Luwu, riuhmedia.com – PT Masmindo Dwi Area (MDA) terus berkomitmen dalam pemberdayaan masyarakat di wilayah operasionalnya. Salah satu inisiatif unggulannya adalah program budidaya hortikultura melalui Demonstration Plot (Demplot) yang bekerja sama dengan Kelompok Tani Sipakatuo di Desa Rante Balla, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu. Program ini berhasil membuktikan bahwa lahan di daerah tersebut memiliki potensi besar untuk pengembangan tanaman hortikultura, khususnya melon jenis rock dan melon emas.
Keberhasilan Demplot ini menjadi bukti nyata bahwa pertanian di Rante Balla dapat berkembang dengan dukungan dan pendampingan yang tepat. Ketua Kelompok Tani Sipakatuo, Sudi Adiriyanto, mengungkapkan bahwa sebelum adanya bantuan dari MDA, mereka sempat mencoba menanam sayuran namun gagal.
“Dengan bimbingan dari MDA dan penyuluh pertanian, kami mulai mencoba kembali dan hasilnya sangat memuaskan. Perusahaan membantu kami dari penyediaan bibit hingga mendatangkan tenaga ahli untuk membimbing langsung di lapangan,” ujar Adi.
Demplot ini mulai dijalankan sejak Oktober 2024 dan pada Februari 2025 telah berhasil melakukan panen perdana dengan hasil yang menjanjikan. Keberhasilan ini memberikan semangat baru bagi para petani untuk mengembangkan budidaya secara mandiri di lahan masing-masing.
Selain memberikan pendampingan, MDA juga menjadi salah satu pasar bagi hasil pertanian para petani. Adi berharap ke depan permintaan dari perusahaan semakin meningkat, seiring dengan bertambahnya jumlah karyawan MDA.
Pemberdayaan ini juga didukung oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian Kabupaten Luwu. Ida Yunisiah, salah satu PPL yang membina petani di Rante Balla, menyatakan bahwa wilayah Latimojong memiliki potensi besar untuk pertanian hortikultura.
“Saya sangat mengapresiasi Masmindo yang telah memberikan bantuan dari bibit hingga fasilitas pendukung. Sebelumnya, belum ada tanaman melon atau labu di sini, tetapi sekarang petani bisa melihat sendiri hasilnya,” ungkap Ida.
Adi juga menambahkan bahwa program ini membuka peluang bagi masyarakat yang tidak bekerja di MDA untuk tetap mendapatkan penghasilan dari sektor pertanian. Dengan adanya pasar yang jelas dan dukungan dari berbagai pihak, pertanian di Rante Balla diharapkan semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Luwu, riuhmedia.com – PT Masmindo Dwi Area (MDA) kembali menegaskan komitmennya dalam upaya pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. Pada Jumat, 28 Februari 2025, perusahaan tambang emas ini menggelar Sosialisasi Konsultasi Publik guna menyusun Rencana Induk Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RI PPM) 2025-2029 di Aula Bappeda Luwu.
Kegiatan ini difasilitasi oleh Bappeda Luwu dan dihadiri oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Luwu. Sekretaris Daerah Luwu, Sulaiman, membuka acara dengan menekankan pentingnya program yang benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat.
“Pemberdayaan masyarakat harus berbasis kebutuhan nyata. Sektor kesehatan, pendidikan, dan lingkungan menjadi prioritas utama. Kami mengapresiasi inisiatif PT Masmindo dan berharap program ini dapat berjalan secara optimal,” ujar Sulaiman.
Penyusunan RI PPM ini mengacu pada Peraturan Menteri ESDM No. 26 Tahun 2018, yang mewajibkan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) atau IUP Khusus (IUPK) untuk memiliki rencana jangka panjang dalam upaya PPM sebagai bagian dari tanggung jawab sosial mereka.
Plant Manager PT Masmindo, Tri Adi Sugiarto, menegaskan bahwa keberadaan PT Masmindo Dwi Area di Luwu harus membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar tambang.
“Kami ingin berkontribusi dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat, baik dari aspek ekonomi, pendidikan, maupun sosial budaya. Ini adalah bagian dari praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” tuturnya.
Dalam sesi konsultasi publik ini, PT Masmindo memaparkan rencana program yang mencakup berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, peningkatan pendapatan, kemandirian ekonomi, infrastruktur, kelembagaan komunitas, lingkungan, serta sosial budaya. Sejumlah OPD turut memberikan masukan agar program yang disusun lebih tepat sasaran.
Seluruh masukan dari OPD ini akan menjadi pertimbangan dalam finalisasi RI PPM 2025-2029 sebelum diterapkan di masyarakat. PT Masmindo berharap dukungan dari seluruh pemangku kepentingan agar proses produksi dapat segera dimulai, sehingga manfaat bagi masyarakat semakin besar.