• +123 456 7890
  • info@gmail.com
  • 125, Suitland Street, Sovagrely Rd

Facebook X-twitter Youtube Instagram
  • Home
  • News
  • Fashion
  • Tech
  • Travel
  • Home
  • News
  • Fashion
  • Tech
  • Travel

    Makassar, Riuhmedia.com — Pemerintah Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya siaga bencana. Melalui Apel Gabungan Kesiapsiagaan Terhadap Bencana Kota Makassar 2025, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa kesiapsiagaan adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

    Apel yang digelar di kawasan MNEK Centre Point of Indonesia (CPI), Selasa (7/10/2025), menampilkan kesiapan personel, peralatan tanggap darurat, hingga simulasi penyelamatan dari udara, laut, hingga ketinggian.

    Dalam arahannya, Wali Kota Munafri menekankan bahwa kesiapsiagaan bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud tanggung jawab moral dan sosial.

    “Kesiapsiagaan bukan hanya seremonial, ini tanggung jawab kita semua untuk melindungi masyarakat dari risiko bencana yang bisa datang kapan saja,” ujarnya.

    Ia juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara BPBD, TNI–Polri, instansi pemerintah, dan masyarakat dalam memperkuat sistem tanggap darurat di Kota Makassar.

    “Sinergi dan koordinasi menjadi kunci utama. Tidak boleh ada tumpang tindih tugas. Semua harus tahu peran dan tanggung jawabnya,” tegasnya.

    Kepala BPBD Kota Makassar, Dr. H. Muhammad Fadli, S.E., M.M., menambahkan bahwa kegiatan apel ini merupakan bentuk kesiapan nyata pemerintah dalam menghadapi bencana.

    “Bencana bisa datang kapan saja, yang kita perlukan adalah kesiapan. Baik personel, peralatan, maupun koordinasi lintas sektor,” ujar Fadli.

    BPBD Makassar juga terus mendorong edukasi publik dan latihan mitigasi untuk masyarakat di tingkat kelurahan dan sekolah, agar budaya tangguh bencana semakin mengakar.

    “Kami ingin warga Makassar tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran dan empati untuk saling melindungi,” pungkas Fadli.

    Riuhmedia.com | Luwu, 9 Oktober 2025 — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA) memperkuat sinergi melalui Kelompok Kerja (POKJA) Percepatan Investasi dalam upaya mengembangkan sentra ekonomi desa di Kecamatan Latimojong. Kolaborasi ini ditegaskan dalam kegiatan Safari Desa yang dipimpin langsung oleh Bupati Luwu, H. Patahudding, di Desa Boneposi pada Selasa (7/10/2025).

    Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari audiensi antara MDA, Pemkab Luwu, dan Forkopimda yang sebelumnya digelar di Belopa untuk membahas perlindungan investasi sekaligus pemerataan manfaat bagi masyarakat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu, Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu, Perwira Penghubung Mayor Kav. Suparman, serta jajaran manajemen MDA yang dipimpin oleh Direktur Tammam Jannata dan Kepala Teknik Tambang Mustafa Ibrahim.

    Dalam sambutannya, Bupati H. Patahudding menegaskan bahwa penyerapan tenaga kerja lokal tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Ia menyoroti meningkatnya arus migrasi penduduk dari luar daerah ke Latimojong sepanjang tahun 2025, yang menuntut perhatian serius agar masyarakat lokal tidak tersingkir dari peluang kerja.

    “POKJA hadir untuk memastikan distribusi tenaga kerja berjalan adil dan transparan. Setiap desa harus mendapat kesempatan yang seimbang, dan seluruh proses rekrutmen harus mengacu pada kesepakatan bersama. Dengan koordinasi yang baik, masyarakat mendapatkan kepastian, perusahaan dapat bekerja dengan tenang, dan manfaat ekonomi bisa lebih cepat dirasakan,” jelas Bupati.

    Lebih lanjut, Bupati juga mengajak masyarakat untuk tidak bergantung sepenuhnya pada perusahaan tambang. “Kehadiran MDA harus menjadi pemicu tumbuhnya ekonomi desa. Mari kita bangun sentra ekonomi baru, kembangkan usaha mikro dan koperasi agar setiap rumah tangga memiliki sumber penghidupan yang mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

    Menanggapi hal tersebut, Direktur MDA Tammam Jannata menyatakan komitmen perusahaan untuk mendukung sepenuhnya arahan pemerintah daerah. “Kami bersepakat bahwa manfaat proyek ini harus dirasakan secara merata. Melalui penguatan koperasi desa dan pemberdayaan masyarakat, kami ingin membantu terciptanya ekonomi lokal yang berkelanjutan,” tutur Tammam.

    Di akhir kegiatan, Bupati mengingatkan bahwa aspirasi masyarakat merupakan hak yang dilindungi undang-undang. Namun ia menegaskan bahwa penyampaian aspirasi tidak boleh dilakukan dengan cara melanggar hukum, seperti pemalangan jalan atau penghalangan operasional tambang, sebagaimana diatur dalam Pasal 162 UU Minerba. Aspirasi masyarakat sebaiknya disampaikan melalui kanal resmi seperti POKJA atau melalui layanan pengaduan perusahaan di nomor 0817-111-001.

    Melalui komitmen bersama antara Pemkab Luwu, Forkopimda, dan MDA ini, diharapkan iklim sosial dan ekonomi di Latimojong semakin kondusif, peluang kerja dan usaha semakin luas, serta kesejahteraan masyarakat tumbuh seiring berjalannya proyek emas Awak Mas.

    Riuhmedia.com | Makassar – Dalam rangka memperingati Hari Laut Sedunia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar bersama Camat Ujung Pandang, manajemen Hotel Novotel, UPT Losari, serta Satgas Kecamatan Ujung Pandang menggelar aksi Shore Cleaning di pesisir Pantai Losari, Sabtu (27/9/2025).

    Kegiatan ini diikuti sekitar 40 personel dengan menggunakan 8 perahu karet untuk menyisir dan mengumpulkan sampah di perairan maupun pesisir. Aksi ini menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kebersihan laut serta kelestarian ekosistem pesisir.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. H.M. Fadli Tahar, SE., MM., menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aksi bersih-bersih, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.

    “Laut yang bersih bukan hanya penting untuk pariwisata, tapi juga untuk keberlangsungan ekosistem dan kesehatan masyarakat. Aksi ini adalah bentuk ajakan agar kita semua peduli menjaga laut dan pesisir,” ungkap Fadli.

    Selain membersihkan pantai, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat agar terus merawat dan melestarikan laut. Pantai Losari sebagai ikon wisata Kota Makassar diharapkan bisa menjadi teladan gerakan kepedulian lingkungan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

    Dengan adanya sinergi antara pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat, BPBD Makassar menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program pelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana.

    Riuhmedia.com | Makassar- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir dengan merencanakan pemasangan Early Warning System (EWS) di tiga titik sungai strategis di wilayah Kota Makassar.

    Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar meninjau langsung lokasi rencana pemasangan EWS yang dipusatkan di Kodam III Paccerakkang, Rabu (03/09). Kehadiran sistem peringatan dini ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam meminimalisir dampak bencana banjir yang kerap mengancam warga.

    Adapun tujuan utama pemasangan EWS, yakni:

    Memberikan peringatan dini kepada masyarakat apabila terjadi peningkatan debit air sungai.

    Meminimalisir dampak banjir melalui respons cepat dan tepat.

    Mendukung terwujudnya Makassar Tangguh Bencana.

    Plt. Kalaksa BPBD Kota Makassar menegaskan bahwa teknologi peringatan dini sangat penting sebagai bentuk kesiapsiagaan daerah.

    “Kehadiran EWS akan membantu masyarakat mendapatkan informasi cepat sehingga bisa menyelamatkan diri lebih awal. Keselamatan warga adalah prioritas utama kami,” ujarnya.

    Dengan adanya EWS di tiga titik sungai, BPBD Makassar berharap masyarakat tidak hanya lebih terlindungi, tetapi juga aktif terlibat dalam mendukung program mitigasi bencana.

    Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar melalui BPBD untuk memperkuat sistem penanggulangan bencana berbasis teknologi, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menghadapi potensi ancaman banjir. (*)

    Riuhmedia.com | Makassar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, segera bergerak cepat menyalurkan bantuan darurat kepada korban kebakaran di Jalan Cendrawasih Lorong 15, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Mamajang.

    Bencana yang terjadi Jumat malam (5/9/2025) ini, menghanguskan tujuh unit rumah dan berdampak pada 43 jiwa dari 13 Kepala Keluarga (KK).

    ​Plt Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Dr. H.M. Fadli Tahar, SE., MM, menyatakan bahwa bantuan langsung disalurkan setelah tim melakukan asesmen di lokasi kejadian.

    ​”Pagi ini bantuan kedaruratan turun berdasarkan hasil asesmen yang telah kami lakukan,” jelas Fadli Tahar, Sabtu (6/9/2025).

    ​Bantuan yang diberikan meliputi:

    • ​Tenda dan terpal
    • ​Selimut, sarung, dan baju layak pakai
    • ​Family kit dan baby kit
    • ​Bantuan material stimulan.

    ​Diduga Akibat Korsleting Listrik

    ​Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 23:30 WITA ini, diduga disebabkan oleh arus pendek listrik dari salah satu rumah korban. Tiupan angin kencang dan konstruksi rumah yang semi permanen, membuat api menyebar dengan cepat dan melalap habis seluruh bangunan.

    ​Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar, langsung menerjunkan 24 unit mobil pemadam. Setelah berjibaku selama dua jam, tim gabungan berhasil memadamkan api.

    ​Fadli Tahar menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pembaruan asesmen untuk memastikan semua kebutuhan korban terpenuhi.

    Bantuan logistik, rehabilitasi, dan rekonstruksi juga akan disiapkan, termasuk layanan trauma healing jika diperlukan bagi para korban terdampak. (*)

    Riuhmedia.com | Makassar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar terus menunjukkan keseriusannya dalam menjaga keselamatan masyarakat. Melalui program JITU-PASNA (Kajian Kebutuhan Pasca Bencana) dan Normalisasi, BPBD hadir tidak hanya saat bencana terjadi, tetapi juga memastikan pemulihan berlangsung cepat, tepat, dan berkelanjutan.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. H. M. Fadli Tahar, SE., M.M, menjelaskan bahwa JITU-PASNA merupakan langkah strategis untuk mengidentifikasi kebutuhan nyata di lapangan setelah bencana. Dengan metode ini, bantuan yang disalurkan bisa benar-benar tepat guna dan sesuai kondisi korban terdampak.

    “Tujuannya agar pemulihan pasca bencana berjalan lebih terarah, cepat, dan efisien, tanpa ada sumber daya yang terbuang sia-sia. Kami selalu turun langsung meninjau lokasi, seperti di Jalan Candrawasih Lorong 15, Mamajang,” ungkap Fadli, Jumat (12/9/2025).

    Selain itu, BPBD Makassar juga menjalankan program Normalisasi, yakni pemulihan lingkungan agar kembali aman digunakan masyarakat. Misalnya pasca kebakaran, tim BPBD bekerja sama membersihkan puing, memastikan saluran air berfungsi, hingga mengembalikan kondisi sekitar menjadi layak huni.

    “Normalisasi sering kali tidak terlihat, padahal ini sangat penting. Lingkungan yang aman dan bersih adalah bagian dari pemulihan yang menyeluruh,” tambahnya.

    Lebih jauh, Fadli menegaskan bahwa slogan “Siaga, Tanggap, dan Peduli” bukan sekadar semboyan, melainkan komitmen nyata BPBD Makassar. Ia juga mengajak warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan mendukung upaya bersama dalam menghadapi potensi bencana.

    “Sinergi antara BPBD dan masyarakat menjadi kunci utama dalam memperkuat ketahanan menghadapi bencana. Dengan program JITU-PASNA dan Normalisasi, kami ingin memastikan setiap warga merasa aman dan terlindungi,” tutupnya. (*)

    Riuhmedia.com | Makassar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menggelar lokakarya penyusunan Rencana Kontingensi (Renkon) sebagai langkah antisipatif terhadap potensi bencana banjir rob, gelombang ekstrem, dan abrasi.

    Kegiatan ini berlangsung di Hotel Continent Centrepoint, Jalan Pengayoman, Kecamatan Panakkukang, baru-baru ini.

    Lokakarya tersebut menjadi bagian dari strategi BPBD Makassar dalam meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam upaya pengurangan risiko bencana.

    Fokus utama kegiatan ini adalah menyusun dokumen Renkon yang komprehensif, terintegrasi, dan aplikatif. Dokumen tersebut nantinya akan menjadi pedoman operasional bagi seluruh pihak terkait dalam menghadapi kondisi darurat bencana.

    Lokakarya ini melibatkan berbagai unsur pemerintah, lembaga terkait, serta para pemangku kepentingan lainnya. Keterlibatan lintas sektor ini bertujuan memperkuat sinergi antar-lembaga dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir yang rawan terdampak bencana.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. H.M. Fadli Tahar, SE., MM, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai panduan operasional yang matang guna memastikan respons yang cepat dan terkoordinasi saat terjadi bencana.

    “Kami berharap lokakarya ini dapat meningkatkan koordinasi lintas sektor, memperkuat sinergi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir dalam menghadapi ancaman banjir rob, gelombang ekstrem, dan abrasi,” jelasnya.

    Dokumen Rencana Kontingensi yang disusun mencakup periode 2025–2028, mencerminkan komitmen jangka panjang BPBD Makassar dalam upaya melindungi warganya dari dampak bencana alam.

    Lokakarya ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun Makassar yang lebih tangguh dan siap menghadapi tantangan bencana.

    Melalui kegiatan ini, BPBD Makassar tidak hanya menyusun rencana, tetapi juga membangun kesadaran kolektif dan sinergi kuat di antara seluruh pihak yang terlibat.

    “Ini adalah langkah penting untuk memastikan setiap tindakan penanggulangan bencana dilakukan secara efektif dan efisien, guna meminimalkan dampak buruk serta melindungi nyawa dan harta benda warga Makassar,” pungkas Fadli.

    Riuhmedia.com | Makassar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, melalui Bidang Kedaruratan dan Logistik bergerak cepat merespons kebakaran yang terjadi tadi malam di Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate.

    Sejak laporan kejadian diterima, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD langsung melakukan asesmen lapangan, mendata korban terdampak, dan menyalurkan bantuan kedaruratan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.

    Bantuan yang disalurkan meliputi seperti, Family Kit, First Aid Kit (peralatan P3K), Baby Kit, Terpal, Selimut, Sarung, Pakaian dan Pendirian tenda darurat sebagai tempat tinggal sementara bagi warga terdampak

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, M Fadli Tahar, menyampaikan bahwa penanganan cepat ini merupakan bentuk komitmen pemerintah kota dalam melindungi warganya.

    “Respon cepat ini merupakan prioritas agar masyarakat terdampak dapat segera merasa aman dan terlindungi. Bantuan yang diberikan diharapkan membantu memenuhi kebutuhan dasar hingga kondisi pulih,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar.

    BPBD Kota Makassar akan terus melakukan monitoring di lokasi, berkoordinasi dengan kelurahan, kecamatan, serta OPD terkait untuk memfasilitasi pemulihan dan pendampingan kepada warga terdampak.

    Riuhmedia.com | Makassar – Kota Makassar, sebagai wilayah metropolitan di Indonesia Timur memiliki kerentanan terhadap bencana, mulai dari banjir, angin kencang, hingga potensi kebakaran.

    Kondisi ini menuntut pemerintah kota untuk menghadirkan langkah mitigasi yang terencana dan respons cepat di lapangan.

    Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana tidak boleh dianggap sebagai urusan sampingan, melainkan menjadi kebutuhan mendasar dalam melindungi keselamatan warga.

    “Mitigasi bencana adalah tanggung jawab bersama, dan pemerintah kota harus hadir dengan langkah cepat serta strategi yang tepat,” ujarnya.

    Komitmen tersebut ditegaskan Munafri saat menghadiri launching inovasi program SALAMA (Sahabat Anak Afirmasi Aman Bencana) yang digagas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar.

    Kegiatan berlangsung di SMPN 19 Makassar, Selasa (30/9/2025), dan menjadi momentum penting untuk membangun budaya sadar bencana sejak usia dini.

    Acara ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa, Kepala BPBD Makassar Muhammad Fadli, jajaran kepala dinas, serta para kepala sekolah.

    Kehadiran berbagai pihak tersebut mencerminkan semangat kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat sistem mitigasi bencana di Makassar.

    Munafri menegaskan pentingnya langkah mitigasi dan persiapan matang dalam menghadapi ancaman bencana, khususnya banjir yang kerap melanda wilayah kota.

    Menurutnya, banjir di Makassar sudah menjadi langganan hampir setiap tahun, sehingga pemerintah bersama seluruh pihak terkait harus bekerja ekstra untuk mencari solusi.

    “Minimal banjir tahun ini kita berusaha untuk mengurangi debit airnya, karena kita masih berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk bagaimana mengintervensi persoalan banjir yang ada, khususnya di Blok 10 Antang,” kata Munafri.

    Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Makassar berharap budaya sadar bencana dapat ditanamkan sejak dini, agar generasi muda memiliki kesiapsiagaan menghadapi berbagai kondisi darurat.

    Politisi Golkar itu menambahkan, kondisi banjir kerap memicu kepanikan di masyarakat, terutama bagi anak-anak. Ia menilai, jika tidak ada pemahaman mengenai mitigasi atau cara penyelamatan diri, situasi tersebut bisa sangat berbahaya.

    Oleh karena itu kata dia, ada mitigasi dari BPPD, karena mampu memberikan masukan yang sangat baik untuk melatih anak-anak ini bagaimana menghadapi bencana.

    “Tidak hanya menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga bisa menolong orang lain,” jelasnya.

    Ia berharap kegiatan pelatihan kebencanaan ini dapat benar-benar dimaksimalkan oleh peserta, terutama anak-anak.

    Pemerintah kota, lanjutnya, akan terus mendukung penuh berbagai program yang berkaitan dengan mitigasi maupun penyelamatan saat terjadi bencana.

    Bukan hanya masalah banjir, tapi juga bencana lain seperti gempa bumi, kebakaran, dan sebagainya.

    “Jalur evakuasi di sekolah-sekolah harus jelas, ada tanda-tanda alur, ada titik kumpul (meeting point), sehingga anak-anak tahu harus ke mana saat bencana terjadi,” tutup Appi.

    Sedangkan, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menyampaikan apresiasi sekaligus dukungannya atas peluncuran program inovasi SALAMA yang digagas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar.

    Program ini dinilai sebagai langkah nyata dalam membangun budaya sadar bencana sejak dini.

    “Program SALAMA ini merupakan langkah nyata yang sangat penting dalam membangun budaya sadar bencana sejak dini, khususnya di kalangan anak-anak sekolah,” katanya.

    “Dengan adanya program ini, kita berharap generasi muda di Makassar memiliki pengetahuan, kesiapan, dan keberanian untuk menghadapi situasi darurat dengan bijak,” tambah ujar Aliyah.

    Menurut Aliyah, keberadaan SALAMA menjadi bukti komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan masyarakat yang tangguh menghadapi bencana.

    Politisi Demokrat itu menegaskan, Pemerintah Kota Makassar akan terus memberikan dukungan penuh terhadap berbagai inovasi yang mendorong kesiapsiagaan dan keselamatan warga.

    “Pemerintah Kota Makassar akan terus mendukung inisiatif-inisiatif seperti ini demi terciptanya kota yang lebih tangguh dan aman bagi semua warganya,” tuturnya.

    Peluncuran inovasi SALAMA ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan mitigasi bencana yang melibatkan pelajar di Makassar.

    Anak-anak mendapatkan pembekalan teori sekaligus praktik lapangan terkait upaya penyelamatan diri dan orang lain saat terjadi bencana.

    Dengan hadirnya inovasi tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesiapsiagaan bencana semakin meningkat.

    “Ssekaligus memperkuat upaya mewujudkan Makassar sebagai kota yang tangguh dan resilien,” tukasnya.

    Diketahui, saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar terus menghadirkan terobosan dalam upaya mitigasi dan penanganan bencana.

    Salah satunya adalah program inovasi kebencanaan yang diperkenalkan kepada Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, dalam kegiatan pelatihan kebencanaan yang diikuti ratusan pelajar.

    Kepala BPBD Makassar, Muhammad Fadli, menjelaskan bahwa dari delapan inovasi yang dirancang, salah satunya akan diikutsertakan dalam lomba inovasi tingkat nasional.

    Harapannya, inovasi tersebut bisa meraih prestasi terbaik dan membawa dampak positif bagi Kota Makassar.

    “Ini akan kami berikan dalam lomba inovasi tingkat nasional, dan ke depan kita berharap bisa mendapatkan juara satu sehingga memperoleh bantuan dana baik dari pemerintah pusat maupun dari BNPB,” ungkap Fadli.

    Fadli menambahkan, kegiatan pelatihan kali ini terlaksana secara non-budgeter berkat dukungan banyak pihak.

    Meski tanpa anggaran khusus, kegiatan ini mampu memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak, termasuk praktik penyelamatan (rescue) hingga water rescue.

    Dalam kesempatan itu, Fadli juga mengapresiasi jajaran BNPB yang turut berperan aktif. Menurutnya, para relawan dan petugas bukan hanya sekadar menjalankan tugas, tetapi benar-benar memahami bahwa pekerjaan mereka adalah bagian dari jalan kemanusiaan.

    “Selalu mengutamakan penyelamatan yang sesungguhnya. Seperti pesan Pak Wali kemarin, mereka juga harus tampil gagah agar masyarakat percaya, mulai dari pakaian, sepatu, hingga peralatan yang lengkap,” katanya.

    Selain itu, BPBD Makassar juga terus mempersiapkan tujuh inovasi lain yang akan diluncurkan secara bertahap.

    Seluruh inovasi tersebut diarahkan untuk memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana di Kota Makassar.

    “Ini adalah langkah awal kami, dan insya Allah tujuh inovasi berikutnya juga segera menyusul,” pungkas Fadli. (*)

    Riuhmedia.com | Makassar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar terus memperkuat upaya mitigasi bencana banjir dengan merencanakan pemasangan Early Warning System (EWS) di tiga titik sungai strategis di Kota Makassar.

    Hari ini, Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. H. M. Fadli Tahar, SE., MM., CHt (IACT-USA), meninjau langsung lokasi rencana pemasangan EWS yang dipusatkan di Kodam III Paccerakkang.

    Pemasangan EWS bertujuan untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat ketika terjadi peningkatan debit air sungai, meminimalisir dampak banjir melalui respon cepat dan tepat, serta mendukung terwujudnya Makassar Tangguh Bencana.

    Dr. Fadli Tahar menegaskan bahwa kehadiran sistem ini merupakan langkah penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

    “Kehadiran EWS akan membantu masyarakat mendapatkan informasi cepat sehingga bisa menyelamatkan diri lebih awal. Keselamatan warga adalah prioritas utama kami. Dengan sistem peringatan dini, risiko dapat ditekan seminimal mungkin,” ujarnya.

    Selain itu, BPBD Kota Makassar juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam program mitigasi bencana. Warga diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga turut serta menjaga dan mendukung operasional sistem ini.

    Dengan rencana pemasangan EWS di tiga titik sungai, BPBD Kota Makassar optimis upaya ini akan memberikan perlindungan lebih baik bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif untuk menghadapi potensi bencana banjir.

     

    • All Posts
    • Activities
    • Aktifitas
    • Beauty
    • Business
    • Corruption
    • Cosmopolitan
    • Economy
    • Education
    • Fashion
    • Fashion week
    • Government
    • Health
    • Kritik Sosial
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • News
    • Opini
    • Politik
    • Tech
    • Teknologi
    • Travel
    • UMKM
    • Uncategorized
    • Wellness
    Wujudkan Kota Tangguh, Pemkot Makassar Bangun Budaya Siaga Bencana
    Wujudkan Kota Tangguh, Pemkot Makassar Bangun Budaya Siaga…
    Admin/
    Oktober 10, 2025
    Safari Desa di Latimojong, Pemkab Luwu dan MDA Perkuat Pola Koordinasi melalui POKJA untuk Penguatan Sentra Ekonomi Desa
    Safari Desa di Latimojong, Pemkab Luwu dan MDA…
    Admin/
    Oktober 9, 2025
    BPBD Makassar Bersama Stakeholder Gelar Aksi Bersih Pantai Losari, Peringati Hari Laut Sedunia
    BPBD Makassar Bersama Stakeholder Gelar Aksi Bersih Pantai…
    Admin/
    Oktober 1, 2025
    BPBD Makassar Siapkan Pemasangan EWS di Tiga Titik Sungai, Perkuat Mitigasi Banjir
    BPBD Makassar Siapkan Pemasangan EWS di Tiga Titik…
    Admin/
    Oktober 1, 2025
    Sikapi Kebakaran di Cendrawasih: BPBD Makassar Salurkan Bantuan Darurat Untuk 43 Korban
    Sikapi Kebakaran di Cendrawasih: BPBD Makassar Salurkan Bantuan…
    Admin/
    Oktober 1, 2025
    BPBD Makassar Mantapkan Program JITU-PASNA dan Normalisasi, Wujud Siaga, Tanggap, dan Peduli Pasca Bencana
    BPBD Makassar Mantapkan Program JITU-PASNA dan Normalisasi, Wujud…
    Admin/
    Oktober 1, 2025
    BPBD Makassar Gelar Lokakarya Penyusunan Rencana Kontingensi Hadapi Banjir Rob dan Abrasi
    BPBD Makassar Gelar Lokakarya Penyusunan Rencana Kontingensi Hadapi…
    Admin/
    Oktober 1, 2025
    BPBD Serahkan Bantuan Logistik Pascakebakaran di Maccini Sombala
    BPBD Serahkan Bantuan Logistik Pascakebakaran di Maccini Sombala
    Admin/
    Oktober 1, 2025
    BPBD Makassar Usung Inovasi Kebencanaan, Munafri-Aliyah Luncurkan Program SALAMA
    BPBD Makassar Usung Inovasi Kebencanaan, Munafri-Aliyah Luncurkan Program…
    Admin/
    Oktober 1, 2025
    BPBD Kota Makassar Siapkan Pemasangan EWS di Tiga Titik Sungai untuk Mitigasi Banjir
    BPBD Kota Makassar Siapkan Pemasangan EWS di Tiga…
    Admin/
    Oktober 1, 2025
    Load More

    No more items.

    Riuhmedia.com adalah situs web yang menyajikan informasi terpercaya dan aktual. Kami menyajikan berita terkini, artikel, opini, lifestyle, edukasi, bisnis, dan finansial. Tujuan kami adalah menjadi sumber informasi yang dapat diandalkan bagi pembaca.

    Follow us
    Facebook X-twitter Youtube Instagram
    Categories
    • Disease
    • Health
    • Nutrition
    • Fitness
    • Lifestyle
    • Weight Loss
    Tags
    • Business
    • Carousel
    • Economy
    • Health
    • Industry
    • Lifestyle
    Recent News
    • All
    • Activities
    • Aktifitas
    • Beauty
    • Business
    • Corruption
    • Cosmopolitan
    • Economy
    • Education
    • Fashion
    • Fashion week
    • Government
    • Health
    • Kritik Sosial
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • News
    • Opini
    • Politik
    • Tech
    • Teknologi
    • Travel
    • UMKM
    • Uncategorized
    • Wellness
    Model slams brands using fur in fashion after walking off photoshoot
    Model slams brands using fur…
    Juni 19, 2024
    This Amazing Massage Service for Women is Changing The Game
    This Amazing Massage Service for…
    Juni 19, 2024
    Talented Nigerian Artists Trying to Reduce Global Pollution
    Talented Nigerian Artists Trying to…
    Juni 19, 2024
    Copyright © 2026 Riuh Media | Powered by Sastra Wordpress Theme
    Facebook X-twitter Youtube Instagram