Makassar, riuhmedia.com – Pemerintah Kota Makassar resmi menutup pendaftaran seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama untuk sembilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hingga batas akhir pendaftaran pada 18 Agustus 2025, tercatat 49 Aparatur Sipil Negara (ASN) ikut mendaftar, dengan 39 orang di antaranya telah melengkapi berkas administrasi.
Ketua Tim Seleksi, Andi Zulkifly Nanda, mengungkapkan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi posisi yang paling diminati. Dari 22 pendaftar, sebanyak 19 ASN resmi mengajukan berkas. Disusul Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dengan 17 berkas masuk, serta Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) dengan 16 berkas.
Sementara itu, RSUD Daya justru sepi peminat. Dari tiga pendaftar, hanya dua yang menyerahkan dokumen lengkap. Kondisi ini membuat tim seleksi memperpanjang masa pendaftaran khusus untuk posisi tersebut selama tujuh hari ke depan. “Kalau tetap tidak memenuhi syarat, kita akan bersurat ke BKN untuk minta pertimbangan,” jelas Zulkifly.
Adapun OPD lainnya seperti Sekretariat DPRD, Dinas Penataan Ruang, Bapenda, Damkar, hingga BKPSDM juga mencatat partisipasi pendaftar yang cukup beragam. Menariknya, sejumlah ASN melamar lebih dari satu jabatan, bahkan hingga tiga posisi sekaligus.
Pendaftaran kali ini tidak hanya diikuti ASN lingkup Pemkot Makassar, tetapi juga dari instansi lain, mulai dari Kementerian Agama, Pemprov Sulsel, hingga kabupaten tetangga seperti Takalar, Pangkep, dan Sinjai. Seluruh pejabat pelaksana tugas (Plt) di OPD terkait pun dipastikan ikut serta dalam seleksi.
Hasil seleksi administrasi akan diumumkan dalam waktu dekat, disertai penelusuran rekam jejak para pendaftar sebelum memasuki tahap selanjutnya.
Riuhmedia.com | Makassar, 25 Juli 2025 – Bentrokan yang kembali melibatkan organisasi kemahasiswaan IPMIL (Ikatan Pemuda Mahasiswa Indonesia Luwu) menuai sorotan publik, terutama setelah Ketua DPD KNPI Sulawesi Selatan, Andi Surahman Batara, menyerukan agar kedua pihak yang bertikai segera dipertemukan. Tujuannya, menurutnya, untuk meredam konflik dan membangun kembali komunikasi yang produktif antar organisasi pemuda.
Namun, seruan damai tersebut justru memantik reaksi keras dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Demisioner Ketua Umum PMTS (Persatuan Mahasiswa Tau Sianakkang) periode 2023–2024, yang secara terbuka menyatakan bahwa imbauan damai dari KNPI terlalu normatif dan tidak berpijak pada realitas konflik di lapangan.
“Bagaimana mungkin kita bicara soal damai jika salah satu pihak, yakni IPMIL, berkali-kali menunjukkan sikap agresif, bahkan tidak mengindahkan perjanjian perdamaian yang pernah disepakati sebelumnya di depan Kapolrestabes?” ujar mantan Ketua Umum PMTS tersebut kepada Riuhmedia.com.
Ia menilai IPMIL cenderung mengulangi pola kekerasan setiap kali konflik muncul, bahkan setelah perjanjian damai difasilitasi pihak kepolisian. Ia menyebut bahwa pihaknya memiliki pengalaman langsung dengan pelanggaran perjanjian tersebut.
“IPMIL tidak suka berdamai. Itu bukan asumsi, tapi kesimpulan dari banyak peristiwa yang sudah terjadi sebelumnya,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengungkap bahwa pada tahun 2023, IPMIL diduga melakukan penikaman mendadak terhadap salah satu mahasiswa asal Makassar tanpa sebab yang jelas. Peristiwa ini memicu konflik antara PMTS dan IPMIL, yang akhirnya diselesaikan melalui penandatanganan perjanjian damai yang dimediasi oleh Kapolrestabes Makassar. Namun, fakta di lapangan menunjukkan perjanjian tersebut dilanggar—IPMIL kembali melakukan penyerangan dan penikaman terhadap mahasiswa Makassar.
Pernyataan damai dari Andi Surahman Batara, yang diketahui juga merupakan mantan pengurus IPMIL Raya UMI, dinilai bias dan tidak menyentuh akar persoalan. Apalagi hingga saat ini, pelaku penikaman terbaru dikabarkan belum ditangkap oleh pihak kepolisian.
“Masyarakat Makassar sudah lelah dengan konflik berulang. Kami tidak butuh narasi damai tanpa tindakan. Yang kami butuhkan adalah penegakan hukum yang tegas,” tutup narasumber dari PMTS.
Masyarakat kini menanti langkah konkret dari aparat penegak hukum. Proses rekonsiliasi yang bermartabat dinilai hanya bisa terwujud jika pelaku kekerasan diproses secara adil, bukan hanya melalui ajakan damai yang bersifat seremonial.
Makassar, riuhmedia.com, 20 Mei 2025 — Indonesia kembali kehilangan salah satu figur penting dalam sejarah kepolisian nasional. Komjen Pol (Purn) Jusuf Manggabarani, mantan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), tutup usia di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, pada Selasa siang. Kepergian beliau membawa duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar Polri, tetapi juga bagi masyarakat luas yang mengenal dan menghormati jasa-jasanya.
Jusuf Manggabarani menjabat sebagai Wakapolri pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi, disiplin, dan memiliki komitmen kuat dalam menegakkan hukum dan menjaga keamanan nasional. Selama menjabat, ia kerap mengambil peran penting dalam berbagai operasi strategis kepolisian serta dikenal mampu membangun jembatan komunikasi yang baik antara institusi Polri dan masyarakat.
Selain ketegasan dalam kepemimpinan, almarhum juga dikenang sebagai pribadi yang rendah hati, bijak, dan senantiasa mengutamakan kepentingan rakyat dalam setiap kebijakan yang diambil. Karier panjangnya di dunia kepolisian menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda dan anggota Polri untuk terus meneladani nilai-nilai integritas dan profesionalisme.
Kabar duka ini cepat menyebar dan menuai ungkapan belasungkawa dari berbagai kalangan, baik dari sesama purnawirawan Polri, pejabat negara, tokoh masyarakat, hingga masyarakat sipil. Banyak yang mengenang beliau sebagai “Bhayangkara sejati” yang selama hidupnya mendedikasikan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk bangsa dan negara.
Rencananya, prosesi pemakaman akan dilaksanakan dengan penghormatan militer, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian beliau selama bertugas. Pihak keluarga juga menyampaikan terima kasih atas segala dukungan, doa, dan simpati yang diberikan oleh berbagai pihak.
Kepergian Komjen (Purn) Jusuf Manggabarani merupakan kehilangan besar bagi bangsa ini. Namun, nilai-nilai luhur yang beliau wariskan akan terus hidup dalam semangat dan kerja nyata generasi penerus.
Makassar,riuhmedia – ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, dikenal sebagai surganya kuliner dengan cita rasa yang khas dan menggugah selera. Kota ini menyimpan berbagai makanan legendaris yang tak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menggambarkan kekayaan budaya dan tradisi masyarakatnya. Jika Anda sedang atau berencana mengunjungi Makassar, berikut adalah 18 makanan khas yang wajib masuk dalam daftar petualangan kuliner Anda.
Setiap hidangan khas ini mencerminkan kekayaan cita rasa dan tradisi lokal Makassar. Tak heran jika makanan-makanan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Jangan lupa mencicipinya saat berkunjung ke Makassar dan nikmati sensasi kelezatannya yang tiada duanya!