional, termasuk kontestasi Pemilu 2029.