Riuhmedia.com | Luwu — PT Masmindo Dwi Area (MDA) menggelar kegiatan “MDA Media Connect” bersama insan pers sebagai upaya memperkuat sinergi, keterbukaan informasi, dan komunikasi yang konstruktif antara perusahaan dan media. Kegiatan ini menjadi ruang dialog untuk membangun pemahaman bersama terkait aktivitas perusahaan, khususnya yang berlangsung di wilayah Kabupaten Luwu.

Melalui forum ini, MDA menyampaikan komitmennya terhadap transparansi dan keterbukaan informasi publik, sekaligus membuka ruang diskusi yang sehat dengan jurnalis dari berbagai media lokal dan regional. Kegiatan berlangsung dalam suasana santai dan interaktif, sehingga memungkinkan pertukaran pandangan secara terbuka.
Manajemen MDA menyampaikan bahwa peran media sangat strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab kepada masyarakat. Oleh karena itu, hubungan yang harmonis dengan insan pers dinilai penting untuk mendukung iklim komunikasi yang positif dan produktif.
Selain pemaparan singkat mengenai perkembangan dan komitmen perusahaan, kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Insan pers diberi kesempatan untuk menyampaikan pandangan, masukan, serta klarifikasi atas berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat.
MDA berharap melalui MDA Media Connect, hubungan kemitraan dengan media dapat terus terjalin secara berkelanjutan, saling mendukung, dan berbasis kepercayaan. Ke depan, MDA berkomitmen untuk terus membuka ruang komunikasi aktif sebagai bagian dari praktik tata kelola perusahaan yang baik.
Hendrawan Rahmat Wijaya
HMI CABANG MAKASSAR TIMUR – BADKO HMI SULSEL
Salah satu pilar pembangunan berkelanjutan adalah adanya konsep pemanfaatan sumber daya alam dengan tetap memperhatikan kelestarian alam itu sendiri. Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat besar, ini dapat menjadi modal yang besar pula untuk membangun negara. Modal pemanfaatan termaktub dalam UUD 1945, kekayaan alam wajib dimanfaatkan untuk pembangunan nasional adil dan merata serta tetap mengutamakan etika lingkungan.
Prospek etika lingkungan dalam pemanfaatan sumber daya alam kritis kerap jadi sorotan. Sebab membuat lahan yang sudah dikerok tidak lagi produktif, diperparah dengan manajemen yang buruk, sehingga mengganggu keseimbangan iklim. Kendati mineral kritis, seperti nikel adalah kekayaan vital yang sangat dibutuhkan ekonomi politik pergaulan global di hari-hari depan.
Mineral kritis seperti nikel adalah bahan mentah yang menjadi kata-kata dalam narasi geopolitik global yang tak henti ditulis ulang. Dalam pergaulan global melibatkan tidak hanya dominasi militer tetapi juga pertarungan pengaruh melalui budaya, teknologi, dan akses informasi. Di tengah pergaulan global itu, Indonesia mesti menjelma pemilik kekayaan bumi yang melimpah, yang mampu memprosesnya sendiri dalam negeri, sebagai modal, daya tawar posisi Indonesia pada pergaulan global. Inilah titik di mana visi hilirisasi yang digaungkan Abangda Menteri Bahlil Lahadalia menemukan resonansinya, bukan sekadar sebagai kebijakan ekonomi, tetapi sebagai sebuah pernyataan politik—sebuah upaya menjebol pola lama. Di samping, figurnya yang sedang di hujat netizen dalam negeri.
Kebijakan untuk menghentikan ekspor minyak mentah dan memaksakan pengolahannya di dalam negeri adalah sebentuk perlawanan terhadap pola lama. Kebijakan ini dengan tegas mengalihkan sekitar 12-13 juta barrel dari rencana ekspor untuk disuling di Balikpapan, Cilacap, atau Dumai, mengubah cairan hitam itu dari sekadar angka di neraca perdagangan menjadi energi yang menghidupi industri lokal. Langkah ini paralel dengan proyek besar hilirisasi senilai Rp618 triliun yang digeber pemerintah, sebuah komitmen monumental yang terbagi dalam delapan proyek minerba, dua proyek transisi energi, hingga tiga proyek pertanian dan kelautan.
Angka-angka sebesar US$38,63 miliar ini bukanlah mantra pertumbuhan semata, melainkan janji untuk 276.636 lapangan kerja yang diharapkan tercipta. Di balik gegap gempita investasi, ada upaya sunyi untuk menciptakan percakapan baru dalam pergaulan global. Dari ekspor bijih nikel dan objek mineral kritis lainnya yang terbang ke seberang lautan, menjadi baterai lithium yang menghidupi mobil listrik dunia, sangat bermutu disertifikasi SNI yang siap dikonsumsi atau diekspor dengan kepala lebih tegak dalam pergaulan global.
Namun, jalan menuju kedaulatan Sumber Daya Alam mineral kritis (nilai tambah) ini tidak dilalui dengan sendirinya. Ia berhadapan dengan sebuah tembok besar yang diungkapkan kajian akademis. Sumber daya alam bisa menjadi berkat yang mengembangkan sektor finansial, tetapi dalam iklim risiko geopolitik yang meninggi, ia justru bisa berbalik menjadi kutukan, apabila pengelolanya bajingan, tidak kompeten. Ketegangan di Laut China Selatan, persaingan pengaruh negara-negara besar, dan fluktuasi harga global adalah angin kencang yang menguji ketahanan kapal nasional kita. Investasi senilai US$7 miliar dari sovereign wealth fund global seperti dari Qatar atau China Investment Corporation adalah dua sisi mata uang: di satu sisi suntikan modal yang dinanti, di sisi lain pengingat akan betapa tertariknya kekuatan global pada transisi energi dan mineral strategis kita. Indonesia, dengan 9% PDB dan hampir 30% ekspornya bergantung pada sektor ekstraktif, sedang berjalan di atas tali antara memanfaatkan momentum nikel untuk energi bersih dan mengurangi ketergantungan pada batu bara.
Langkah-langkah hilirisasi itu perlu direnungkan lebih dalam. Ia bukan—dan tidak boleh menjadi—sekadar penggantian satu jenis ketergantungan dengan yang lain. Bukan tentang mengganti ekspor bijih nikel dengan ekspor baja nirkarat, lalu berpuas diri. Lebih dari itu, hilirisasi yang hakiki adalah proses membangun kapasitas, kecerdasan kolektif, dan jaringan industri dalam negeri yang organik. Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk hilirisasi, merupakan upaya kecil namun signifikan untuk menetapkan “percakapan global” kualitas kita sendiri, sebelum terjun dalam pergaulan perdagangan global. Presiden Jokowi pernah berpesan agar proyek-proyek strategis ini segera direalisasikan, sebuah desakan yang mencerminkan kesadaran akan jendela peluang yang tidak terbuka selamanya.
Geopolitik sumber daya alam adalah kisah tentang pilihan. Apakah kita tetap menjadi bagian dari “rimland” yang pasif, seperti dalam teori geopolitik klasik, yang hanya menjadi pinggiran yang diperebutkan? Atau kita membentuk jantung (heartland) produksi dan inovasi baru berdasarkan kekayaan alam sendiri.
Dinamika ekonomi politik global kini mengajarkan bahwa kekuatan tidak melulu tentang konflik, tetapi juga tentang kemampuan untuk berkolaborasi dengan posisi yang setara dan daya tahan dalam menghadapi ketidakpastian. Proyek hilirisasi Rp 618 triliun dan larangan ekspor minyak mentah adalah dua sisi dari mata uang yang sama, sebuah afirmasi. Sebuah upaya untuk mengalihkan takdir geografis dari kutukan menjadi anugerah, dari menjadi objek peta kekuasaan imperialis menjadi subjek yang aktif menggambar. Namun, seperti origami yang selalu bisa dibuka dan dilipat ulang, bentuk akhir dari kedaulatan ekonomi ini belum selesai. Ia adalah proses percakapan yang terus-menerus, sebuah potensi kemerdekaan kata kerja yang dinamis. Keberhasilan tidak hanya diukur pada tonase produk hilir yang dihasilkan atau jumlah dolar investasi yang masuk, tetapi pada apakah rantai nilai itu telah menyentuh dan memuliakan hidup manusia paling kecil yang menambang, yang menanam, yang bekerja di pabrik pengolahan serta tidak melanggar etika lingkungan?Di situlah letak ujian sebenarnya dari setiap kebijakan yang ambisius.
Makassar, riuhmedia.com – Pemerintah Kota Makassar resmi menutup pendaftaran seleksi terbuka (lelang jabatan) sembilan posisi eselon II pada Senin, 18 Agustus 2025. Proses ini dibuka secara nasional sehingga Aparatur Sipil Negara (ASN) dari seluruh Indonesia berhak mengikuti seleksi. Hasil sementara menunjukkan adanya perbedaan minat yang cukup mencolok antarposisi. Jabatan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tercatat paling banyak diminati, sementara posisi Direktur RSUD Daya justru sepi peminat.
Pendaftaran lelang jabatan ini berlangsung sejak 4 Agustus hingga 18 Agustus 2025 melalui sistem daring di platform ASN Career. Setelah itu, peserta akan menjalani serangkaian tahapan mulai dari verifikasi administrasi, penulisan makalah, asesmen kompetensi bekerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Makassar, hingga wawancara akhir. Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 8 September 2025.
Tingginya minat ASN terhadap posisi Kepala BPBD dinilai wajar. Jabatan ini dianggap strategis karena memiliki peran besar dalam penanggulangan bencana di kota besar seperti Makassar yang rawan banjir, kebakaran, hingga cuaca ekstrem. Selain itu, posisi ini dipersepsikan memberikan ruang pengabdian luas dan prestise tersendiri bagi pejabat yang berhasil mendudukinya.
Sebaliknya, posisi Direktur RSUD Daya yang notabene memimpin salah satu rumah sakit terbesar milik Pemkot Makassar justru minim peminat. Sepinya pendaftar diduga berkaitan dengan kompleksitas tantangan di sektor kesehatan, mulai dari manajemen rumah sakit, keterbatasan fasilitas, hingga tingginya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik. Hal ini memperlihatkan bahwa tidak semua jabatan strategis memiliki daya tarik yang sama.
Fenomena perbedaan minat ini menunjukkan bahwa seleksi jabatan bukan hanya soal tingkatan eselon, tetapi juga terkait tantangan, prospek, dan persepsi publik terhadap posisi tersebut. Jabatan di BPBD dianggap lebih bergengsi dengan cakupan kerja lintas sektor, sementara jabatan di RSUD Daya membutuhkan kompetensi teknis dan manajerial yang lebih spesifik.
Pemerintah Kota Makassar menegaskan bahwa mekanisme lelang jabatan ini merupakan komitmen untuk menciptakan birokrasi yang transparan, profesional, dan terbuka. Dengan dibukanya kesempatan bagi ASN dari berbagai daerah, diharapkan pejabat yang terpilih nantinya mampu menghadirkan inovasi, meningkatkan pelayanan publik, dan menjawab tantangan besar yang dihadapi kota ini, baik dalam penanggulangan bencana maupun sektor kesehatan.
Makassar, 20-23 Agustus 2025, riuhmedia.com – Semangat ekspor dari Sulawesi Selatan kembali menggema lewat gelaran Rewako Ekspor 2, yang diadakan oleh Bank Indonesia di Kota Makassar pada 20–23 Agustus 2025. Program pendampingan ekspor yang telah memasuki tahap ketiga ini menghadirkan 72 UMKM dari berbagai daerah, salah satunya PT Mega Ultra Ekspor yang mewakili Kabupaten Luwu.
Membawa produk unggulan berupa rumput laut kering Eucheuma cottonii Grade A, PT Mega Ultra Ekspor tampil percaya diri memperkenalkan kualitas laut Luwu ke pasar internasional. Produk mereka memiliki spesifikasi unggulan: kadar air 35–36%, kadar kotoran ≤ 3–5%, kadar garam ≤ 7%, dengan warna cerah alami, serat padat, dan rendemen karagenan tinggi — karakteristik yang sangat dicari oleh industri pengolahan pangan dan kosmetik dunia.
Dalam kesempatan tersebut, Agung Ismunandar, perwakilan PT Mega Ultra Ekspor, menyampaikan apresiasinya atas program ini:
“Melalui Rewako Ekspor 2, kami mendapatkan pendampingan dan kesempatan untuk memperkenalkan produk unggulan kami. Rumput laut Luwu memiliki kualitas terbaik — serat padat, rendemen karagenan tinggi, warna cerah alami, serta kadar kotoran rendah. Harapan kami adalah mengangkat rumput laut Luwu ke pasar internasional sebagai komoditas unggulan Indonesia.”
Tak hanya pameran produk, kegiatan ini juga mempertemukan para peserta dengan jaringan buyer internasional dalam sesi presentasi bisnis bersama ITPC (Indonesian Trade Promotion Center), perwakilan dagang luar negeri (ATDG Paris dan Moscow), serta calon mitra dari Milan, Korea, Santiago, Paris, dan negara lainnya.
Bank Indonesia melalui Rewako Ekspor 2 menegaskan komitmennya untuk mendukung UMKM Sulawesi Selatan agar mampu menembus pasar ekspor. Dengan semangat “Dari Luwu untuk Dunia,” PT Mega Ultra Ekspor menjadi salah satu contoh nyata bagaimana potensi lokal dapat bersaing di panggung global.
Makassar, 20 Agustus 2025, riuhmedia.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menyelenggarakan Pelatihan Dasar Manajemen Bencana pada 19–23 Agustus 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 49 peserta dengan tujuan meningkatkan kesiapan sumber daya manusia agar mampu merespon bencana secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Pada hari kedua, peserta menjalani pre-test untuk mengukur pemahaman awal sebelum menerima materi dari fasilitator Pusdiklat PB BNPB. Kepala Pusdiklat PB BNPB, Dr. Kheriawan, S.Pd.I., M.M., hadir secara daring dan membawakan materi Sistem Nasional Penanggulangan Bencana. Dua instruktur lain dari Pusdiklat PB juga turut hadir langsung di Makassar sehingga sesi berlangsung interaktif dan memantik diskusi.
Dalam penyampaiannya, Kheriawan menegaskan tiga poin penting:
Pelatihan lima hari ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik lapangan. Materi yang diberikan mencakup manajemen darurat, pemulihan pascabencana, logistik dan peralatan, data dan komunikasi kebencanaan, kerja sama multipihak, hingga kerja sama internasional. Seluruh rangkaian akan ditutup dengan post-test untuk menilai peningkatan kompetensi peserta.
Selain dari Pusdiklat PB BNPB, pelatihan ini juga menghadirkan fasilitator dari BPSDMD Sulawesi Selatan yang membawakan materi tentang Dinamika Kelompok, Tim Efektif, dan Etika Organisasi.
Menariknya, pada hari terakhir, peserta mendapat pembekalan Strategi Hypno-resilience untuk Relawan dan Korban yang dipandu praktisi Mind-Care Indonesia. Sesi ini juga menjadi bagian dari persiapan penerapan inovasi AGANGTA yang saat ini tengah diinkubasi bersama BRIDA Makassar. Inovasi tersebut diharapkan mampu memperkuat efektivitas program trauma healing di BPBD Kota Makassar, khususnya dalam bidang rekonstruksi dan rehabilitasi.
MAKASSAR, riuhmedia.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas personel. Melalui Pelatihan Manajemen Bencana Angkatan III, puluhan staf mengikuti kegiatan yang berlangsung di Hotel Maxone, mulai 19 hingga 23 Agustus 2025.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dr. H. M. Fadli Tahar, S.E., M.M., selaku Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar. Dalam sambutannya, Fadli menekankan bahwa pelatihan ini bukan hanya agenda rutin, melainkan wadah strategis untuk membentuk aparatur yang disiplin, profesional, dan siap siaga menghadapi berbagai potensi bencana di Kota Makassar.
“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, menjaga kedisiplinan, serta aktif berdiskusi dengan para pemateri dari Pusdiklat BNPB. Ilmu yang diperoleh jangan hanya berhenti di sini, tetapi harus diterapkan dalam tugas sehari-hari serta dibagikan kepada rekan kerja lainnya. Dengan begitu, kita dapat membangun tim solid, profesional, dan siap siaga dalam melindungi masyarakat Kota Makassar,” ujar Fadli.
Pelatihan yang menghadirkan instruktur dari Pusdiklat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini difokuskan pada peningkatan kapasitas teknis dan manajerial staf, khususnya dalam mitigasi, kesiapsiagaan, dan penanganan darurat bencana. Materi yang diberikan tidak hanya teori, tetapi juga praktik lapangan yang diharapkan mampu mengasah keterampilan peserta.
BPBD Makassar menilai bahwa Kota Makassar sebagai daerah metropolitan memiliki kerentanan terhadap berbagai jenis bencana, baik banjir, kebakaran pemukiman, hingga bencana non-alam. Oleh karena itu, penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu prioritas utama dalam mendukung strategi penanggulangan bencana yang cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Selain itu, pelatihan ini juga menjadi momentum mempererat kebersamaan dan komunikasi antarstaf. Dengan bekal pengetahuan baru, setiap peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkup kerjanya, sehingga budaya kerja tangguh bencana dapat semakin melekat di lingkungan BPBD Makassar.
Melalui program ini, Pemkot Makassar bersama BPBD ingin memastikan bahwa seluruh aparaturnya memiliki standar kompetensi yang mumpuni. Harapannya, setiap langkah yang diambil tidak hanya memperkuat kesiapsiagaan internal, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa pemerintah hadir dan siap melindungi mereka dari segala potensi bencana.
Luwu, 13 Agustus 2025, riuhmedia.com — PT Masmindo Dwi Area (MDA) bersama Kodim 1403/Palopo dan masyarakat Desa Rante Balla, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, melaksanakan groundbreaking program revitalisasi sarana air bersih sebagai tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi yang telah digelar sebelumnya. Program ini merupakan bagian dari inisiatif unggulan TNI AD “TNI AD Manunggal Air” untuk mendukung upaya penyediaan akses air bersih yang layak di wilayah pedesaan.

Acara groundbreaking ini dihadiri langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 1403/Palopo, Letkol Infanteri Windra Sukma Prihantoro; perwakilan Manajemen MDA; Camat Latimojong, Nuragam; serta Plt. Kepala Desa Rante Balla. Kehadiran para pihak tersebut menandai dimulainya program pipanisasi yang akan memberikan manfaat langsung kepada lebih dari 100 kepala keluarga di Desa Rante Balla.
Dalam sambutannya, Dandim 1403/Palopo Letkol Infanteri Windra Sukma Prihantoro menyampaikan apresiasi kepada MDA atas dukungan penuhnya dalam program ini.
“TNI AD melalui program Manunggal Air terus berkomitmen membantu rakyat, termasuk dalam penyediaan sarana air bersih yang menjadi kebutuhan dasar. Kami berharap sinergi seperti ini dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.

Kepala Teknik Tambang MDA, Mustafa Ibrahim, juga menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung penuh pelaksanaan program ini.
“Akses air bersih adalah salah satu fondasi kehidupan yang sehat dan produktif. MDA bangga dapat berkolaborasi dengan TNI AD dan masyarakat Rante Balla. Kami percaya pembangunan ini akan memberi dampak positif yang berkelanjutan bagi kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup warga,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Latimojong, Nuragam, menyampaikan terima kasih sekaligus harapan agar program ini dapat memberi manfaat yang luas.
“Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar dan bisa direplikasi di desa-desa lain di Latimojong, sehingga manfaatnya dirasakan secara merata dan berkelanjutan,” katanya.
Pembangunan sistem pipanisasi ini ditargetkan selesai dalam waktu singkat, sehingga distribusi air bersih segera dirasakan warga Desa Rante Balla. MDA bersama Kodim 1403/Palopo juga mengajak seluruh warga untuk aktif berpartisipasi dan mengawal kelancaran proyek ini hingga tuntas.
Riuhmedia.com | Luwu, 23 Juli 2025 – PT Masmindo Dwi Area (MDA) menegaskan komitmennya terhadap kepatuhan hukum dengan memastikan seluruh operasional tambang emas Awak Mas menggunakan bahan bakar minyak (BBM) industri non-subsidi. Pernyataan ini disampaikan menyusul munculnya dugaan penggunaan BBM subsidi di lokasi proyek yang berlokasi di Rante Balla, Latimojong, Luwu, Sulawesi Selatan.
Dalam klarifikasinya, MDA menyebut seluruh pasokan BBM untuk kendaraan dan alat berat berasal dari jalur resmi melalui PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. Jenis BBM yang digunakan adalah solar industri, yang sepenuhnya sesuai dengan Peraturan Presiden No. 191 Tahun 2014 dan UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, yang melarang keras penggunaan BBM subsidi di sektor pertambangan.
Terkait isu bahwa PT Sri Global Mandiri (SGM) disebut-sebut sebagai penyuplai BBM ke MDA, perusahaan menjelaskan bahwa SGM bukan mitra langsung, melainkan subkontraktor transporter yang ditunjuk oleh PT Sinarjaya Global Mandiri (SJGM)—mitra dari PT Petrosea, salah satu kontraktor MDA.
“Jika ditemukan adanya pasokan BBM di luar sistem resmi, hal itu menjadi perhatian serius kami,” tegas MDA dalam siaran persnya.
Mustafa Ibrahim, Kepala Teknik Tambang MDA, menyatakan bahwa perusahaan tengah melakukan penelusuran internal dan memperkuat koordinasi guna memastikan kepatuhan seluruh vendor terhadap regulasi.
“Kami sangat setuju bahwa pengelolaan sumber daya alam harus dijalankan secara bertanggung jawab dan transparan. Oleh karenanya, kami akan terus memperkuat pengawasan internal terhadap rekanan agar seluruh operasional tetap berada dalam koridor kepatuhan terhadap peraturan,” ujarnya.
MDA juga menyayangkan jika benar terjadi praktik penyaluran BBM subsidi ke area proyek, karena dapat merugikan reputasi perusahaan serta mengganggu sistem operasional yang sah. Mereka menekankan pentingnya semua pihak, termasuk media dan masyarakat, mengedepankan informasi yang valid dan terverifikasi.
LUWU, RIUHMEDIA.COM – PT Masmindo Dwi Area (MDA) menyatakan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan, kemitraan profesional, serta pemenuhan regulasi tambang yang ketat, menyusul pernyataan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman yang meminta evaluasi atas aktivitas pertambangan di Kabupaten Luwu.
Melalui keterangan resmi yang diterima redaksi pada 8 Juli 2025, manajemen MDA menegaskan bahwa seluruh operasional perusahaan dijalankan berdasarkan prinsip tata kelola yang baik, kepatuhan hukum, serta keberlanjutan sosial dan lingkungan jangka panjang.
Metode Tambang Aman dan Sah
MDA menjelaskan bahwa metode pertambangan terbuka (open pit mining) dipilih berdasarkan karakteristik endapan emas di kawasan Pegunungan Latimojong. Metode ini dinilai paling aman dan sesuai dengan kondisi geologis lokal.
“Kami mengacu pada standar nasional dan internasional, termasuk pemantauan geoteknik serta perencanaan desain lereng yang matang,” tulis pernyataan MDA, merujuk pada studi akademik terbaru dari jurnal Mining tahun 2025.
MDA juga menyatakan bahwa seluruh kegiatan telah sesuai dengan dokumen AMDAL yang disahkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada 2019 dan mematuhi Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Tanggapi Kemitraan dengan Perseroda
Menanggapi sorotan Gubernur terkait keterlibatan Badan Usaha Milik Daerah (Perseroda), MDA menyambut baik inisiatif tersebut, namun menekankan pentingnya kapasitas teknis dan legal dalam praktik pertambangan. MDA telah menandatangani nota kesepahaman strategis dengan Perseroda Sulsel pada Mei 2025, dengan fokus pada penguatan fungsi pengawasan dan pembelajaran teknis.
“Kolaborasi ini kami harapkan dapat berkembang menjadi kerja sama pelaksanaan yang berbasis pada kompetensi dan standar industri,” ungkap perwakilan perusahaan.
Komitmen Revegetasi dan Pemulihan Ekosistem
Sebagai bagian dari strategi keberlanjutan, MDA telah menerapkan rehabilitasi progresif sejak tahap konstruksi. Program revegetasi mencakup penanaman pohon endemik, pengendalian erosi, sistem drainase hijau, dan penataan kawasan pasca-tambang untuk keperluan konservasi.
Studi dari Zine et al. dalam jurnal Mining (2023) juga dikutip sebagai acuan MDA dalam proses reklamasi ekologis yang mampu memulihkan ekosistem dalam rentang waktu 5 hingga 10 tahun.
Direktur Legal dan Corporate Services MDA, Erlangga Gaffar, menambahkan, “Kami menjunjung tinggi prinsip transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi. Kami terbuka berdialog dengan semua pemangku kepentingan demi memastikan manfaat optimal bagi masyarakat dan lingkungan.”
Dukung Pembangunan Daerah Berkelanjutan
Dengan komitmen terhadap transparansi dan kolaborasi lintas sektor, MDA menyatakan kesiapannya bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Luwu untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi daerah.
Riuhmedia.com | Luwu, 28 Juni 2025 — PT Masmindo Dwi Area (MDA) akhirnya angkat bicara terkait aksi pemblokiran jalan dan pemaksaan masuk ke area tambang yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan keluarga Bustam Titing. Aksi yang telah berlangsung selama enam hari di wilayah Latimojong, Kabupaten Luwu ini dinilai telah mengganggu distribusi logistik dan operasional tambang yang sah.
Dalam keterangan resminya, MDA menegaskan bahwa lahan yang diklaim oleh kelompok tersebut telah melalui proses pembebasan yang sesuai dengan ketentuan hukum. Proses verifikasi dilakukan melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah kabupaten, bahkan dilaporkan secara resmi ke Satuan Tugas Percepatan Investasi Kabupaten Luwu sebagai bentuk transparansi.
“Kami menegaskan bahwa area tambang bukan zona publik bebas akses. Tindakan masuk secara paksa dan memblokir jalur logistik jelas bertentangan dengan hukum serta mengganggu kegiatan operasional yang telah sah. Kami tetap mengedepankan dialog, namun tidak dapat mentolerir pelanggaran hukum,” tegas Mustafa Ibrahim, Kepala Teknik Tambang MDA.
Isu ini mencuat setelah pihak yang mengatasnamakan keluarga Bustam Titing mengklaim adanya situs makam di area tambang. Menanggapi hal tersebut, MDA mengaku sudah menawarkan solusi bermartabat, yakni relokasi makam ke lokasi yang lebih aman dan layak, dengan seluruh biaya ditanggung oleh perusahaan.
Namun, jika masih terdapat klaim tambahan di luar dokumen resmi, MDA menyatakan penyelesaiannya harus melalui jalur hukum. Pengakuan sepihak tanpa dasar administrasi yang sah dinilai berpotensi merusak iklim investasi dan menciptakan preseden buruk bagi ketertiban hukum di wilayah tersebut.
Perlu diketahui, area tambang MDA termasuk dalam kategori Objek Vital Tertentu (OVT) yang diatur ketat oleh ketentuan keselamatan dan perizinan. Sesuai Pasal 162 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, setiap tindakan yang menghalangi kegiatan pertambangan yang sah merupakan pelanggaran hukum.
MDA juga menyampaikan bahwa saat ini mereka terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan unsur pengamanan demi menjaga situasi tetap kondusif. Perusahaan berkomitmen untuk memastikan kelangsungan operasi tambang, serta memberikan perlindungan kepada karyawan, masyarakat lokal, dan mitra kerja yang terdampak.
Tentang MDA
PT Masmindo Dwi Area adalah perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah Rante Balla, Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, dengan izin resmi sesuai ketentuan pemerintah.