Riuhmedia.com | Parepare — Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan mewarnai pertemuan antara Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kota Parepare, AKBP Indra Waspada Yuda, S.I.K., M.H., dengan jajaran pengurus DPD II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Parepare yang dipimpin langsung oleh Muhammad Agung Nugraha selaku Ketua.
Pertemuan yang berlangsung di Mapolres Parepare tersebut menjadi ajang silaturahmi dan dialog konstruktif antara kepolisian dan organisasi kepemudaan, sekaligus membahas peluang sinergi dalam mendukung keamanan, ketertiban, dan pembangunan berkelanjutan di Kota Parepare.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres AKBP Indra Waspada Yuda menyambut baik kedatangan pengurus KNPI Parepare dan mengapresiasi semangat kepemudaan yang ditunjukkan organisasi ini dalam membangun komunikasi positif lintas kelembagaan.
“Kami menyambut baik inisiatif KNPI untuk bersilaturahmi dan berdialog. Pemuda adalah bagian penting dalam menjaga stabilitas dan ketertiban di masyarakat. Kami siap bersinergi untuk menciptakan Parepare yang aman, damai, dan produktif,” ujar Kapolres.
Sementara itu, Ketua DPD II KNPI Kota Parepare, Muhammad Agung Nugraha, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja jajaran Polres Parepare di bawah kepemimpinan AKBP Indra Waspada Yuda yang dinilai berhasil menjaga keamanan dan kedamaian kota dengan pendekatan yang humanis dan kolaboratif.
“Kami melihat Polres Parepare di bawah kepemimpinan Bapak Kapolres sangat responsif dan terbuka terhadap aspirasi masyarakat, termasuk kalangan pemuda. KNPI siap menjadi mitra strategis Polri dalam memperkuat ketertiban sosial dan membangun semangat kebersamaan di kota ini,” kata Agung Nugraha.
Pertemuan tersebut juga menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi dalam berbagai bidang, mulai dari pembinaan generasi muda, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga program edukasi hukum dan kamtibmas yang menyasar lingkungan kepemudaan.
Menutup pertemuan, Kapolres berpesan agar para pemuda Parepare terus menjadi pelopor perdamaian dan menjaga kondusivitas daerah.
“Kami titip pesan kepada seluruh pemuda Parepare agar ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Jadilah contoh dalam berbuat baik dan berkontribusi untuk kota yang kita cintai ini,” tutup Kapolres.
Dengan berlangsungnya audiensi ini, diharapkan hubungan antara Polres Parepare dan DPD II KNPI Kota Parepare semakin erat, serta menjadi awal dari sinergi konkret dalam mewujudkan kota yang aman, tertib, dan berdaya saing melalui peran aktif generasi muda.
Makassar, Riuhmedia.com — Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir di musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mulai memasang Early Warning System (EWS) Banjir di sejumlah titik rawan genangan dan aliran sungai utama.
Langkah ini merupakan bagian dari program mitigasi bencana berbasis teknologi, yang bertujuan memperkuat sistem deteksi dini serta mempercepat respon masyarakat terhadap potensi bencana banjir di wilayah perkotaan.
Perangkat EWS yang dipasang dilengkapi sensor otomatis real-time yang mampu mendeteksi ketinggian air sungai secara akurat. Ketika permukaan air mencapai batas waspada, sistem secara otomatis akan mengaktifkan sirine atau alarm sebagai tanda peringatan dini bagi masyarakat di sekitar lokasi.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, H. M. Fadli Tahar, menjelaskan bahwa EWS banjir yang dipasang kali ini merupakan perangkat modern dengan sistem pemantauan otomatis yang terintegrasi langsung dengan pusat informasi bencana BPBD.
“Sistem ini dirancang agar mampu memberikan peringatan cepat kepada warga. Begitu ketinggian air mencapai ambang batas, sirine akan berbunyi otomatis sehingga masyarakat bisa segera bersiap dan melakukan langkah evakuasi mandiri,” jelas Fadli, Jumat (31/10/2025).
Ia menambahkan bahwa teknologi ini diharapkan mampu memperkuat ketangguhan masyarakat di wilayah rawan banjir serta membantu pemerintah dalam mengurangi dampak sosial dan ekonomi akibat bencana.
“Dengan adanya sistem ini, warga diharapkan dapat lebih siaga menghadapi kondisi darurat. Waktu respon yang cepat sangat menentukan keselamatan warga dan harta benda,” tambahnya.
Pemasangan EWS Banjir dilakukan di beberapa titik prioritas di wilayah Makassar yang kerap terdampak genangan saat curah hujan tinggi.
Selain memasang alat peringatan dini, BPBD juga melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat sekitar, agar mereka memahami fungsi sistem ini dan langkah-langkah yang harus diambil ketika alarm peringatan berbunyi.
Menurut Fadli, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai instansi teknis menjadi kunci keberhasilan mitigasi bencana di daerah perkotaan.
“Kota Makassar berkomitmen menjadi kota tangguh bencana. Kehadiran teknologi seperti EWS ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah dalam melindungi warganya dari ancaman bencana alam,” ujarnya.
BPBD Kota Makassar berharap, dengan terpasangnya sistem peringatan dini otomatis ini, masyarakat akan semakin siaga, tanggap, dan tangguh menghadapi potensi banjir di musim penghujan mendatang.
Program ini juga menjadi simbol kolaborasi antara inovasi teknologi dan kesiapsiagaan masyarakat dalam membangun Makassar yang aman dan berketahanan terhadap bencana. (*)
Makassar, Riuhmedia.com — Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi banjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mulai melakukan pemasangan Early Warning System (EWS) Banjir di sejumlah titik rawan genangan dan aliran sungai di wilayah Kota Makassar.
Perangkat EWS ini berfungsi sebagai alat deteksi dini bencana banjir yang bekerja secara otomatis untuk memantau ketinggian air sungai secara real-time. Saat permukaan air mencapai batas waspada, sistem akan mengaktifkan alarm atau sirine peringatan yang bisa didengar oleh warga sekitar, sehingga masyarakat memiliki waktu lebih cepat untuk melakukan langkah antisipasi.
Langkah inovatif ini merupakan bagian dari Program Penguatan Mitigasi Berbasis Teknologi yang diinisiasi BPBD Kota Makassar. Program tersebut dirancang untuk memperkuat sistem deteksi dini, mempercepat respon masyarakat, dan mendukung visi pemerintah kota dalam membangun kota tangguh bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. H. Muhammad Fadli, S.E., M.M., menjelaskan bahwa penggunaan teknologi dalam mitigasi bencana menjadi hal yang penting di tengah perubahan iklim dan meningkatnya risiko hidrometeorologi di wilayah perkotaan.
“Melalui sistem peringatan dini ini, kami ingin masyarakat dapat lebih siap dan tanggap menghadapi potensi banjir. Teknologi ini membantu mempercepat proses evakuasi dan mengurangi risiko kerugian, baik material maupun korban jiwa,” ungkapnya.
EWS banjir ini dipasang di beberapa titik strategis yang telah dipetakan BPBD bersama instansi terkait seperti Dinas PU, Dinas Kominfo, dan kelurahan setempat. Pemilihan lokasi dilakukan berdasarkan kajian risiko bencana dan riwayat genangan air yang cukup tinggi di musim hujan.
Selain pemasangan alat, BPBD Makassar juga melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada warga sekitar titik EWS, agar mereka memahami cara merespons tanda peringatan dengan cepat dan aman.
Program ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun sistem kesiapsiagaan yang adaptif dan berkelanjutan.
“BPBD Kota Makassar berkomitmen terus berinovasi dalam pengurangan risiko bencana dengan dukungan teknologi. Kesiapsiagaan bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama,” tambah Fadli.
Dengan kehadiran EWS Banjir, BPBD Makassar optimis masyarakat dapat lebih waspada, tanggap, dan tangguh menghadapi ancaman banjir di musim penghujan mendatang.
Riuhmedia.com | Luwu — Upaya memperkuat budaya keselamatan di lingkungan kerja kembali digaungkan oleh PT Masmindo Dwi Area (MDA). Kali ini, perusahaan tambang emas yang beroperasi di Latimojong tersebut menggandeng Polres Luwu melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) dalam kegiatan Workshop Safety Riding bertema “Smart Riding, Happy Driving” di Camp Awak Mas Project (AMP).
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen MDA dalam membangun budaya keselamatan dan tanggung jawab sosial di area operasional perusahaan, sekaligus tindak lanjut dari berbagai langkah penertiban dan edukasi yang telah dijalankan selama beberapa bulan terakhir.
MDA sebelumnya telah menerapkan sejumlah inisiatif seperti memorandum kepatuhan dan etika berkendara yang ditandatangani langsung oleh Direktur Utama, razia berkala, pemasangan rambu-rambu peringatan, serta kampanye anti-speeding bagi seluruh karyawan, kontraktor, dan subkontraktor.

Kegiatan Smart Riding ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai divisi dan mitra kerja di Awak Mas Project. Turut hadir sebagai narasumber utama, Kasatlantas Polres Luwu, AKP Sarifuddin, S.H., M.H., yang memberikan materi tentang etika berlalu lintas, kepatuhan terhadap rambu, serta pencegahan kecelakaan di jalan umum maupun area kerja.
“Keselamatan bukan hanya tanggung jawab perusahaan, tetapi komitmen pribadi setiap individu. Selama kita bekerja di Awak Mas, nama baik perusahaan melekat pada setiap tindakan kita. Karena itu, berkendara dengan aman dan sopan adalah bagian dari budaya kerja MDA,” ujar Kepala Teknik Tambang MDA, Mustafa Ibrahim, dalam sambutannya.
Sementara itu, AKP Sarifuddin mengapresiasi langkah proaktif MDA yang menggandeng pihak kepolisian dalam membangun kesadaran disiplin berlalu lintas.
“Langkah ini sangat positif. Edukasi seperti ini membentuk kesadaran bahwa keselamatan di jalan umum dan area tambang sama pentingnya. Kami siap berkolaborasi untuk pembinaan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan simulasi praktik berkendara aman yang memperlihatkan perilaku berisiko seperti melanggar batas kecepatan, tidak memakai helm, hingga menyalip di tikungan. Peserta diajak menilai dampak pelanggaran tersebut dan mempelajari cara berkendara yang lebih aman.
Puncak acara ditandai dengan pengukuhan Duta Keselamatan Awak Mas Project, yang akan menjadi pelopor disiplin dan teladan keselamatan di lingkup kerja masing-masing.
Sebagai tindak lanjut, MDA dan Polres Luwu sepakat menjadwalkan program pelatihan keselamatan berkendara secara rutin, dengan fokus pada peningkatan keterampilan pengemudi dan pembinaan sikap keselamatan di jalan.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen MDA untuk menumbuhkan budaya “Zero Accident” serta memastikan seluruh kegiatan operasional di Awak Mas Project berjalan aman, tertib, dan bertanggung jawab.
Riuhmedia.com | Luwu — Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Investasi Kabupaten Luwu bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA) terus memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan perusahaan melalui pelaksanaan Forum Desa (Fordes). Kali ini, kegiatan dilanjutkan di Desa Boneposi, Kecamatan Latimojong, sebagai bagian dari rangkaian penguatan kolaborasi dalam mendorong ekonomi desa di sekitar wilayah tambang Awak Mas Project.
Sekretaris Pokja, Zulkarnaim, menyebutkan bahwa Fordes Boneposi menjadi wadah strategis untuk mempertemukan aspirasi warga dengan arah kebijakan pemerintah dan program investasi perusahaan.

“Pokja hadir untuk memastikan kebijakan daerah dan langkah investasi berjalan seirama dengan kebutuhan masyarakat. Forum seperti ini penting agar semua pihak memahami perannya, termasuk dalam membuka peluang kerja dan usaha di desa,” ujar Zulkarnaim.
Sementara Kepala Desa Boneposi, Hamka, menilai forum ini penting untuk menyatukan persepsi terkait potensi ekonomi desa, khususnya pada sektor pertanian dan peternakan yang menjadi sumber utama penghidupan warga. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah desa akan terus mensosialisasikan proses rekrutmen tenaga kerja secara terbuka kepada masyarakat.
Dari pihak perusahaan, Kepala Teknik Tambang MDA, Mustafa Ibrahim, menegaskan komitmen MDA dalam memperkuat kolaborasi berbasis potensi lokal.
“Kami melihat Boneposi memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan. Kolaborasi lintas pihak sangat penting agar dua sektor ini bisa menjadi penggerak ekonomi baru bagi masyarakat lokal,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ida Yunesia, Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Latimojong, menyampaikan bahwa pemerintah akan terus mendukung peningkatan kapasitas petani melalui penyediaan bibit jangka panjang seperti pala serta pelatihan teknis untuk peningkatan produktivitas.
Kegiatan Fordes Boneposi juga menghasilkan beberapa isu dan rekomendasi utama, di antaranya:
Perlunya kejelasan mekanisme rekrutmen tenaga kerja di wilayah tambang,
Penguatan peran Pokja sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan perusahaan,
Pelibatan aktif BUMDes dalam menghidupkan ekonomi desa,
Serta dukungan pelatihan kewirausahaan dan pemasaran untuk produk unggulan seperti kopi Boneposi yang kini tengah berkembang.
Sebagai bagian dari langkah nyata mendukung ekonomi desa, kegiatan ini turut dirangkaikan dengan pembagian 900 bibit pala kepada warga Boneposi oleh BPP Kecamatan Latimojong — sebuah inisiatif untuk memperkuat ekonomi jangka panjang berbasis pertanian berkelanjutan.
Menutup kegiatan, Zulkarnaim menegaskan kembali esensi dari forum ini.
“Forum Desa bukan sekadar ajang diskusi, tetapi langkah konkret untuk membangun kepercayaan dan kebersamaan di tingkat akar rumput. Kami ingin masyarakat merasakan langsung manfaat kehadiran investasi di wilayahnya,” tegasnya.
Melalui kelanjutan Fordes di Boneposi ini, Pokja dan MDA berharap tercipta sinergi yang semakin solid antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam mewujudkan desa mandiri dan ekonomi lokal yang kuat di kawasan Latimojong.
Riuhmedia.com | Luwu — Upaya memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha terus digencarkan di Kabupaten Luwu. Melalui Kelompok Kerja (POKJA) Percepatan dan Kolaborasi Investasi, Pemerintah Kabupaten Luwu bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA) menginisiasi pembentukan dan penguatan Forum Desa (Fordes) sebagai wadah dialog partisipatif untuk mempercepat pembangunan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Kegiatan perdana berlangsung di Desa Tumbubara, Kecamatan Bajo Barat, dan dihadiri oleh perwakilan pemerintah desa, tokoh masyarakat, penyuluh pertanian, anggota Pokja, serta manajemen MDA. Forum ini dirancang menjadi ruang komunikasi yang mempertemukan aspirasi masyarakat dengan rencana pembangunan daerah dan kegiatan investasi perusahaan.
Sekretaris Pokja, Zulkarnain, menjelaskan bahwa Forum Desa akan menjadi sarana koordinasi penting antara masyarakat dan perusahaan. “Forum ini bukan sekadar tempat berdiskusi, tapi menjadi mekanisme nyata untuk memastikan pembangunan lokal benar-benar sesuai kebutuhan warga. Semua pihak punya ruang yang sama untuk berkontribusi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Teknik Tambang MDA, Mustafa Ibrahim, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung upaya pemerintah daerah dalam memperkuat kolaborasi berkelanjutan. “MDA percaya bahwa kemajuan daerah hanya bisa tercapai jika masyarakat, pemerintah, dan perusahaan berjalan beriringan sebagai tiga pilar pembangunan,” katanya.
Dalam forum tersebut, dilakukan pula pemetaan potensi ekonomi lokal serta peluang kemitraan antara desa dan dunia usaha. Hasil pemetaan akan menjadi dasar penyusunan agenda kerja Forum Desa, termasuk langkah konkret untuk memperkuat sektor-sektor unggulan seperti pertanian, peternakan, dan pengolahan hasil bumi di sekitar wilayah tambang Awak Mas Project.
Ikram, perwakilan kelompok petani Kandang Ledo, menyampaikan harapannya agar forum ini menjadi wadah sinergi yang mampu mendorong pengembangan komoditas lokal. “Kami ingin gula semut, gula cair, kakao, dan jagung dari Tumbubara bisa berkembang lebih luas lewat dukungan pemerintah dan MDA,” tuturnya.
Sementara Mukaddim, tokoh masyarakat setempat, menekankan pentingnya keterlibatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pengembangan ekonomi desa. “BUMDes harus menjadi penggerak ekonomi mandiri di desa. Sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat harus terus dijaga,” ucapnya.
Program penguatan Forum Desa ini akan dilaksanakan di 21 desa lingkar tambang yang menjadi wilayah dampingan Pokja dan MDA. Kedua pihak berkomitmen membangun komunikasi lintas sektor secara transparan guna memperkuat kepercayaan publik dan memastikan manfaat investasi benar-benar dirasakan masyarakat.
Dengan inisiatif ini, Pemkab Luwu dan MDA berharap Forum Desa dapat menjadi katalis dalam mempercepat pemerataan ekonomi, menguatkan kapasitas masyarakat, serta menciptakan model pembangunan kolaboratif yang berkelanjutan di Bumi Sawerigading.
Makassar, Riuhmedia.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar bersama unsur gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran (DAMKARMAT), TNI, POLRI, dan relawan bergerak cepat menangani kebakaran pemukiman padat yang terjadi di Jl. Pelita Raya 2, Kelurahan Buakana, Kecamatan Rappocini, pada Jumat pagi (10/10/2025) sekitar pukul 08.30 Wita.
Dari hasil asesmen awal Regu 2 Posko PB BPBD Kota Makassar, sumber api diduga berasal dari kebocoran kompor gas di sebuah warung coto. Api kemudian menyambar bangunan di sekitarnya yang juga difungsikan sebagai tempat usaha dan kontrakan.
Petugas gabungan tiba di lokasi sesaat setelah laporan diterima dan langsung melakukan upaya pemadaman serta evakuasi warga. Setelah sekitar satu jam berjibaku, api berhasil dipadamkan pada pukul 09.30 Wita.
Dampak dari kebakaran tersebut meliputi:
1 unit rumah permanen (warung + kontrakan) mengalami rusak berat,
1 unit rumah permanen lainnya rusak ringan,
9 jiwa dari beberapa kepala keluarga terdampak langsung, tanpa korban luka maupun meninggal dunia.
BPBD Kota Makassar telah menyalurkan bantuan logistik darurat berupa terpal untuk kebutuhan sementara warga terdampak.
“Setelah api berhasil dipadamkan, tim kami langsung melakukan asesmen dan berkoordinasi untuk langkah lanjutan, termasuk penyaluran bantuan dan rencana rehabilitasi,” ujar salah satu staf Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Makassar.
Hasil pendataan ini menjadi dasar penanganan lanjutan oleh BPBD Kota Makassar, termasuk dukungan rehabilitasi, rekonstruksi, serta pemulihan psikososial apabila dibutuhkan oleh warga terdampak.
Makassar, Riuhmedia.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar bersama unsur terkait melakukan penanganan cepat atas peristiwa kebakaran pemukiman yang terjadi di Jl. Pelita Raya 2 RT 02/RW 06, Kelurahan Buakana, Kecamatan Rappocini, pada Jumat (10/10/2025) sekitar pukul 08.30 Wita.
Berdasarkan hasil asesmen awal, sumber api diduga berasal dari kebocoran kompor gas pada salah satu warung coto yang beroperasi di kawasan tersebut. Api dengan cepat menjalar ke bangunan di sekitarnya, termasuk toko kelontong yang berada berdampingan.
Tim gabungan dari BPBD Kota Makassar, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DAMKARMAT), TNI, POLRI, serta relawan segera menuju lokasi begitu menerima laporan dari warga. Proses pemadaman berlangsung selama kurang lebih satu jam dan api berhasil dipadamkan pada pukul 09.30 Wita.
Dampak dari kejadian tersebut meliputi:
1 unit rumah permanen (warung + kontrakan) mengalami rusak berat,
1 unit rumah permanen lainnya mengalami rusak ringan,
9 jiwa terdampak dari beberapa kepala keluarga, tanpa adanya korban luka maupun meninggal dunia.
BPBD Kota Makassar telah menyalurkan bantuan logistik darurat berupa terpal untuk kebutuhan sementara di lokasi terdampak. Area yang terbakar merupakan tempat usaha yang beroperasi dengan sistem kerja shift 24 jam, sehingga sebagian besar pekerja tidak menetap di lokasi kejadian.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. H. Muhammad Fadli, S.E., M.M., menyampaikan bahwa tim asesmen telah diterjunkan untuk memastikan penanganan cepat serta pendataan kebutuhan lanjutan bagi warga terdampak.
“Setelah tahap pemadaman selesai, kami akan fokus pada penyaluran bantuan logistik, rehabilitasi, dan dukungan sosial bagi warga terdampak,” ujarnya.
Data awal ini menjadi dasar BPBD Kota Makassar dalam melanjutkan tahapan penanganan berikutnya, termasuk pemulihan lingkungan serta kemungkinan trauma healing bagi korban apabila dibutuhkan.
Makassar, Riuhmedia.com — Tim gabungan BPBD Kota Makassar, Basarnas, Damkar, dan TNI-Polri berhasil mengevakuasi korban tenggelam di kawasan pintu air Jalan Manunggal 22, Kelurahan Tamalate, Kecamatan Makassar.
Korban, Tutu Dg. Rani (67 tahun), dilaporkan tenggelam pada pukul 11.46 WITA saat berusaha menyelamatkan cucunya yang terseret arus. Setelah upaya pencarian selama tiga jam, korban ditemukan meninggal dunia pukul 15.30 WITA.
“Korban berusaha menolong cucunya, namun terseret arus deras dan tenggelam. Tim segera melakukan pencarian dengan dukungan Basarnas dan Damkar,” ungkap petugas BPBD, Muhammad Iqbal.
BPBD Makassar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap aktivitas di sekitar pintu air dan sungai, terutama saat musim penghujan.
Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar
Makassar, Riuhmedia.com — Sebuah peristiwa memilukan terjadi di kawasan pintu air Jalan Manunggal 22, Tanjung Bunga, Kelurahan Tamalate, Kamis (9/10/2025). Seorang kakek bernama Tutu Dg. Rani (67) tewas setelah berjuang menyelamatkan cucunya yang nyaris hanyut terseret arus deras.
Berdasarkan laporan dari BPBD Kota Makassar, peristiwa terjadi sekitar pukul 11.46 WITA. Saat itu korban sedang memancing bersama cucunya di pinggiran pintu air. Ketika sang cucu berenang di tepi, tiba-tiba arus deras menyeretnya ke tengah. Tanpa berpikir panjang, sang kakek langsung terjun menyelamatkan.
Upayanya berhasil — sang cucu selamat. Namun tak lama kemudian, arus deras kembali menghantam korban hingga ia terseret dan tenggelam. Tim gabungan dari BPBD Kota Makassar, Basarnas, Damkar, dan TNI-Polri langsung diterjunkan ke lokasi.
Setelah proses pencarian selama hampir tiga jam, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 15.30 WITA.
“Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi awal tenggelam. Kondisi arus yang kuat membuat proses pencarian cukup sulit,” ungkap Muhammad Iqbal, petugas BPBD Kota Makassar.
Kisah heroik Tutu Dg. Rani menjadi pengingat bagi banyak pihak tentang pentingnya kewaspadaan di sekitar area air, terutama bagi anak-anak.
BPBD Makassar kembali menegaskan pentingnya edukasi keselamatan di area berisiko tinggi, seperti pintu air, sungai, dan kanal.