Makassar, Riuhmedia.com — Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi banjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mulai melakukan pemasangan Early Warning System (EWS) Banjir di sejumlah titik rawan genangan dan aliran sungai di wilayah Kota Makassar.
Perangkat EWS ini berfungsi sebagai alat deteksi dini bencana banjir yang bekerja secara otomatis untuk memantau ketinggian air sungai secara real-time. Saat permukaan air mencapai batas waspada, sistem akan mengaktifkan alarm atau sirine peringatan yang bisa didengar oleh warga sekitar, sehingga masyarakat memiliki waktu lebih cepat untuk melakukan langkah antisipasi.
Langkah inovatif ini merupakan bagian dari Program Penguatan Mitigasi Berbasis Teknologi yang diinisiasi BPBD Kota Makassar. Program tersebut dirancang untuk memperkuat sistem deteksi dini, mempercepat respon masyarakat, dan mendukung visi pemerintah kota dalam membangun kota tangguh bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. H. Muhammad Fadli, S.E., M.M., menjelaskan bahwa penggunaan teknologi dalam mitigasi bencana menjadi hal yang penting di tengah perubahan iklim dan meningkatnya risiko hidrometeorologi di wilayah perkotaan.
“Melalui sistem peringatan dini ini, kami ingin masyarakat dapat lebih siap dan tanggap menghadapi potensi banjir. Teknologi ini membantu mempercepat proses evakuasi dan mengurangi risiko kerugian, baik material maupun korban jiwa,” ungkapnya.
EWS banjir ini dipasang di beberapa titik strategis yang telah dipetakan BPBD bersama instansi terkait seperti Dinas PU, Dinas Kominfo, dan kelurahan setempat. Pemilihan lokasi dilakukan berdasarkan kajian risiko bencana dan riwayat genangan air yang cukup tinggi di musim hujan.
Selain pemasangan alat, BPBD Makassar juga melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada warga sekitar titik EWS, agar mereka memahami cara merespons tanda peringatan dengan cepat dan aman.
Program ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun sistem kesiapsiagaan yang adaptif dan berkelanjutan.
“BPBD Kota Makassar berkomitmen terus berinovasi dalam pengurangan risiko bencana dengan dukungan teknologi. Kesiapsiagaan bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama,” tambah Fadli.
Dengan kehadiran EWS Banjir, BPBD Makassar optimis masyarakat dapat lebih waspada, tanggap, dan tangguh menghadapi ancaman banjir di musim penghujan mendatang.
Riuhmedia.com | Luwu — Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Investasi Kabupaten Luwu bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA) terus memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan perusahaan melalui pelaksanaan Forum Desa (Fordes). Kali ini, kegiatan dilanjutkan di Desa Boneposi, Kecamatan Latimojong, sebagai bagian dari rangkaian penguatan kolaborasi dalam mendorong ekonomi desa di sekitar wilayah tambang Awak Mas Project.
Sekretaris Pokja, Zulkarnaim, menyebutkan bahwa Fordes Boneposi menjadi wadah strategis untuk mempertemukan aspirasi warga dengan arah kebijakan pemerintah dan program investasi perusahaan.

“Pokja hadir untuk memastikan kebijakan daerah dan langkah investasi berjalan seirama dengan kebutuhan masyarakat. Forum seperti ini penting agar semua pihak memahami perannya, termasuk dalam membuka peluang kerja dan usaha di desa,” ujar Zulkarnaim.
Sementara Kepala Desa Boneposi, Hamka, menilai forum ini penting untuk menyatukan persepsi terkait potensi ekonomi desa, khususnya pada sektor pertanian dan peternakan yang menjadi sumber utama penghidupan warga. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah desa akan terus mensosialisasikan proses rekrutmen tenaga kerja secara terbuka kepada masyarakat.
Dari pihak perusahaan, Kepala Teknik Tambang MDA, Mustafa Ibrahim, menegaskan komitmen MDA dalam memperkuat kolaborasi berbasis potensi lokal.
“Kami melihat Boneposi memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan. Kolaborasi lintas pihak sangat penting agar dua sektor ini bisa menjadi penggerak ekonomi baru bagi masyarakat lokal,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ida Yunesia, Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Latimojong, menyampaikan bahwa pemerintah akan terus mendukung peningkatan kapasitas petani melalui penyediaan bibit jangka panjang seperti pala serta pelatihan teknis untuk peningkatan produktivitas.
Kegiatan Fordes Boneposi juga menghasilkan beberapa isu dan rekomendasi utama, di antaranya:
Perlunya kejelasan mekanisme rekrutmen tenaga kerja di wilayah tambang,
Penguatan peran Pokja sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan perusahaan,
Pelibatan aktif BUMDes dalam menghidupkan ekonomi desa,
Serta dukungan pelatihan kewirausahaan dan pemasaran untuk produk unggulan seperti kopi Boneposi yang kini tengah berkembang.
Sebagai bagian dari langkah nyata mendukung ekonomi desa, kegiatan ini turut dirangkaikan dengan pembagian 900 bibit pala kepada warga Boneposi oleh BPP Kecamatan Latimojong — sebuah inisiatif untuk memperkuat ekonomi jangka panjang berbasis pertanian berkelanjutan.
Menutup kegiatan, Zulkarnaim menegaskan kembali esensi dari forum ini.
“Forum Desa bukan sekadar ajang diskusi, tetapi langkah konkret untuk membangun kepercayaan dan kebersamaan di tingkat akar rumput. Kami ingin masyarakat merasakan langsung manfaat kehadiran investasi di wilayahnya,” tegasnya.
Melalui kelanjutan Fordes di Boneposi ini, Pokja dan MDA berharap tercipta sinergi yang semakin solid antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam mewujudkan desa mandiri dan ekonomi lokal yang kuat di kawasan Latimojong.
Riuhmedia.com | Luwu — Upaya memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha terus digencarkan di Kabupaten Luwu. Melalui Kelompok Kerja (POKJA) Percepatan dan Kolaborasi Investasi, Pemerintah Kabupaten Luwu bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA) menginisiasi pembentukan dan penguatan Forum Desa (Fordes) sebagai wadah dialog partisipatif untuk mempercepat pembangunan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Kegiatan perdana berlangsung di Desa Tumbubara, Kecamatan Bajo Barat, dan dihadiri oleh perwakilan pemerintah desa, tokoh masyarakat, penyuluh pertanian, anggota Pokja, serta manajemen MDA. Forum ini dirancang menjadi ruang komunikasi yang mempertemukan aspirasi masyarakat dengan rencana pembangunan daerah dan kegiatan investasi perusahaan.
Sekretaris Pokja, Zulkarnain, menjelaskan bahwa Forum Desa akan menjadi sarana koordinasi penting antara masyarakat dan perusahaan. “Forum ini bukan sekadar tempat berdiskusi, tapi menjadi mekanisme nyata untuk memastikan pembangunan lokal benar-benar sesuai kebutuhan warga. Semua pihak punya ruang yang sama untuk berkontribusi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Teknik Tambang MDA, Mustafa Ibrahim, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung upaya pemerintah daerah dalam memperkuat kolaborasi berkelanjutan. “MDA percaya bahwa kemajuan daerah hanya bisa tercapai jika masyarakat, pemerintah, dan perusahaan berjalan beriringan sebagai tiga pilar pembangunan,” katanya.
Dalam forum tersebut, dilakukan pula pemetaan potensi ekonomi lokal serta peluang kemitraan antara desa dan dunia usaha. Hasil pemetaan akan menjadi dasar penyusunan agenda kerja Forum Desa, termasuk langkah konkret untuk memperkuat sektor-sektor unggulan seperti pertanian, peternakan, dan pengolahan hasil bumi di sekitar wilayah tambang Awak Mas Project.
Ikram, perwakilan kelompok petani Kandang Ledo, menyampaikan harapannya agar forum ini menjadi wadah sinergi yang mampu mendorong pengembangan komoditas lokal. “Kami ingin gula semut, gula cair, kakao, dan jagung dari Tumbubara bisa berkembang lebih luas lewat dukungan pemerintah dan MDA,” tuturnya.
Sementara Mukaddim, tokoh masyarakat setempat, menekankan pentingnya keterlibatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pengembangan ekonomi desa. “BUMDes harus menjadi penggerak ekonomi mandiri di desa. Sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat harus terus dijaga,” ucapnya.
Program penguatan Forum Desa ini akan dilaksanakan di 21 desa lingkar tambang yang menjadi wilayah dampingan Pokja dan MDA. Kedua pihak berkomitmen membangun komunikasi lintas sektor secara transparan guna memperkuat kepercayaan publik dan memastikan manfaat investasi benar-benar dirasakan masyarakat.
Dengan inisiatif ini, Pemkab Luwu dan MDA berharap Forum Desa dapat menjadi katalis dalam mempercepat pemerataan ekonomi, menguatkan kapasitas masyarakat, serta menciptakan model pembangunan kolaboratif yang berkelanjutan di Bumi Sawerigading.
Makassar, Riuhmedia.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar bersama unsur gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran (DAMKARMAT), TNI, POLRI, dan relawan bergerak cepat menangani kebakaran pemukiman padat yang terjadi di Jl. Pelita Raya 2, Kelurahan Buakana, Kecamatan Rappocini, pada Jumat pagi (10/10/2025) sekitar pukul 08.30 Wita.
Dari hasil asesmen awal Regu 2 Posko PB BPBD Kota Makassar, sumber api diduga berasal dari kebocoran kompor gas di sebuah warung coto. Api kemudian menyambar bangunan di sekitarnya yang juga difungsikan sebagai tempat usaha dan kontrakan.
Petugas gabungan tiba di lokasi sesaat setelah laporan diterima dan langsung melakukan upaya pemadaman serta evakuasi warga. Setelah sekitar satu jam berjibaku, api berhasil dipadamkan pada pukul 09.30 Wita.
Dampak dari kebakaran tersebut meliputi:
1 unit rumah permanen (warung + kontrakan) mengalami rusak berat,
1 unit rumah permanen lainnya rusak ringan,
9 jiwa dari beberapa kepala keluarga terdampak langsung, tanpa korban luka maupun meninggal dunia.
BPBD Kota Makassar telah menyalurkan bantuan logistik darurat berupa terpal untuk kebutuhan sementara warga terdampak.
“Setelah api berhasil dipadamkan, tim kami langsung melakukan asesmen dan berkoordinasi untuk langkah lanjutan, termasuk penyaluran bantuan dan rencana rehabilitasi,” ujar salah satu staf Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Makassar.
Hasil pendataan ini menjadi dasar penanganan lanjutan oleh BPBD Kota Makassar, termasuk dukungan rehabilitasi, rekonstruksi, serta pemulihan psikososial apabila dibutuhkan oleh warga terdampak.
Makassar, Riuhmedia.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar bersama unsur terkait melakukan penanganan cepat atas peristiwa kebakaran pemukiman yang terjadi di Jl. Pelita Raya 2 RT 02/RW 06, Kelurahan Buakana, Kecamatan Rappocini, pada Jumat (10/10/2025) sekitar pukul 08.30 Wita.
Berdasarkan hasil asesmen awal, sumber api diduga berasal dari kebocoran kompor gas pada salah satu warung coto yang beroperasi di kawasan tersebut. Api dengan cepat menjalar ke bangunan di sekitarnya, termasuk toko kelontong yang berada berdampingan.
Tim gabungan dari BPBD Kota Makassar, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DAMKARMAT), TNI, POLRI, serta relawan segera menuju lokasi begitu menerima laporan dari warga. Proses pemadaman berlangsung selama kurang lebih satu jam dan api berhasil dipadamkan pada pukul 09.30 Wita.
Dampak dari kejadian tersebut meliputi:
1 unit rumah permanen (warung + kontrakan) mengalami rusak berat,
1 unit rumah permanen lainnya mengalami rusak ringan,
9 jiwa terdampak dari beberapa kepala keluarga, tanpa adanya korban luka maupun meninggal dunia.
BPBD Kota Makassar telah menyalurkan bantuan logistik darurat berupa terpal untuk kebutuhan sementara di lokasi terdampak. Area yang terbakar merupakan tempat usaha yang beroperasi dengan sistem kerja shift 24 jam, sehingga sebagian besar pekerja tidak menetap di lokasi kejadian.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. H. Muhammad Fadli, S.E., M.M., menyampaikan bahwa tim asesmen telah diterjunkan untuk memastikan penanganan cepat serta pendataan kebutuhan lanjutan bagi warga terdampak.
“Setelah tahap pemadaman selesai, kami akan fokus pada penyaluran bantuan logistik, rehabilitasi, dan dukungan sosial bagi warga terdampak,” ujarnya.
Data awal ini menjadi dasar BPBD Kota Makassar dalam melanjutkan tahapan penanganan berikutnya, termasuk pemulihan lingkungan serta kemungkinan trauma healing bagi korban apabila dibutuhkan.
Makassar, Riuhmedia.com — Tim gabungan BPBD Kota Makassar, Basarnas, Damkar, dan TNI-Polri berhasil mengevakuasi korban tenggelam di kawasan pintu air Jalan Manunggal 22, Kelurahan Tamalate, Kecamatan Makassar.
Korban, Tutu Dg. Rani (67 tahun), dilaporkan tenggelam pada pukul 11.46 WITA saat berusaha menyelamatkan cucunya yang terseret arus. Setelah upaya pencarian selama tiga jam, korban ditemukan meninggal dunia pukul 15.30 WITA.
“Korban berusaha menolong cucunya, namun terseret arus deras dan tenggelam. Tim segera melakukan pencarian dengan dukungan Basarnas dan Damkar,” ungkap petugas BPBD, Muhammad Iqbal.
BPBD Makassar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap aktivitas di sekitar pintu air dan sungai, terutama saat musim penghujan.
Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar
Makassar, Riuhmedia.com — Sebuah peristiwa memilukan terjadi di kawasan pintu air Jalan Manunggal 22, Tanjung Bunga, Kelurahan Tamalate, Kamis (9/10/2025). Seorang kakek bernama Tutu Dg. Rani (67) tewas setelah berjuang menyelamatkan cucunya yang nyaris hanyut terseret arus deras.
Berdasarkan laporan dari BPBD Kota Makassar, peristiwa terjadi sekitar pukul 11.46 WITA. Saat itu korban sedang memancing bersama cucunya di pinggiran pintu air. Ketika sang cucu berenang di tepi, tiba-tiba arus deras menyeretnya ke tengah. Tanpa berpikir panjang, sang kakek langsung terjun menyelamatkan.
Upayanya berhasil — sang cucu selamat. Namun tak lama kemudian, arus deras kembali menghantam korban hingga ia terseret dan tenggelam. Tim gabungan dari BPBD Kota Makassar, Basarnas, Damkar, dan TNI-Polri langsung diterjunkan ke lokasi.
Setelah proses pencarian selama hampir tiga jam, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 15.30 WITA.
“Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi awal tenggelam. Kondisi arus yang kuat membuat proses pencarian cukup sulit,” ungkap Muhammad Iqbal, petugas BPBD Kota Makassar.
Kisah heroik Tutu Dg. Rani menjadi pengingat bagi banyak pihak tentang pentingnya kewaspadaan di sekitar area air, terutama bagi anak-anak.
BPBD Makassar kembali menegaskan pentingnya edukasi keselamatan di area berisiko tinggi, seperti pintu air, sungai, dan kanal.
Makassar, Riuhmedia.com — Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kota Makassar. Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Rabu (8/10/2025) sekitar pukul 13.36 WITA menyebabkan sejumlah rumah dan satu unit sekolah mengalami kerusakan di Kampung Kajenjeng, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala.
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen cepat bersama unsur Damkarmat Kota Makassar, PLN, serta pemerintah Kelurahan dan Kecamatan Manggala.
Berdasarkan hasil pendataan di lapangan oleh Regu 3 Pos Carester Manggala, tercatat tiga unit bangunan terdampak, terdiri dari satu rumah rusak ringan, satu rumah terdampak, dan satu unit sekolah yang juga mengalami kerusakan ringan akibat terpaan angin.
Total tiga kepala keluarga (3 KK) dengan 10 jiwa terdampak dalam insiden tersebut. Tidak ada korban luka maupun korban jiwa yang dilaporkan.
“Tim kami langsung turun ke lapangan untuk melakukan pendataan, asesmen cepat, dan menyerahkan bantuan awal berupa terpal kepada warga terdampak. Saat ini kebutuhan mendesak lainnya berupa material stimulan masih dalam proses tindak lanjut,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Makassar, Muhammad Ilham Idris, S.E., M.Si.
Selain menyalurkan bantuan darurat, petugas juga membantu pembersihan sisa-sisa atap rumah warga yang terlepas akibat terpaan angin. Warga setempat turut bergotong royong bersama tim gabungan untuk memperbaiki bagian rumah yang mengalami kerusakan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. H. Muhammad Fadli, S.E., M.M., mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.
“Kami terus memantau kondisi cuaca bersama BMKG dan instansi terkait. Masyarakat diimbau untuk mengamankan barang-barang ringan di luar rumah dan segera melapor ke BPBD jika terjadi kerusakan akibat angin kencang,” jelas Fadli.
BPBD Kota Makassar juga menegaskan bahwa pihaknya tetap siaga 24 jam untuk merespons laporan bencana di seluruh wilayah kota. Bantuan lanjutan akan disalurkan sesuai hasil asesmen kebutuhan lapangan.
Dengan sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat, diharapkan proses pemulihan pascakejadian dapat berlangsung cepat dan efektif.
Makassar, Riuhmedia.com — Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Manggala, Kota Makassar, pada Rabu (8/10/2025) sekitar pukul 13.30 WITA, menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar bersama unsur terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen cepat dan menyalurkan bantuan darurat.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan RPH Dusun, RT 03/RW 06, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala. Berdasarkan hasil asesmen awal Regu 3 Pos Carester BPBD Makassar, tercatat tiga unit rumah terdampak — satu rumah mengalami kerusakan berat akibat tertimpa pohon tumbang, sementara dua lainnya rusak ringan akibat terpaan angin.
Total empat Kepala Keluarga (KK) dengan 16 jiwa terdampak akibat kejadian ini. Tidak ada laporan korban luka maupun korban jiwa.
“Kami langsung melakukan pendataan dan memberikan bantuan darurat kepada warga terdampak. Saat ini kebutuhan mendesak yang telah disalurkan berupa terpal, serta akan diupayakan bantuan material stimulan untuk memperbaiki kerusakan rumah,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Makassar, Muhammad Ilham Idris, S.E., M.Si.
Selain BPBD, unsur Damkarmat Kota Makassar, PLN, pemerintah kelurahan dan kecamatan turut terlibat dalam proses penanganan pascakejadian. Koordinasi dilakukan untuk memastikan keselamatan warga serta mempercepat proses perbaikan sarana terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. H. Muhammad Fadli, S.E., M.M., menyampaikan bahwa pihaknya terus mengintensifkan patroli siaga bencana dan pemantauan kondisi cuaca ekstrem di seluruh wilayah Makassar.
“BPBD Makassar terus siaga 24 jam menghadapi potensi cuaca ekstrem. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar pepohonan besar atau bangunan tua yang rentan terhadap angin kencang,” kata Fadli.
Sementara itu, bantuan darurat untuk warga terdampak telah diserahkan ke pihak Kelurahan Tamangapa sebagai langkah cepat dalam pemenuhan kebutuhan awal.
BPBD Kota Makassar juga memastikan bahwa tim lapangan akan terus melakukan pemantauan dan melaporkan perkembangan terbaru apabila terjadi situasi lanjutan di lokasi kejadian.
Makassar, Riuhmedia.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan respon cepat terhadap bencana yang terjadi di wilayah kota. Kali ini, BPBD menyalurkan bantuan logistik darurat untuk korban terdampak angin kencang di Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, pada Kamis (10/10/2025) dini hari pukul 01.07 WITA.
Penyaluran bantuan dilakukan di Kantor Lurah Tamangapa, Jalan Tamangapa Raya No. 262, sebagai pusat koordinasi penanganan bencana di wilayah tersebut. Bantuan yang diserahkan berupa terpal, yang digunakan untuk membantu warga memperbaiki dan melindungi rumah mereka yang rusak akibat terpaan angin kencang.
Bantuan diserahkan langsung oleh staf Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Makassar, di bawah koordinasi Kabid Kedaruratan dan Logistik, Muhammad Ilham Idris, S.E., M.Si., yang juga turut memantau langsung proses distribusi bantuan di lapangan.
“BPBD Makassar berkomitmen untuk hadir cepat setiap kali terjadi bencana di wilayah kita. Penyaluran bantuan malam ini merupakan langkah tanggap darurat untuk membantu warga agar bisa segera menata kembali kehidupannya pasca kejadian,” ujar Ilham.
Selain menyerahkan bantuan logistik, tim BPBD juga berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan posko siaga bencana setempat untuk memantau kondisi warga terdampak, sekaligus memastikan kesiapan personel menghadapi potensi cuaca ekstrem beberapa hari ke depan.
Ilham juga mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba, terutama di musim pancaroba yang rawan menimbulkan angin kencang, hujan deras, dan genangan air.
“Kami mengimbau kepada seluruh warga untuk selalu siaga, memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, dan segera melapor ke Posko BPBD atau pemerintah setempat jika terjadi kondisi berisiko,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, BPBD Kota Makassar menegaskan komitmennya dalam menjalankan misi kemanusiaan dan layanan tanggap darurat, guna mewujudkan Makassar sebagai kota tangguh bencana dan masyarakat yang lebih siap menghadapi situasi darurat.