Riuhmedia.com | Makassar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menggelar Pelatihan Vertical Rescue pada Senin, 29 September 2025, yang berlangsung di halaman kantor BPBD Kota Makassar.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan personel dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya dalam operasi penyelamatan di ketinggian.
Pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya BPBD untuk meng-upgrade kemampuan tim potensi rescue agar semakin sigap dan profesional saat menghadapi situasi bencana maupun kecelakaan.
“Melalui latihan ini, peserta dibekali dengan teknik dasar hingga lanjutan, sehingga mereka mampu memberikan penanganan cepat, tepat, dan aman,” ungkap pihak BPBD.
Pelatihan ini juga mendapat perhatian dari pemerintah Kota Makassar, yang menegaskan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kebencanaan.
Dengan adanya pelatihan tersebut, BPBD Kota Makassar diharapkan dapat lebih siap dalam memberikan pelayanan penyelamatan yang efektif bagi masyarakat.
Riuhmedia.com | Makassar – Sebagai bentuk respon cepat terhadap musibah kebakaran yang melanda wilayah Kelurahan Balla Parang, Kecamatan Rappocini, BPBD Kota Makassar mendistribusikan bantuan logistik darurat kepada korban terdampak pada Sabtu (27/09/2025).
Bantuan disalurkan oleh tim Bidang Kedaruratan dan Logistik di bawah koordinasi Kabid Muhammad Ilham Idris, SE. Adapun bantuan yang diberikan meliputi terpal, family kit, sarung, selimut, perlengkapan bayi, pakaian, serta peralatan pertolongan pertama (first aid kit).
BPBD menegaskan bahwa distribusi logistik ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah kota terhadap keselamatan dan ketahanan masyarakat. “Kami hadir tidak hanya sebagai pelaksana tugas, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam memastikan warga terdampak tetap terlindungi,” ujar Ilham Idris.
Selain menyalurkan bantuan, BPBD juga melakukan asesmen kebutuhan di lapangan guna memastikan langkah pemulihan dapat berjalan efektif. Diharapkan kehadiran BPBD mampu mengurangi beban korban sekaligus mempercepat proses penanganan pasca kebakaran.
Riuhmedia.com | Makassar – BPBD Kota Makassar terus mendorong penguatan mitigasi bencana melalui program inovatif. Salah satunya SALAMA (Sahabat Anak Afirmasi Aman Bencana), yang resmi diperkenalkan di SMPN 19 Makassar, Selasa (30/9/2025).
Peluncuran program dihadiri langsung Wali Kota Munafri Arifuddin, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, Ketua TP PKK Melinda Aksa, serta berbagai unsur pemerintah daerah.
Munafri menegaskan bahwa banjir dan bencana lain yang kerap melanda Makassar membutuhkan strategi cepat dan terencana. “Banjir sudah langganan tiap tahun, dan pemerintah harus bekerja sama dengan semua pihak untuk mencari solusi. Minimal kita bisa kurangi debit air di daerah rawan,” tegasnya.
Kepala BPBD Makassar, Muhammad Fadli, mengungkapkan bahwa SALAMA merupakan satu dari delapan inovasi kebencanaan yang sedang digodok. “Inovasi ini akan diikutsertakan dalam lomba nasional. Kami optimis bisa meraih juara dan memperoleh dukungan dana pusat maupun BNPB,” ucapnya.
Meski terlaksana secara non-budgeter, kegiatan ini tetap mampu memberikan pelatihan nyata kepada para pelajar, termasuk simulasi penyelamatan darurat. Fadli menegaskan bahwa inovasi seperti SALAMA akan menjadi bekal berharga bagi anak-anak agar lebih siap menghadapi bencana.
“Ini baru langkah awal, tujuh inovasi lain juga akan segera kami luncurkan. Semua diarahkan untuk memperkuat ketangguhan masyarakat Makassar,” pungkasnya.
Riuhmedia.com | Makassar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar meluncurkan program SALAMA (Sahabat Anak Afirmasi Aman Bencana) di SMPN 19 Makassar, Selasa (30/9/2025). Program ini menjadi langkah strategis untuk menanamkan budaya sadar bencana sejak usia dini.
Peluncuran program dihadiri oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa, Kepala BPBD Muhammad Fadli, serta jajaran kepala dinas dan sekolah.
Kepala BPBD Makassar, Muhammad Fadli, menegaskan bahwa SALAMA merupakan salah satu dari delapan inovasi kebencanaan yang sedang dikembangkan. “Salah satu inovasi akan kita ikutkan dalam lomba inovasi tingkat nasional. Harapannya bisa meraih juara satu agar mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat maupun BNPB,” jelasnya.
Meski digelar tanpa anggaran khusus, kegiatan ini berhasil memberikan pengalaman berharga bagi ratusan pelajar. Mereka tidak hanya mendapat teori, tetapi juga praktik penyelamatan (rescue) hingga water rescue.
Menurut Fadli, program ini akan menjadi fondasi dalam membangun generasi tangguh menghadapi bencana. “Kami ingin anak-anak punya keterampilan, keberanian, dan pengetahuan untuk menghadapi situasi darurat. Ini investasi jangka panjang bagi keselamatan warga Makassar,” tambahnya.
BPBD juga memastikan akan meluncurkan tujuh inovasi lain secara bertahap. Seluruh program diarahkan untuk memperkuat sistem mitigasi bencana di Makassar.
Riuhmedia.com | Makassar – Keseriusan Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat mitigasi bencana ditunjukkan dengan peluncuran Program SALAMA (Sahabat Anak Afirmasi Aman Bencana) oleh BPBD Makassar. Kegiatan ini berlangsung di SMPN 19 Makassar pada Selasa (30/9/2025).
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa persoalan banjir yang sering melanda Makassar harus ditangani dengan langkah-langkah nyata. Menurutnya, kesiapsiagaan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
“Banjir sudah menjadi langganan tahunan. Kita harus berusaha mengurangi debit air, sekaligus mengedukasi masyarakat agar siap menghadapi kondisi darurat,” kata Munafri.
Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham menambahkan bahwa Program SALAMA sangat penting dalam membangun generasi muda yang tangguh. “Budaya sadar bencana harus ditanamkan sejak sekolah. Dengan begitu, anak-anak tidak hanya siap secara pengetahuan tetapi juga berani menghadapi keadaan darurat,” ujarnya.
Kepala BPBD Makassar, Muhammad Fadli, menuturkan bahwa program ini terlaksana berkat dukungan berbagai pihak meski tanpa anggaran khusus. Ia berharap SALAMA menjadi salah satu inovasi unggulan BPBD yang mampu mengharumkan nama Makassar di tingkat nasional.
Dengan adanya program ini, diharapkan pelajar di Makassar tidak hanya memiliki keterampilan teknis dalam evakuasi, tetapi juga semangat kepedulian terhadap sesama saat bencana terjadi.
Riuhmedia.com | Makassar – Semangat menjaga kebersihan dan kelestarian laut kembali digaungkan di pesisir Pantai Losari. Sabtu (27/9/2025), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar bersama Camat Ujung Pandang, manajemen Novotel, UPT Losari, serta Satgas Kecamatan Ujung Pandang, turun langsung melakukan aksi Shore Cleaning dalam rangka memperingati Hari Laut Sedunia.
Dengan melibatkan 40 personel dan 8 unit perahu karet, tim gabungan menyisir kawasan pesisir dan perairan Losari untuk mengumpulkan sampah. Aksi ini menjadi simbol kolaborasi nyata antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam menjaga ikon Kota Makassar tetap bersih, indah, dan berkelanjutan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. H.M. Fadli Tahar, SE., MM., menegaskan bahwa aksi bersih pantai bukan hanya kegiatan rutin, melainkan bagian penting dari upaya menjaga lingkungan sekaligus mengurangi risiko bencana.

“Menjaga laut berarti menjaga kehidupan. Apa yang kami lakukan hari ini adalah ajakan nyata agar masyarakat lebih peduli pada kebersihan laut dan pesisir,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat kesadaran masyarakat untuk bersama-sama merawat pesisir Losari sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas, motivasi, serta kekompakan tim dalam menjalankan tugas penanggulangan bencana yang semakin kompleks.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. H.M. Fadli Tahar, SE., MM., yang menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pondasi utama keberhasilan organisasi.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap motivasi dan kapasitas setiap pegawai dapat tumbuh dan berkembang, sehingga kinerja kita semua juga meningkat,” ujar Fadli.
Mengusung tema “Menumbuhkan Motivasi dan Membangun Kapasitas Pegawai BPBD Kota Makassar”, kegiatan ini diikuti seluruh pegawai dari berbagai bidang. Selain meningkatkan keterampilan individu, capacity building juga menjadi sarana memperkuat kerja sama tim.
Fadli menekankan bahwa kekompakan dan sinergi antarpegawai menjadi kunci dalam menghadapi situasi darurat maupun pekerjaan sehari-hari.
“Kekompakan adalah kunci. Dengan kerja sama yang baik, pekerjaan seberat apa pun akan terasa lebih ringan dan dapat diselesaikan dengan mudah,” tambahnya.
Lokasi Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, dipilih sebagai tempat kegiatan untuk memberikan suasana berbeda yang mendukung fokus, konsentrasi, sekaligus mempererat hubungan antarpegawai.
Capacity building sendiri menjadi agenda rutin BPBD Kota Makassar, sebagai bentuk komitmen meningkatkan kompetensi pegawai agar lebih tangguh dalam memberikan pelayanan, terutama pada kondisi darurat bencana.
Dengan kegiatan ini, BPBD Makassar berharap seluruh pegawai semakin siap, termotivasi, dan solid dalam menjalankan tugas demi terwujudnya layanan kebencanaan yang sigap, tangguh, dan profesional. (*)
Riuhmedia.com | Makassar – Event musik BIGVAKANSI WATCHON yang digelar di Parking Lot Phinisi Point, Kamis (25/9/2025) malam, diwarnai insiden yang menimpa tiga penonton. Suasana massa yang tidak kondusif membuat beberapa pengunjung harus mendapat penanganan medis darurat.
Korban pertama, Nabila (19), warga Barawaja, terkena lemparan botol dari arah penonton sekitar pukul 20.45 WITA. Ia mengalami cedera pada bagian mata kanan dan langsung dilarikan ke RS Siloam Makassar.
Tak berselang lama, pukul 20.55 WITA, insiden kedua terjadi menimpa Harzetti (Atis), 19 tahun, warga Jalan Tamalate. Ia terjatuh saat berusaha keluar dari lokasi konser akibat desakan penonton yang tidak terkendali. Harzetti mengalami cedera pada paha kiri dan juga segera dievakuasi ke RS Siloam.
Kemudian, sekitar pukul 21.20 WITA, seorang penonton bernama Lai (20), warga Antang, mengalami kelelahan hingga pingsan. Kondisinya yang tidak sadarkan diri membuat tim gabungan segera membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Dalam penanganan ketiga insiden ini, tim gabungan dari BPBD Kota Makassar, Dinas Kesehatan Kota Makassar, Polrestabes Makassar, dan Dinas Pemadam Kebakaran bergerak cepat di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. H.M. Fadli Tahar, SE., MM., menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.
“Kami bergerak cepat mengevakuasi korban agar segera mendapat perawatan medis. Kejadian ini menjadi perhatian serius, dan koordinasi dengan penyelenggara serta aparat keamanan akan terus diperkuat agar masyarakat bisa menikmati hiburan dengan aman,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, ketiga korban masih menjalani perawatan di RS Siloam. Sementara itu, aparat kepolisian telah meningkatkan pengamanan guna memastikan kelancaran acara hingga selesai.
Riuhmedia.com | Makassar – Kebakaran yang melanda permukiman warga di Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Minggu malam (21/9/2025), langsung direspons cepat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar. Melalui Bidang Kedaruratan dan Logistik, tim bergerak sigap melakukan asesmen lapangan, mendata warga terdampak, sekaligus menyalurkan bantuan darurat.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Makassar memastikan kebutuhan dasar korban segera terpenuhi. Bantuan yang diberikan mencakup Family Kit, First Aid Kit (P3K), Baby Kit, terpal, selimut, sarung, pakaian layak pakai, hingga tenda darurat sebagai tempat tinggal sementara.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. M. Fadli Tahar, SE., MM, menegaskan bahwa langkah cepat ini merupakan bentuk komitmen pemerintah kota dalam melindungi warganya dari dampak bencana.
“Respon cepat ini merupakan prioritas agar masyarakat terdampak dapat segera merasa aman dan terlindungi. Bantuan yang diberikan diharapkan membantu memenuhi kebutuhan dasar hingga kondisi pulih,” jelas Fadli.
Selain penyaluran bantuan logistik, BPBD Kota Makassar juga melakukan koordinasi intensif dengan pihak kelurahan, kecamatan, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Tujuannya, memastikan proses pemulihan pasca-kebakaran berjalan terarah dan kebutuhan warga dapat ditangani secara berkelanjutan.
Monitoring lapangan akan terus dilakukan untuk memastikan warga terdampak mendapatkan pendampingan. Meski bantuan awal sudah disalurkan, sebagian masyarakat masih membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak dan dermawan.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di kawasan padat penduduk. BPBD Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, baik pada tahap darurat maupun pemulihan.
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan beban para korban dapat sedikit teringankan, sehingga mereka dapat kembali menata kehidupan sehari-hari pasca-musibah.
Riuhmedia.com | Makassar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar terus berupaya menghadirkan program nyata bagi masyarakat melalui rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan layak huni. Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menciptakan keluarga tangguh serta lingkungan yang aman dan sehat.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. Fadli Tahar, SE., MM, menegaskan bahwa pembangunan rumah layak huni bukan sekadar perbaikan fisik bangunan, melainkan juga bagian dari strategi ketahanan masyarakat menghadapi risiko bencana.
“Tujuan utama program ini adalah menciptakan hunian yang bukan hanya layak ditempati, tetapi juga memiliki standar keamanan dan kenyamanan. Dengan begitu, keluarga penerima manfaat dapat merasa lebih tenang dan siap menghadapi ancaman bencana di masa depan,” jelas Fadli.
BPBD Makassar menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses rehabilitasi ini. Gotong royong dan partisipasi warga menjadi kunci keberhasilan program, sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara langsung oleh penerima dan lingkungannya.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama bagi mereka yang sebelumnya tinggal di rumah dengan kondisi rentan dan tidak memenuhi standar kelayakan.
Langkah ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Makassar dalam mewujudkan kota tangguh bencana. Melalui pembangunan rumah yang lebih kuat, sehat, dan berdaya tahan, BPBD berkomitmen memberikan rasa aman serta kepastian bagi masyarakat.
“Ketangguhan sebuah kota berawal dari ketangguhan keluarga. Maka, setiap rumah yang dibangun lebih layak akan menjadi fondasi terciptanya masyarakat yang lebih siap menghadapi risiko bencana,” tambah Fadli.
BPBD Kota Makassar memastikan bahwa program rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan layak huni akan terus berjalan secara berkelanjutan, sehingga semakin banyak masyarakat bisa merasakan manfaatnya demi terwujudnya Makassar yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.