Riuhmedia.com | Makassar, 25 Juni 2025 — PT Masmindo Dwi Area (MDA) resmi menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Sulsel Citra Indonesia (Perseroda Sulsel) dalam sebuah langkah strategis untuk memperkuat kemitraan kelembagaan di Sulawesi Selatan. Kolaborasi ini ditujukan untuk mendorong keterlibatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam rantai pasok industri pertambangan, sekaligus memperkuat ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Direktur Utama MDA, Trisakti Simorangkir, menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik kerjasama ini. Ia menegaskan, sejak awal MDA berkomitmen membangun sinergi bersama dengan Perseroda Kabupaten Luwu, yang saat ini masih dalam proses pendirian. “Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya berdampak pada penguatan sektor industri, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar area tambang,” ujarnya.

Senada dengan itu, Direktur Utama Perseroda Sulsel, Asradi, S.E., M.H., menekankan pentingnya pengelolaan kerjasama yang profesional dan transparan. “Kami melihat ini sebagai peluang besar untuk membangun kolaborasi yang saling menguntungkan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” ungkap Asradi.
Selain menggandeng Perseroda Sulsel, MDA juga sebelumnya telah menjalin kemitraan dengan koperasi-koperasi yang beranggotakan masyarakat lingkar tambang. Langkah ini menjadi bagian dari roadmap perusahaan untuk memperluas keterlibatan berbagai pemangku kepentingan lokal. Tujuannya jelas: memastikan bahwa manfaat dari investasi pertambangan bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat setempat.
Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan ekonomi daerah, khususnya di Kabupaten Luwu dan Sulawesi Selatan pada umumnya, dapat tumbuh lebih inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan prinsip-prinsip pemberdayaan lokal dan tanggung jawab sosial perusahaan.
Riuhmedia.com, Makassar – As’ad Azhari Isrullah resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Otomotif Sulawesi Selatan. Penetapan ini disampaikan langsung oleh Ketua BPD HIPMI Sulsel, Andi Amar, dalam sebuah forum resmi yang berlangsung di Kota Makassar.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus BPD HIPMI Sulsel, perwakilan BPC HIPMI dari berbagai daerah, serta sejumlah pelaku usaha muda di sektor otomotif. Penetapan ini menjadi tonggak awal bagi arah baru HIPMI Otomotif di Sulsel, dengan harapan mampu memperkuat peran strategis sektor otomotif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Penetapan Melalui Musyawarah dan Pertimbangan Kepemimpinan
Andi Amar dalam sambutannya menyampaikan bahwa proses penetapan dilakukan melalui musyawarah mufakat berdasarkan hasil evaluasi dan pertimbangan mendalam terhadap kapasitas dan komitmen kepemimpinan.
“Kami percaya As’ad Azhari Isrullah adalah figur yang mampu membawa HIPMI Otomotif Sulsel lebih maju, kolaboratif, dan progresif. Ia memiliki visi kuat serta pengalaman di sektor otomotif yang bisa menginspirasi generasi pengusaha muda,” ujar Andi Amar.
Visi Ketua Terpilih: Ekosistem Otomotif yang Inklusif dan Berdaya Saing
Dalam sambutannya usai ditetapkan, As’ad Azhari Isrullah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan komitmennya untuk membangun HIPMI Otomotif sebagai organisasi yang solid, profesional, dan mampu menjadi pendorong pertumbuhan sektor otomotif di Sulawesi Selatan.
“Ini adalah amanah besar yang akan kami jalankan dengan semangat kolaborasi dan inovasi. HIPMI Otomotif harus menjadi ruang inklusif bagi seluruh pelaku usaha muda untuk tumbuh bersama dan menghadapi tantangan industri masa depan,” ungkap As’ad.
Program Prioritas: Digitalisasi dan Penguatan Jaringan Usaha
As’ad juga mengungkapkan beberapa program prioritas yang akan dijalankannya di awal masa kepemimpinan, di antaranya:
1. Penguatan kapasitas pelaku usaha muda melalui pelatihan dan pendampingan.
2. Peningkatan kolaborasi dengan stakeholder pemerintah dan swasta.
3. Digitalisasi bisnis otomotif dan adopsi teknologi baru.
4. Pembukaan akses terhadap pasar dan permodalan bagi anggota HIPMI Otomotif.
Langkah Selanjutnya: Penyusunan Kepengurusan dan Musda
Setelah penetapan ini, langkah selanjutnya adalah menyusun struktur kepengurusan lengkap BPD HIPMI Otomotif Sulsel. Selain itu, akan digelar Musyawarah Daerah (Musda) sebagai bagian dari agenda organisasi untuk memperkuat arah dan strategi kepengurusan baru.
Riuhmedia.com, Luwu, 16 Juni 2025 — Sebagai wujud penghormatan terhadap kearifan lokal dan budaya masyarakat Luwu, PT Masmindo Dwi Area (MDA) melaksanakan prosesi adat Mangngolo Ri Arajang di Salassae Kedatuan Luwu, Minggu (15/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari sosialisasi menyeluruh menjelang dimulainya tahapan penting operasional tambang berupa peledakan (blasting) yang dilakukan secara terukur dan terkendali.
Prosesi sakral ini dipimpin langsung oleh YM Cenning Luwu Hj Andi ST Husaima, Opu Daeng Ripajung, serta perwakilan dari Kedatuan Luwu. Hadir pula dalam kegiatan tersebut para pemangku adat dari berbagai wilayah, seperti Anak Tellue, Maddika Bua, Maddika Ponrang, Makole Baebunta, dan Maddika Ulusalu, serta perwakilan manajemen MDA yang dipimpin oleh Kepala Teknik Tambang.
Mangngolo Ri Arajang merupakan ritual adat yang mengandung makna permohonan restu dari leluhur dan seluruh unsur kehidupan, baik yang kasat mata maupun tidak, demi kelancaran sebuah hajat besar seperti kegiatan pertambangan. Ini mencerminkan keselarasan antara pembangunan industri dan nilai-nilai budaya.
Dalam sambutannya, YM Maddika Bua, mewakili YM Opu Cenning, menegaskan pentingnya memulai setiap langkah besar dengan penghormatan terhadap adat.

“Kami mengapresiasi langkah MDA yang tidak hanya menjalankan kewajiban teknis, tapi juga mengedepankan keselarasan dengan nilai budaya dan spiritual masyarakat Luwu,” ujarnya.
Sebelumnya, MDA telah melakukan sosialisasi teknis secara intensif kepada masyarakat sekitar tambang, termasuk penjelasan soal radius aman, prosedur keselamatan, hingga mitigasi dampak kegiatan blasting. Perusahaan juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Forkopimda, serta perangkat desa.
Kepala Teknik Tambang MDA, Mustafa Ibrahim, menyampaikan bahwa kegiatan blasting telah dirancang dengan standar keselamatan tinggi dan memenuhi semua ketentuan perizinan dari pihak Kepolisian dan Kementerian ESDM.
Melalui pendekatan kolaboratif ini, PT Masmindo Dwi Area menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan modern tetap bisa berjalan selaras dengan budaya lokal, dengan menghormati nilai spiritual yang hidup dalam masyarakat.
Latimojong, riuhmedia.com, 9 Juni 2025 — Dalam semangat menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H, PT Masmindo Dwi Area (MDA) kembali menunjukkan komitmennya terhadap masyarakat sekitar dengan menyalurkan 21 ekor sapi kurban ke desa-desa di sekitar wilayah operasionalnya di Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) MDA yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. MDA memandang momen Idul Adha bukan hanya sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai ajang untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan antara perusahaan dan masyarakat.
Seluruh hewan kurban yang disalurkan diperoleh melalui kerja sama dengan koperasi dan peternak lokal. Hal ini mencerminkan komitmen MDA dalam mendukung ekonomi desa serta mendorong tumbuhnya usaha mikro dan kecil di sektor peternakan. Dengan melibatkan pelaku usaha lokal, MDA berupaya menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi berbasis potensi daerah.
Proses distribusi hewan kurban dilakukan melalui koordinasi yang intensif dengan pemerintah desa dan pengurus masjid setempat. Tujuannya adalah memastikan bahwa penyaluran bantuan berjalan secara adil, transparan, dan tepat sasaran. Setiap desa penerima telah melalui proses identifikasi kebutuhan agar hewan kurban dapat disalurkan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
“Idul Adha adalah momentum untuk berbagi dan menunjukkan kepedulian. Kami ingin kehadiran MDA memberi manfaat nyata, tak hanya lewat penyaluran kurban, tetapi juga melalui pelibatan aktif masyarakat dalam prosesnya,” ujar Kepala Teknik Tambang MDA, Mustafa Ibrahim.
Tak hanya sekadar penyaluran bantuan, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat hubungan jangka panjang antara perusahaan dan masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, MDA ingin hadir sebagai mitra yang tumbuh bersama warga, bukan hanya sebagai pelaku industri.
Melalui kegiatan kurban ini, MDA berharap dapat menebar keberkahan, memperkuat ikatan sosial, serta mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera dan mandiri di wilayah Latimojong dan sekitarnya. Ke depan, MDA akan terus berkomitmen menghadirkan program-program berbasis kebutuhan lokal yang mampu membawa manfaat nyata dan berkelanjutan.
Makassar, riuhmedia.com – Suasana penuh semangat dan kehangatan menyelimuti Benteng Fort Rotterdam, Makassar, saat Makassar International Writers Festival (MIWF) 2025 kembali digelar.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri sekaligus membacakan puisi dalam perhelatan Makassar International Writers Festival (MIWF) 2025 yang digelar di Benteng Fort Rotterdam, Makassar, Minggu (2/6/2025).
Di tengah riuhnya Benteng Fort Rotterdam yang dipenuhi penikmat sastra dari berbagai penjuru, suasana mendadak hening ketika Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melangkah ke panggung.
Bukan untuk berpidato atau membuka acara secara formal, melainkan untuk membacakan sebuah puisi yang sarat makna dan emosi: “Pulang ke Dapur Ibu” karya M. Aan Mansyur.
Dengan suara tenang namun bergetar, Munafri menyampaikan bait-bait yang menyentuh tentang rumah, kenangan, dan sosok ibu. Para penonton pun tampak larut dalam keheningan, mendengarkan setiap kata dengan penuh perhatian.
Di momen itu, sastra menjadi jembatan emosional yang menyatukan pemimpin dan masyarakat, dalam ruang yang penuh rasa.
Munafri juga mengaku terkesima dengan atmosfer dan antusiasme masyarakat yang hadir dalam acara tersebut. Ia berharap MIWF ke depan bisa menjadi salah satu event andalan Kota Makassar yang mampu menarik minat masyarakat luas.
“Saya dikasih pilihan judul yang agak sulit bikin konsentrasi karena bicara tentang Ibu. Pilihan kedua soal benci di antara orang-orang bahagia, juga tidak mudah. Tapi saya pilih ‘Pulang ke Dapur Ibu’,” ungkapnya.
Usai tampil memukai di panggung, saat ditemui. Munafri menekankan pentingnya dukungan pemerintah terhadap perkembangan dunia seni dan sastra. Ia menyebut bahwa MIWF bukan hanya tentang penulis, tapi juga melibatkan berbagai seniman dan pelaku seni lintas bidang.
“Acara ini bisa dihadiri 15 sampai 20 ribu orang selama proses pelaksanaannya. Kami terus memberikan support. Tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak mendukung event sebesar ini,” ujar Munafri.
Festival yang telah menjadi icon literasi dan seni di Indonesia Timur ini kembali menghadirkan ratusan penulis, seniman, dan penikmat sastra dari berbagai daerah dan negara.
Tahun ini terasa istimewa dengan kehadiran Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang tak hanya datang sebagai tamu, tetapi juga turut larut dalam atmosfer sastra dengan membacakan salah satu puisi karya M. Aan Mansyur.
Ia pun berkomitmen bahwa Pemkot Makassar akan memberikan dukungan yang lebih besar di tahun mendatang.
“Insya Allah tahun depan, pemerintah akan ikut bersama-sama membesarkan event ini agar bisa memberikan manfaat lebih besar bagi warga Kota Makassar dan membuka ruang lebih luas bagi pelaku seni di dunia,” tambahnya.
Makassar, riuhmedia.com – Pelantikan pengurus Karang Taruna Kampus (KTK) Provinsi Sulawesi Selatan berlangsung meriah di Ruang Pola Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (31/5/25).
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai macam elemen, mulai dari tataran pemerintahan, pimpinan kampus, dan lembaga kemahasiswaan atau kepemudaan yang tersebar di seluruh provinsi sulawesi selatan.
Ketua Panitia Pelantikan Sekaligus Ketua Bidang 1 (organisasi, kaderisasi, keanggotaan) Karang Taruna Kampus Sulsel, Taj Faiz, menyampaikan rasa syukur atas antusiasme dan support partisipan yang hadir mulai dari jajaran pemerintahan, pimpinan kampus, dan lembaga organisasi mahasiswa dan pemuda lainnya.
Menurutnya, antusiasme ini merupakan tanggung jawab yang sangat besar bagi pengurus melihat betapa besar harapan yang dititipkan pada pengurus.

“Ini tentunya menjadi tantangan yang luar biasa untuk pengurus. Selain karena sejarah baru adanya Unit Kerja Karang Taruna di lingkup kampus, juga bagaimana Karang Taruna Kampus ini dapat bersinergi dengan seluruh elemen terkait di daerah” tuturnya.
Disisi lain beliau menuturkan bahwa Karang Taruna Kampus merupakan gagasan murni dari Timur Indonesia yang insya allah harapannya dapat tersebar di seluruh pelosok negeri.
“Ide ini digagas oleh Ketua Harmansyah selaku Ketua KT Sulsel yang dalam pembentukan nya melibatkan mahasiswa/i dari berbagai macam kampus di seluruh sulawesi selatan, dan ide ini lah yang akan kami gaungkan ke seluruh pelosok negeri demi mengakselerasikan tatanan sosial yang lebih sejahtera” tutur nya
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kampus Sulsel, Andi Raja Gau menuturkan akan ada 2 poin yang menjadi prioritas selama ia memimpin.
“Kita fokus dengan internalisasi Karang Taruna Kampus dulu, kita bentuk karang taruna di tiap kampus se sulsel dan tentunya menjalin kolaborasi dengan pemerintahan setempat agar dalam pelaksanaan program organisasi dapat berjalan dengan tepat sasaran, efektif dan efisien”tuturnya.
Sementara itu, Ketua pengurus Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan, Harmansyah, berharap KTK dapat menjadi motor penggerak kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan di kampus-kampus.
Belopa, riuhmedia.com, 20 Mei 2025 — PT Masmindo Dwi Area (MDA) bersama Kodim 1403/Palopo dan masyarakat Desa Rante Balla, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, menjalin kolaborasi dalam program revitalisasi sarana air bersih. Program ini merupakan bagian dari inisiatif unggulan TNI AD yang dikenal dengan “TNI AD Manunggal Air”, sebagai implementasi perintah Panglima TNI dalam mendukung pemerintah menurunkan angka stunting melalui penyediaan akses air bersih di wilayah pedesaan.
Program revitalisasi ini dirancang untuk memberikan manfaat langsung kepada lebih dari 100 kepala keluarga di Desa Rante Balla. Melalui pembangunan sistem pipanisasi, diharapkan distribusi air bersih dapat menjangkau seluruh rumah tangga secara merata dan berkelanjutan.
Sebagai langkah awal, Kodim 1403/Palopo menggelar kegiatan sosialisasi yang bertempat di Kantor Koramil Bastem, Desa Rante Balla. Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan rencana kerja program revitalisasi sekaligus menjaring aspirasi masyarakat guna mendukung kelancaran pelaksanaan di lapangan.
Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Plh. Danramil Bastem, perangkat desa, tokoh masyarakat, warga Desa Rante Balla, serta perwakilan dari MDA. Dalam sambutannya, Plh. Danramil Bastem, Peltu Amaludin, menyampaikan,
“Program Manunggal Air ini merupakan bagian dari upaya kami untuk membantu rakyat. Kami berharap, dengan sinergi bersama MDA dan masyarakat, pelaksanaan program ini dapat berjalan lancar dan memberikan dampak nyata terhadap kesehatan dan kehidupan warga.”
Masyarakat menyambut positif kolaborasi ini. Panggola, salah satu warga, menyampaikan, “Kami warga Rante Balla mengucapkan terima kasih kepada Kodim 1403/Palopo dan MDA atas kerja sama ini.” Ia juga menegaskan kesiapan masyarakat untuk turut mengawal dan mendukung suksesnya program tersebut. Kepala Teknik Tambang MDA, Mustafa Ibrahim, menyatakan komitmennya dalam mendukung program ini.
“Akses terhadap air bersih adalah kebutuhan dasar. Kami bangga dapat terlibat aktif bersama TNI AD dalam mewujudkannya. Kami percaya, program ini akan memberikan dampak jangka panjang yang positif bagi kehidupan warga,” ujar Mustafa.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara masyarakat, TNI AD, dan perusahaan dalam mewujudkan akses air bersih yang layak dan berkelanjutan di Desa Rante Balla
Jakarta, riuhmedia.com – Belakangan ini, publik dikejutkan oleh temuan grup Facebook fantasi sedarah yang isinya sungguh menjijikkan. Grup ini terang-terangan menjadi tempat bagi para penyimpang seksual untuk berbagi cerita, fantasi, bahkan foto yang melibatkan keluarga kandung sendiri dalam konteks seksual. Fantasi inses yang selama ini dianggap tabu, justru tumbuh dan tersebar di ruang publik digital.
Lebih mengerikan lagi, ada seorang ayah yang membagikan foto anak balitanya sendiri. Ini bukan hanya penyimpangan moral, tetapi juga bentuk nyata dari kekerasan seksual terhadap anak. Banyak warganet bereaksi keras, menyebut grup ini sebagai “najis digital”, bahkan meminta aparat segera turun tangan.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, langsung bersuara, “Saya minta Bareskrim Polri bertindak. Ini tidak bisa dibiarkan, karena sangat meresahkan dan menyimpang.”
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menegaskan bahwa pihaknya akan memproses jika ada pelanggaran hukum yang terjadi.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) pun turut bergerak. Mereka menghubungi pihak Facebook dan memproses laporan masyarakat. Seperti yang ditegaskan oleh Menteri Kominfo
, “Ini bukan soal kebebasan berekspresi, ini tindakan kriminal.”
Namun persoalannya tidak berhenti di situ. Fakta bahwa grup semacam ini bisa eksis lama dan memiliki ribuan anggota menunjukkan bahwa algoritma media sosial masih memberikan ruang untuk konten menyimpang. Ini adalah alarm keras bahwa ruang digital kita belum aman, terutama bagi anak-anak.
Ke mana negara selama ini? Mengapa baru bertindak setelah publik gaduh?
Ini bukan sekadar soal hukum, tapi soal nilai. Kita bicara soal anak-anak, tentang bagaimana dunia digital bisa menjadi ruang kejahatan jika tak diawasi. Negara harus hadir bukan hanya setelah viral, tetapi sejak konten menyimpang mulai tumbuh.
Sistem pengawasan yang selama ini dijalankan seolah belum mampu mengantisipasi perkembangan cepat di dunia maya. Bahkan, fenomena ini mengingatkan kita bahwa kejahatan seksual tidak hanya terjadi di dunia nyata, tetapi sudah merambah ke ranah virtual yang tanpa batas. Hal ini jelas menjadi tantangan bagi aparat penegak hukum dan regulator digital untuk berinovasi dalam cara pengawasan dan penindakan.
Menunggu kasus ini padam tanpa perbaikan sistem hanya akan menunda lahirnya “grup-grup sesat” berikutnya. Jika negara abai, maka publik akan percaya bahwa ruang digital adalah hutan tanpa hukum.
Sudah saatnya ada regulasi lebih tegas dan kolaborasi aktif antara pemerintah, platform digital, dan masyarakat agar ruang digital menjadi tempat yang aman bagi semua, terutama anak-anak yang rentan menjadi korban. Jangan sampai ruang maya menjadi sarang fantasi mengerikan yang mengancam masa depan generasi kita.
Luwu, riuhmedia.com, 10 Mei 2025 – PT Masmindo Dwi Area (MDA) melakukan audiensi resmi perdana dengan Bupati dan Wakil Bupati Luwu periode 2024–2029, H. Patahudding dan Muh. Dhevy Bijak Pawindu, sejak mereka dilantik pada Februari lalu. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun sinergi antara MDA dan Pemerintah Kabupaten Luwu dalam mendukung komunikasi terbuka dan koordinasi intensif antara perusahaan dan pemerintah daerah.
Audiensi ini menjadi tonggak strategis untuk menyatukan visi antara pemerintah daerah dan MDA dalam mendorong percepatan realisasi Awak Mas Project (AMP). AMP merupakan proyek tambang emas yang dimiliki dan dijalankan oleh MDA bersama dua mitra utamanya, yakni PT Petrosea Tbk dan PT Macmahon Indonesia, serta didukung oleh mitra-mitra lokal.
Proyek ini ditargetkan memulai produksi perdana (First Gold) pada Agustus 2026 dan diharapkan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi baru di Kabupaten Luwu dan Provinsi Sulawesi Selatan melalui percepatan operasional Proyek Awak Mas.
Audiensi yang berlangsung di Kantor Bupati Luwu ini dihadiri oleh jajaran pimpinan MDA, antara lain Direktur Legal & Corporate Services Erlangga Gaffar, Direktur Finance Tammam Jannata, serta jajaran perwakilan manajemen perusahaan. Dari unsur pemerintah daerah, hadir Bupati dan Wakil Bupati Luwu, Kepala Kejaksaan Negeri Luwu, Kapolres Luwu, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Luwu, serta perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam pertemuan tersebut, MDA memaparkan perkembangan terbaru Proyek Awak Mas, termasuk capaian dalam penyelesaian perizinan utama, program-program pemberdayaan masyarakat, pengamanan lahan, serta rencana pembangunan infrastruktur tambang yang akan segera dimulai.
Selain menyampaikan progres, MDA juga menjelaskan sejumlah tantangan yang dihadapi di lapangan, antara lain terkait klaim kepemilikan lahan dan keberadaan makam di dalam area konsesi tambang.
Erlangga Gaffar menyampaikan apresiasi atas sambutan dan dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Luwu. “Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat komunikasi dan membangun kolaborasi yang solid. Kami percaya bahwa melalui keterbukaan, koordinasi yang erat, serta dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, Proyek Awak Mas dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Luwu,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Luwu H. Patahudding menekankan pentingnya kontribusi konkret dari MDA terhadap pembangunan daerah. Ia menyatakan dukungan penuh kepada perusahaan untuk segera memulai tahap operasional, dengan harapan keberadaan Proyek Awak Mas mampu memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat. Bupati juga menegaskan pentingnya komunikasi terbuka dan koordinasi intensif antara perusahaan dan pemerintah daerah sebagai fondasi utama dalam menjamin kelancaran proyek strategis ini.
Audiensi ini menjadi tonggak strategis dalam menyatukan visi antara Pemerintah Kabupaten Luwu dan MDA guna mendorong percepatan realisasi Proyek Awak Mas (Awak Mas Project/AMP). AMP merupakan proyek tambang emas yang dimiliki dan dijalankan oleh MDA bersama dua mitra utamanya, yaitu PT Petrosea Tbk dan PT Macmahon Indonesia, serta didukung oleh mitra-mitra lokal.
Proyek ini ditargetkan untuk memulai produksi perdana (First Gold) pada Agustus 2026 dan diproyeksikan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi baru, tidak hanya bagi Kabupaten Luwu, tetapi juga bagi Provinsi Sulawesi Selatan secara keseluruhan.
Riuhmedia.com, Luwu, 6 Mei 2025 — PT Masmindo Dwi Area (MDA) menerima penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Luwu atas kepatuhan dalam pembayaran pajak selama tahun 2024. Penghargaan ini diberikan dalam acara bertajuk “Pajak Lancar, Tanda Bukti Kita Cinta Kabupaten Luwu”, yang diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi terhadap para wajib pajak yang berkontribusi aktif terhadap pendapatan daerah.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Luwu, H. Pattahuding, kepada MDA sebagai salah satu pembayar pajak daerah terbesar. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas tanggung jawab perusahaan-perusahaan yang telah tertib dalam melaksanakan kewajiban perpajakan. Ia menekankan pentingnya peran pajak dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Luwu.
“Kami sangat menghargai kepatuhan para penerima penghargaan yang telah menunjukkan tanggung jawabnya melalui pembayaran pajak secara tertib. Ini sangat membantu mendukung pembangunan daerah dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Pattahuding.
Menanggapi penghargaan tersebut, General Manager Commercial MDA, Samsurizal Adi Bharata, menyampaikan apresiasi dan komitmen perusahaan untuk terus berkontribusi positif.
“Kami selalu memandang pajak sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam berperan untuk kemajuan daerah. Penghargaan ini tentu menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memberikan kontribusi terbaik,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa MDA berharap kegiatan operasional tambang dapat segera terealisasi agar kontribusi terhadap Kabupaten Luwu dapat semakin optimal di masa depan.