• +123 456 7890
  • info@gmail.com
  • 125, Suitland Street, Sovagrely Rd

Facebook X-twitter Youtube Instagram
  • Home
  • News
  • Fashion
  • Tech
  • Travel
  • Home
  • News
  • Fashion
  • Tech
  • Travel

    Riuhmedia.com | Luwu — Rangkaian Forum Desa yang sebelumnya digelar di 21 desa pada empat kecamatan wilayah operasional PT Masmindo Dwi Area (MDA) kini memasuki tahap realisasi program. Aspirasi masyarakat yang dihimpun dalam berbagai pertemuan langsung tersebut mulai diwujudkan dalam bentuk program kerja kolaboratif antara Pemerintah Kabupaten Luwu dan MDA.

    Melalui kegiatan Silaturahmi Forum Desa yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Luwu, sejumlah program strategis resmi diserahkan sebagai tindak lanjut hasil forum. Program tersebut antara lain relokasi intake dan jalur transmisi pipa Perumda Tirta Latimojong yang merupakan kolaborasi antara Pemkab Luwu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dan MDA. Program ini diharapkan mampu memperkuat sistem penyediaan air bersih bagi masyarakat di wilayah Latimojong hingga Belopa dan sekitarnya.

    Selain itu, turut direalisasikan program pipanisasi air bersih bagi lebih dari 100 kepala keluarga di Desa Rante Balla hasil kerja sama Kodim 1403/Palopo dan MDA, pemberian Beasiswa GenMAS untuk mahasiswa berprestasi, serta dukungan berbagai program pemberdayaan bagi 21 desa di wilayah operasional perusahaan.

    Kegiatan tersebut dihadiri para kepala desa dan camat dari 21 desa sebagai peserta utama Forum Desa. Turut hadir Direktur Utama MDA Trisakti Simorangkir bersama jajaran manajemen, Bupati dan Wakil Bupati Luwu, Ketua DPRD Luwu, Kapolres Luwu, Dandim 1403/Palopo, Kepala Kejaksaan Negeri Luwu, Sekretaris Daerah Luwu, serta sejumlah pimpinan OPD terkait.

    Bupati Luwu H. Patahudding menegaskan bahwa Forum Desa menjadi bagian dari pendekatan pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat.

    “Kami ingin memastikan setiap langkah pembangunan memiliki dasar yang jelas. Aspirasi yang disampaikan dalam Forum Desa kita himpun, kita petakan, lalu kita selaraskan dengan arah pembangunan daerah. Program yang direalisasikan hari ini merupakan tindak lanjut dari proses tersebut,” ujarnya.

    Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam memperkuat kapasitas pembangunan daerah. Menurutnya, kolaborasi yang baik akan menciptakan keberlanjutan investasi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    Ketua DPRD Luwu Ahmad Gazali menyampaikan bahwa lembaga legislatif menjalankan fungsi fasilitasi dalam penyelesaian isu-isu sosial yang melibatkan masyarakat dan perusahaan, guna memastikan investasi berjalan dengan baik dan memberi dampak positif.

    Sementara itu, unsur Forkopimda menyatakan komitmen menjaga stabilitas wilayah. Kapolres Luwu dan Dandim 1403/Palopo menegaskan kesiapan institusi masing-masing dalam mengawal situasi agar tetap aman dan kondusif, sehingga program pembangunan dan investasi dapat berjalan tertib.

    Direktur Utama MDA, Trisakti Simorangkir, menegaskan bahwa kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Luwu merupakan bagian dari komitmen investasi jangka panjang perusahaan.

    “Kami hadir di Luwu dengan komitmen untuk tumbuh bersama. Investasi yang kami jalankan perlu berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan daerah,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa komitmen tersebut diwujudkan melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang telah disusun dalam kerangka lima tahun ke depan agar manfaatnya dirasakan secara berkelanjutan.

    Ke depan, Forum Desa akan terus dilanjutkan sebagai wadah komunikasi, evaluasi, dan penyelarasan program antara pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat. Upaya ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara investasi dan pembangunan sosial di empat kecamatan dan 21 desa wilayah operasional. (*)

    Riuhmedia.com | Luwu — Rangkaian Forum Desa yang sebelumnya digelar di 21 desa pada empat kecamatan wilayah operasional PT Masmindo Dwi Area (MDA) kini memasuki tahap realisasi program. Aspirasi masyarakat yang dihimpun dalam berbagai pertemuan langsung tersebut mulai diwujudkan dalam bentuk program kerja kolaboratif antara Pemerintah Kabupaten Luwu dan MDA.

    Melalui kegiatan Silaturahmi Forum Desa yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Luwu, sejumlah program strategis resmi diserahkan sebagai tindak lanjut hasil forum. Program tersebut antara lain relokasi intake dan jalur transmisi pipa Perumda Tirta Latimojong yang merupakan kolaborasi antara Pemkab Luwu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dan MDA. Program ini diharapkan mampu memperkuat sistem penyediaan air bersih bagi masyarakat di wilayah Latimojong hingga Belopa dan sekitarnya.

    Selain itu, turut direalisasikan program pipanisasi air bersih bagi lebih dari 100 kepala keluarga di Desa Rante Balla hasil kerja sama Kodim 1403/Palopo dan MDA, pemberian Beasiswa GenMAS untuk mahasiswa berprestasi, serta dukungan berbagai program pemberdayaan bagi 21 desa di wilayah operasional perusahaan.

    Kegiatan tersebut dihadiri para kepala desa dan camat dari 21 desa sebagai peserta utama Forum Desa. Turut hadir Direktur Utama MDA Trisakti Simorangkir bersama jajaran manajemen, Bupati dan Wakil Bupati Luwu, Ketua DPRD Luwu, Kapolres Luwu, Dandim 1403/Palopo, Kepala Kejaksaan Negeri Luwu, Sekretaris Daerah Luwu, serta sejumlah pimpinan OPD terkait.

    Bupati Luwu H. Patahudding menegaskan bahwa Forum Desa menjadi bagian dari pendekatan pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat.

    “Kami ingin memastikan setiap langkah pembangunan memiliki dasar yang jelas. Aspirasi yang disampaikan dalam Forum Desa kita himpun, kita petakan, lalu kita selaraskan dengan arah pembangunan daerah. Program yang direalisasikan hari ini merupakan tindak lanjut dari proses tersebut,” ujarnya.

    Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam memperkuat kapasitas pembangunan daerah. Menurutnya, kolaborasi yang baik akan menciptakan keberlanjutan investasi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    Ketua DPRD Luwu Ahmad Gazali menyampaikan bahwa lembaga legislatif menjalankan fungsi fasilitasi dalam penyelesaian isu-isu sosial yang melibatkan masyarakat dan perusahaan, guna memastikan investasi berjalan dengan baik dan memberi dampak positif.

    Sementara itu, unsur Forkopimda menyatakan komitmen menjaga stabilitas wilayah. Kapolres Luwu dan Dandim 1403/Palopo menegaskan kesiapan institusi masing-masing dalam mengawal situasi agar tetap aman dan kondusif, sehingga program pembangunan dan investasi dapat berjalan tertib.

    Direktur Utama MDA, Trisakti Simorangkir, menegaskan bahwa kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Luwu merupakan bagian dari komitmen investasi jangka panjang perusahaan.

    “Kami hadir di Luwu dengan komitmen untuk tumbuh bersama. Investasi yang kami jalankan perlu berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan daerah,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa komitmen tersebut diwujudkan melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang telah disusun dalam kerangka lima tahun ke depan agar manfaatnya dirasakan secara berkelanjutan.

    Ke depan, Forum Desa akan terus dilanjutkan sebagai wadah komunikasi, evaluasi, dan penyelarasan program antara pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat. Upaya ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara investasi dan pembangunan sosial di empat kecamatan dan 21 desa wilayah operasional. (*)

    Luwu, Riuhmedia.com — Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Investasi menggelar koordinasi bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Investasi Kabupaten Luwu, serta perwakilan Human Capital (HC) dari masing-masing kontraktor MDA guna membahas dinamika yang berkembang di wilayah lingkar tambang.

    Pertemuan yang berlangsung di Kabupaten Luwu tersebut menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah untuk memastikan stabilitas sosial tetap terjaga seiring dengan keberlanjutan investasi yang berjalan.

    Kepala Bappelitbangda Kabupaten Luwu sekaligus Sekretaris Satgas Percepatan Investasi, Moh. Arsal Arsyad, menegaskan bahwa setiap dinamika di wilayah lingkar tambang harus segera dikomunikasikan dan ditangani secara terkoordinasi agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.

    “Investasi adalah bagian dari pembangunan daerah, namun stabilitas sosial adalah fondasinya. Karena itu, setiap dinamika di lapangan harus segera dikomunikasikan dan ditangani bersama, bukan dibiarkan berlarut,” ujarnya.

    Arsal menambahkan bahwa peran Satgas bukan hanya memastikan kelancaran administrasi investasi, tetapi juga menjaga keseimbangan antara kepastian usaha dan kepentingan masyarakat sekitar.

    Dalam forum tersebut, unsur Pokja dan perwakilan Human Capital dari masing-masing kontraktor MDA menyampaikan sejumlah kendala di lapangan, khususnya terkait dinamika ketenagakerjaan dan ekspektasi masyarakat terhadap peluang kerja. Berbagai masukan dihimpun untuk dirumuskan menjadi solusi bersama yang lebih sistematis dan terukur.

    Direktur MDA, Erlangga Gaffar, menyampaikan bahwa perusahaan memahami tingginya harapan masyarakat terhadap peluang kerja di proyek tersebut. Namun ia menegaskan bahwa secara realistis jumlah posisi yang tersedia terbatas.

    “Antusiasme masyarakat terhadap peluang kerja di MDA tentu kami pahami dan hargai. Namun jumlah posisi yang tersedia tidak mungkin dapat mengakomodasi seluruh kebutuhan tenaga kerja yang ada. Karena itu, kami berharap dukungan semua pihak untuk bersama-sama mengelola ekspektasi ini secara bijak dan memastikan proses rekrutmen yang transparan,” kata Erlangga.

    Ia juga menekankan bahwa kontribusi MDA bagi daerah tidak hanya diukur dari jumlah tenaga kerja yang terserap langsung. Investasi yang berjalan turut mendorong perputaran ekonomi melalui kemitraan dengan pelaku usaha lokal, kontraktor daerah, serta penyedia barang dan jasa di sekitar wilayah operasional.

    “Kehadiran MDA bukan hanya soal lowongan kerja langsung. Ada perputaran ekonomi yang tumbuh serta Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang kami jalankan agar manfaat investasi dirasakan lebih luas dan berkelanjutan,” tambahnya.

    Melalui koordinasi ini, Satgas Percepatan Investasi menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi lintas sektor guna menjaga stabilitas wilayah serta memastikan keberlanjutan investasi tetap berjalan selaras dengan kepentingan masyarakat Kabupaten Luwu. (*)

    Riuhmedia.com | Luwu — Pemerintah Kabupaten Luwu bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA) resmi menyerahkan fasilitas pengolahan nilam kepada Koperasi Produsen Hasil Tani Masyarakat di Desa Bonelemo. Serah terima ini menjadi bagian dari program kolaborasi pemerintah daerah dan perusahaan dalam mendorong penguatan ekonomi lokal berbasis potensi wilayah.

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Kabupaten Luwu Rahimullah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kasmaruddin, Sekretaris Pokja Percepatan Investasi Zulkarnaim, Camat Bajo Barat Imran Salang, perwakilan pemerintah desa, pengurus koperasi, serta masyarakat setempat.

    Serah terima fasilitas menandai dimulainya pengelolaan unit pengolahan nilam oleh koperasi masyarakat. Fasilitas tersebut dibangun dan dipersiapkan secara bertahap sejak 2023 sebagai bagian dari program pengembangan usaha nilam yang dirancang untuk dikelola langsung oleh masyarakat melalui kelembagaan koperasi.

    Kepala Teknik Tambang (KTT) MDA, Mustafa Ibrahim, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembentukan ekosistem usaha yang berkelanjutan.

    “Pengembangan dilakukan mulai dari pendampingan petani di tingkat budidaya, penguatan koperasi sebagai pengelola, hingga penyiapan pengelolaan hasil agar kegiatan produksi dapat berjalan stabil dan memberikan nilai tambah,” ujarnya.

    Fasilitas yang diserahkan meliputi gudang bahan baku, area penjemuran, serta unit ketel penyulingan. Sarana tersebut dirancang untuk meningkatkan nilai tambah hasil panen nilam masyarakat melalui proses pengolahan yang terintegrasi.

    Pada Tahap I program yang berlangsung selama 2023–2025, MDA memfokuskan kegiatan pada pembentukan dan penguatan Koperasi Produsen Hasil Tani Masyarakat. Koperasi ini telah memiliki legalitas resmi dan dikelola oleh perwakilan masyarakat dari sejumlah desa di sekitar wilayah program.

    Pengurus koperasi mendapatkan pendampingan dalam pengelolaan organisasi, manajemen keuangan, hingga perencanaan usaha. Mereka dipersiapkan sebagai pengelola utama fasilitas agar operasional dapat berjalan secara profesional dan berkelanjutan.

    Di tingkat hulu, petani nilam memperoleh pelatihan pengembangan demplot dan penerapan Good Agricultural Practice (GAP) guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil. Sementara di tingkat hilir, hasil produksi telah memiliki akses pembeli dan jalur pasar yang jelas, sehingga rantai usaha berjalan secara utuh dari budidaya hingga pemasaran.

    Melalui model pengembangan berbasis koperasi ini, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku usaha aktif. Program tersebut membuka peluang kerja dan usaha di sektor budidaya maupun pengolahan, sehingga penguatan ekonomi desa tidak semata bergantung pada peluang kerja formal di perusahaan tambang.

    Kepala Desa Bonelemo, Baso, menilai pendekatan ini memberikan kejelasan dan keberlanjutan bagi masyarakat.

    “Yang kami lihat bukan hanya fasilitas yang dibangun, tetapi juga pengelolaan yang disiapkan. Petani dibina, koperasi diberi peran, dan hasil nilam memiliki jalur pengolahan serta pasar yang jelas,” ujarnya.

    Ke depan, Tahap II Program Pengembangan Nilam yang direncanakan mulai 2026 akan difokuskan pada penguatan pengelolaan koperasi, peningkatan kapasitas petani dalam budidaya dan pascapanen, serta pengembangan nursery dan demplot lanjutan.

    Dengan serah terima ini, pengelolaan usaha nilam resmi berada di tangan koperasi masyarakat, sekaligus menjadi langkah konkret dalam membangun kemandirian ekonomi desa berbasis potensi lokal di Kabupaten Luwu.

    Riuhmedia.com | Luwu, 31 Desember 2025 — Upaya penanganan stunting di Kecamatan Latimojong menunjukkan hasil menggembirakan. PT Masmindo Dwi Area (MDA) memaparkan capaian Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan, dari 19 persen menjadi 5 persen hingga Desember 2025.

    Pemaparan tersebut disampaikan dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program PMT yang digelar MDA pada Jumat (27/12/2025) di Desa To’barru, Kabupaten Luwu. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

    Kegiatan Monev dihadiri oleh delapan kepala desa dan bidan desa dari wilayah sasaran Program PMT, yakni Desa To’barru, Kadundung, Rante Balla, Boneposi, Tolajuk, Ulu Salu, Pajang, dan Tabang. Hadir pula perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu sebagai mitra pelaksana program kesehatan masyarakat.

    Dalam pemaparannya, MDA menyampaikan bahwa selain penurunan angka stunting, sejumlah balita yang sebelumnya masuk kategori gizi buruk kini telah berhasil keluar dari kondisi tersebut. Perbaikan status gizi paling menonjol tercatat di Desa Ulu Salu dan Desa To’barru, berkat pendampingan intensif tenaga kesehatan dan dukungan program PMT yang berkelanjutan.

    Kepala Teknik Tambang (KTT) MDA, Mustafa Ibrahim, menegaskan bahwa program kesehatan masyarakat menjadi bagian penting dari tanggung jawab sosial perusahaan.

    “Program PMT ini kami jalankan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak. Bagi kami, keberlanjutan operasional perusahaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar,” ujar Mustafa.

    Ia menambahkan, MDA akan terus mendorong pendekatan kolaboratif dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta pemerintah desa agar program-program kesehatan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

    Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, Alimuddin, menyampaikan apresiasi atas peran aktif MDA dalam mendukung upaya penurunan stunting di Latimojong.

    “Keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama antara perusahaan, pemerintah daerah, dan pemerintah desa. Kami berharap program kesehatan seperti ini dapat terus dilanjutkan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” kata Alimuddin.

    Ia juga menekankan pentingnya pencegahan stunting sejak dini, penanganan kesehatan anak secara berkelanjutan, serta penguatan sinergi lintas sektor agar capaian positif ini dapat dipertahankan.

    Dalam kesempatan yang sama, para kepala desa yang hadir turut menyampaikan apresiasi atas kontribusi MDA. Program PMT dinilai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan status gizi anak sekaligus memperkuat layanan kesehatan di desa-desa sasaran.

    Sebagai penutup kegiatan, MDA memberikan apresiasi khusus kepada dua anak yang berhasil keluar dari kategori gizi kurang, serta kepada para bidan desa yang aktif melakukan pemantauan dan pelaporan rutin kondisi kesehatan balita di wilayah masing-masing.

    Selain Program PMT, MDA juga menjalankan program pengobatan gratis yang hingga saat ini telah menjangkau 12 desa di Kecamatan Latimojong, mulai dari Desa Rante Balla hingga Desa Pangi sebagai desa terluar.

    Melalui berbagai program sosial yang kolaboratif dan berkelanjutan, MDA berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan pembangunan daerah di Kabupaten Luwu.

    Riuhmedia.com | Luwu, 13 November 2025 — Komitmen memperkuat komunikasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat terus dilakukan oleh PT Masmindo Dwi Area (MDA) bersama Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Investasi Kabupaten Luwu. Kali ini, rangkaian kegiatan Forum Desa (FORDES) dilanjutkan di empat desa dan satu kelurahan lingkar tambang serta jalur akses Proyek Awak Mas, yakni Desa To Barru, Sampeang, Kadundung, Kadong-Kadong, dan Kelurahan Bajo.

    Forum ini menjadi agenda komunikasi berkelanjutan antara MDA, Pokja, dan masyarakat setempat untuk memastikan pembangunan berjalan secara transparan, partisipatif, dan sejalan dengan arah pembangunan daerah.

    Sekretaris Pokja, Zulkarnaim, menjelaskan bahwa FORDES berfungsi sebagai ruang dialog terbuka antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan.

    “Pokja hadir untuk menjembatani kepentingan warga, pemerintah, dan MDA. Aspirasi masyarakat harus didengar, diproses, dan diberi tindak lanjut. Forum ini menjadi wadah resmi untuk menyelaraskan persepsi dan mendorong keterbukaan,” ungkapnya.

    Dalam kegiatan yang digelar di lima lokasi tersebut, masyarakat menyampaikan beragam aspirasi dan kebutuhan, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan desa, pelebaran akses transportasi, penyediaan air bersih, hingga bantuan sarana ibadah dan olahraga. Selain itu, warga juga menyoroti pentingnya keterwakilan perempuan dalam dunia kerja dan pelatihan peningkatan kompetensi bagi pemuda desa.

    Di sektor sosial, masyarakat mendorong keberlanjutan program pengobatan gratis, pemberian beasiswa bagi pelajar berprestasi, serta peningkatan pelatihan keterampilan kerja. Sementara dalam bidang ekonomi, masyarakat berharap adanya pelibatan BUMDes dan koperasi dalam pengembangan usaha lokal, termasuk pertanian, peternakan, kuliner, hingga pengelolaan depot air desa.

    Kepala Desa Kadundung, yang juga Ketua APDESI Kecamatan Latimojong, Parambung, menyampaikan apresiasinya terhadap keberlangsungan forum ini.

    “Forum Desa menjadi langkah yang baik. MDA datang langsung mendengarkan keluhan masyarakat. Kami berkomitmen mengedepankan dialog untuk mencari solusi bersama, terutama dalam pengembangan potensi pertanian, perkebunan, dan peternakan,” ujarnya.

    Sementara itu, Lurah Bajo, Muhammad Imran, menilai kehadiran MDA melalui FORDES sebagai bentuk nyata kemitraan yang membangun.

    “Kegiatan ini wajib kita dukung karena perusahaan datang langsung, membuka ruang dialog, dan menunjukkan itikad baik untuk berbaur dengan masyarakat. Ini momentum penting untuk memperkuat kolaborasi,” katanya.

    Dari pihak perusahaan, Kepala Teknik Tambang (KTT) MDA, Mustafa Ibrahim, menegaskan bahwa meskipun MDA saat ini masih berada dalam tahap konstruksi, komitmen untuk menjaga komunikasi dan transparansi tetap menjadi prioritas utama.

    “Forum ini bukan hanya tempat berdialog, tapi sarana membangun kepercayaan. Kami menyadari tak semua harapan bisa dipenuhi sekaligus, namun setiap masukan akan kami tindak lanjuti bersama Pokja agar berujung pada program yang nyata dan bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

    Pelaksanaan FORDES di empat desa dan satu kelurahan ini menunjukkan komitmen berkelanjutan antara MDA dan Pokja untuk memperkuat dialog lintas pihak, membangun kepercayaan publik, dan memastikan manfaat investasi dapat dirasakan secara inklusif oleh masyarakat lingkar tambang.

    Dengan mekanisme komunikasi yang terbuka dan tindak lanjut terukur, program ini diharapkan menjadi jembatan kolaborasi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Luwu.

    Riuhmedia.com | Luwu, 8 November 2025 — Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, PT Masmindo Dwi Area (MDA) kembali menggelar Latihan Bersama (LATBER) kesiapsiagaan bencana yang kali ini berfokus pada Water Rescue Handling atau teknik penyelamatan korban di air.

    Kegiatan yang berlangsung di Pantai Ponnori, Desa Temboe, Kecamatan Larompong Selatan, ini melibatkan sejumlah instansi seperti Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Luwu, serta Ikatan Pemuda Mahasiswa Luwu (IPMAL).

    Kolaborasi lintas instansi ini menjadi langkah nyata MDA dalam membangun koordinasi dan meningkatkan kemampuan respon cepat terhadap kondisi darurat, khususnya di wilayah pesisir yang rawan bencana.

    Latihan mencakup materi penyelamatan korban di air, pertolongan pertama, hingga simulasi evakuasi darurat, yang dibimbing langsung oleh tim Occupational Health & Safety (OHS) MDA. Pendekatan pelatihan difokuskan pada ketepatan proses penyelamatan dan keselamatan petugas selama operasi.

    “Setiap tahun kami meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan melalui latihan bersama lintas instansi. Dengan begitu, ketika situasi darurat terjadi, koordinasi dan tindakan di lapangan bisa lebih cepat, akurat, dan saling mendukung,” ujar Kepala Teknik Tambang MDA, Mustafa Ibrahim.

    Perwakilan Damkar Kabupaten Luwu, Ripandi Kaso, memberikan apresiasi atas inisiatif MDA yang memberikan ruang belajar kolaboratif antarinstansi.

    “Kegiatan seperti ini penting untuk menyamakan cara kerja dan komunikasi ketika terjadi evakuasi di air. Meski alat yang digunakan belum kami miliki, kesempatan menggunakan langsung di lapangan sangat membantu kami jika menghadapi situasi serupa,” ungkapnya.

    Hal senada disampaikan oleh perwakilan BPBD Luwu, Rusni Usman, yang menilai latihan bersama ini memperkaya kemampuan teknis tim penyelamat.

    “Latihan ini sangat bermanfaat bagi kami di BPBD, karena menambah ilmu sekaligus pengalaman langsung di lapangan,” katanya.

    Kegiatan Water Rescue Handling ini merupakan latihan kedua yang digelar MDA dalam dua tahun terakhir. Sebelumnya, pada Agustus 2024, perusahaan juga melaksanakan latihan bersama penanganan tanah longsor (Landslide Rescue Handling) di wilayah operasional Awak Mas.

    Melalui kegiatan berkelanjutan ini, MDA menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kesiapsiagaan bencana, membangun kerja sama antarinstansi, dan menumbuhkan budaya tangguh bencana di Kabupaten Luwu.

    Riuhmedia.com | Luwu — PT Masmindo Dwi Area (MDA) bersama Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Investasi Kabupaten Luwu terus memperkuat jalinan komunikasi dengan masyarakat melalui kegiatan Forum Desa (FORDES) yang kali ini digelar di enam desa lingkar tambang dan jalur akses Proyek Awak Mas, yakni Bonelemo, Tettekang, Marinding, Ulusalu, Rumaju, dan Tolajuk.

    Forum ini menjadi bagian dari agenda komunikasi rutin antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk memastikan setiap proses pembangunan berjalan transparan, partisipatif, dan selaras dengan kebutuhan warga.

    Sekretaris Pokja, Zulkarnaim, menjelaskan bahwa FORDES bukan sekadar forum diskusi, melainkan wadah resmi penyampaian aspirasi masyarakat yang terhubung langsung dengan pemerintah dan perusahaan.

    “Pokja hadir untuk menjembatani kepentingan warga, pemerintah, dan MDA. Prinsipnya sederhana: aspirasi harus didengar, diproses, dan diberi jalur tindak lanjut. Forum ini menjadi ruang dialog yang meminimalkan simpang informasi dan mendorong keterbukaan,” ujarnya.

    Dalam rangkaian pertemuan di enam desa tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi, di antaranya terkait perbaikan infrastruktur jalan, keselamatan lalu lintas, pengendalian debu jalan, serta keterbukaan informasi tenaga kerja. Warga juga berharap pelatihan keterampilan bagi pemuda desa dapat menjadi prioritas menjelang fase pembangunan aktif Proyek Awak Mas.

    Selain itu, sejumlah desa menyoroti pengembangan potensi ekonomi lokal, seperti penguatan budidaya nilam dan kelompok usaha kerajinan tangan lito di Bonelemo, peningkatan kapasitas koperasi dan kelompok tani di Tolajuk, serta usulan reboisasi lahan longsor dan bantuan bibit buah serta ikan di Desa Ulusalu.

    Perwakilan Pokja, Dr. Maman, menilai pelibatan masyarakat dalam FORDES sebagai langkah penting untuk memperkuat kontrol sosial yang sehat.

    “Kami memastikan setiap catatan teknis dan usulan masyarakat diteruskan untuk ditindaklanjuti. Komunikasi seperti ini penting agar pembangunan tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran dan berkelanjutan,” jelasnya.

    Untuk memperkuat transparansi, MDA juga menempatkan materi dan flyer mekanisme pengaduan (grievance mechanism) di sejumlah kantor desa dan rumah ibadah. Langkah ini memungkinkan warga menyampaikan keluhan atau pertanyaan secara langsung dan terdokumentasi dengan baik.

    Sementara itu, Kepala Teknik Tambang (KTT) MDA, Mustafa Ibrahim, menegaskan bahwa FORDES merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menjaga kedekatan dengan masyarakat.

    “Setiap desa punya karakter dan potensi berbeda. Kami ingin mendengar langsung agar bisa merancang kolaborasi yang tepat dan bermanfaat,” ungkapnya.

    Ia menambahkan, hasil dari rangkaian FORDES di enam desa ini akan dirumuskan bersama Pokja sebagai bahan penyusunan program lanjutan.

    “Harapan kami, forum ini tidak berhenti pada pendataan aspirasi, tetapi berlanjut menjadi kerja sama nyata yang memperkuat kemandirian desa dan ekonomi lokal,” tutup Mustafa.

    Pelaksanaan FORDES di Bonelemo, Tettekang, Marinding, Ulusalu, Rumaju, dan Tolajuk menandai konsistensi dialog antara masyarakat, pemerintah daerah, dan MDA. Melalui komunikasi terbuka dan tindak lanjut terukur, kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif sekaligus memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar proyek tambang Awak Mas.

    Riuhmedia.com | Luwu, 9 Oktober 2025 — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA) memperkuat sinergi melalui Kelompok Kerja (POKJA) Percepatan Investasi dalam upaya mengembangkan sentra ekonomi desa di Kecamatan Latimojong. Kolaborasi ini ditegaskan dalam kegiatan Safari Desa yang dipimpin langsung oleh Bupati Luwu, H. Patahudding, di Desa Boneposi pada Selasa (7/10/2025).

    Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari audiensi antara MDA, Pemkab Luwu, dan Forkopimda yang sebelumnya digelar di Belopa untuk membahas perlindungan investasi sekaligus pemerataan manfaat bagi masyarakat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu, Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu, Perwira Penghubung Mayor Kav. Suparman, serta jajaran manajemen MDA yang dipimpin oleh Direktur Tammam Jannata dan Kepala Teknik Tambang Mustafa Ibrahim.

    Dalam sambutannya, Bupati H. Patahudding menegaskan bahwa penyerapan tenaga kerja lokal tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Ia menyoroti meningkatnya arus migrasi penduduk dari luar daerah ke Latimojong sepanjang tahun 2025, yang menuntut perhatian serius agar masyarakat lokal tidak tersingkir dari peluang kerja.

    “POKJA hadir untuk memastikan distribusi tenaga kerja berjalan adil dan transparan. Setiap desa harus mendapat kesempatan yang seimbang, dan seluruh proses rekrutmen harus mengacu pada kesepakatan bersama. Dengan koordinasi yang baik, masyarakat mendapatkan kepastian, perusahaan dapat bekerja dengan tenang, dan manfaat ekonomi bisa lebih cepat dirasakan,” jelas Bupati.

    Lebih lanjut, Bupati juga mengajak masyarakat untuk tidak bergantung sepenuhnya pada perusahaan tambang. “Kehadiran MDA harus menjadi pemicu tumbuhnya ekonomi desa. Mari kita bangun sentra ekonomi baru, kembangkan usaha mikro dan koperasi agar setiap rumah tangga memiliki sumber penghidupan yang mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

    Menanggapi hal tersebut, Direktur MDA Tammam Jannata menyatakan komitmen perusahaan untuk mendukung sepenuhnya arahan pemerintah daerah. “Kami bersepakat bahwa manfaat proyek ini harus dirasakan secara merata. Melalui penguatan koperasi desa dan pemberdayaan masyarakat, kami ingin membantu terciptanya ekonomi lokal yang berkelanjutan,” tutur Tammam.

    Di akhir kegiatan, Bupati mengingatkan bahwa aspirasi masyarakat merupakan hak yang dilindungi undang-undang. Namun ia menegaskan bahwa penyampaian aspirasi tidak boleh dilakukan dengan cara melanggar hukum, seperti pemalangan jalan atau penghalangan operasional tambang, sebagaimana diatur dalam Pasal 162 UU Minerba. Aspirasi masyarakat sebaiknya disampaikan melalui kanal resmi seperti POKJA atau melalui layanan pengaduan perusahaan di nomor 0817-111-001.

    Melalui komitmen bersama antara Pemkab Luwu, Forkopimda, dan MDA ini, diharapkan iklim sosial dan ekonomi di Latimojong semakin kondusif, peluang kerja dan usaha semakin luas, serta kesejahteraan masyarakat tumbuh seiring berjalannya proyek emas Awak Mas.

    Riuhmedia.com | Latimojong, 31 Juli 2025 – PT Masmindo Dwi Area (MDA) bersama Pemerintah Kabupaten Luwu menandatangani dua Nota Kesepahaman (MoU) strategis yang berfokus pada bidang ketenagakerjaan dan pelestarian lingkungan di wilayah operasional Proyek Awak Mas, Kecamatan Latimojong.

    Dalam MoU bidang lingkungan, kedua pihak bersepakat untuk menjaga dan merevitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Suso serta kawasan sepanjang jalur logistik tambang. Program ini meliputi pemeliharaan infrastruktur lingkungan secara berkala, dengan pembagian tanggung jawab antara pemerintah daerah dan perusahaan.

    Sementara itu, MoU ketenagakerjaan menitikberatkan pada penyediaan sistem informasi dan penerimaan tenaga kerja lokal. Kerja sama ini bertujuan untuk memastikan proses rekrutmen berjalan secara terstruktur dan transparan, sekaligus memberikan peluang kerja lebih besar bagi masyarakat sekitar proyek tambang.

    Bupati Luwu, H. Patahudding, S.Ag., menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk kepercayaan dan langkah positif untuk pembangunan berkelanjutan. “Kesepakatan ini menjadi ruang partisipasi masyarakat dan menunjukkan keselarasan dengan nilai-nilai lokal,” katanya.

    Direktur Utama MDA, Trisakti Simorangkir, menegaskan bahwa keberhasilan proyek pertambangan tak lepas dari peran serta masyarakat dan pemerintah daerah. “MoU ini kami harapkan dapat memberikan manfaat seimbang antara kegiatan operasional dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

    Langkah ini menjadi komitmen bersama dalam menciptakan praktik pertambangan yang berkelanjutan dan inklusif. Sinergi antara industri dan pemerintah daerah juga diharapkan menjadi contoh hubungan kelembagaan yang mengedepankan kepatuhan, transparansi, dan kontribusi nyata bagi daerah.

    • All Posts
    • Activities
    • Aktifitas
    • Beauty
    • Business
    • Corruption
    • Cosmopolitan
    • Economy
    • Education
    • Fashion
    • Fashion week
    • Government
    • Health
    • Kritik Sosial
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • News
    • Opini
    • Politik
    • Tech
    • Teknologi
    • Travel
    • UMKM
    • Uncategorized
    • Wellness
    Forum Desa 21 Wilayah Operasional MDA Masuk Tahap Realisasi, Pemkab Luwu Serahkan Sejumlah Program Strategis
    Forum Desa 21 Wilayah Operasional MDA Masuk Tahap…
    Admin/
    Maret 19, 2026
    Forum Desa 21 Wilayah Operasional MDA Masuk Tahap Realisasi, Pemkab Luwu Serahkan Sejumlah Program Strategis
    Forum Desa 21 Wilayah Operasional MDA Masuk Tahap…
    Admin/
    Maret 4, 2026
    Satgas Percepatan Investasi dan MDA Bahas Dinamika Lingkar Tambang di Luwu
    Satgas Percepatan Investasi dan MDA Bahas Dinamika Lingkar…
    Admin/
    Maret 1, 2026
    Pemkab Luwu dan MDA Serahkan Fasilitas Pengolahan Nilam di Bonelemo, Perkuat Ekonomi Masyarakat
    Pemkab Luwu dan MDA Serahkan Fasilitas Pengolahan Nilam…
    Admin/
    Februari 18, 2026
    MDA Paparkan Hasil Program PMT, Angka Stunting di Latimojong Turun Signifikan
    MDA Paparkan Hasil Program PMT, Angka Stunting di…
    Admin/
    Januari 1, 2026
    Pokja dan MDA Lanjutkan Forum Desa di Empat Desa dan Satu Kelurahan Lingkar Tambang dan Jalur Akses
    Pokja dan MDA Lanjutkan Forum Desa di Empat…
    Admin/
    November 13, 2025
    MDA Gelar Latihan Bersama Kesiapsiagaan Bencana di Luwu
    MDA Gelar Latihan Bersama Kesiapsiagaan Bencana di Luwu
    Admin/
    November 8, 2025
    MDA dan Pokja Lanjutkan Forum Desa di Enam Desa Lingkar Tambang dan Jalur Akses
    MDA dan Pokja Lanjutkan Forum Desa di Enam…
    Admin/
    November 6, 2025
    Safari Desa di Latimojong, Pemkab Luwu dan MDA Perkuat Pola Koordinasi melalui POKJA untuk Penguatan Sentra Ekonomi Desa
    Safari Desa di Latimojong, Pemkab Luwu dan MDA…
    Admin/
    Oktober 9, 2025
    MDA dan Pemkab Luwu Tandatangani MoU Bidang Ketenagakerjaan dan Lingkungan
    MDA dan Pemkab Luwu Tandatangani MoU Bidang Ketenagakerjaan…
    Admin/
    Juli 31, 2025
    Load More

    No more items.

    Riuhmedia.com adalah situs web yang menyajikan informasi terpercaya dan aktual. Kami menyajikan berita terkini, artikel, opini, lifestyle, edukasi, bisnis, dan finansial. Tujuan kami adalah menjadi sumber informasi yang dapat diandalkan bagi pembaca.

    Follow us
    Facebook X-twitter Youtube Instagram
    Categories
    • Disease
    • Health
    • Nutrition
    • Fitness
    • Lifestyle
    • Weight Loss
    Tags
    • Business
    • Carousel
    • Economy
    • Health
    • Industry
    • Lifestyle
    Recent News
    • All
    • Activities
    • Aktifitas
    • Beauty
    • Business
    • Corruption
    • Cosmopolitan
    • Economy
    • Education
    • Fashion
    • Fashion week
    • Government
    • Health
    • Kritik Sosial
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • News
    • Opini
    • Politik
    • Tech
    • Teknologi
    • Travel
    • UMKM
    • Uncategorized
    • Wellness
    Discover the 10 Best Hairstyles According to Your Face Shape
    Discover the 10 Best Hairstyles…
    Juni 10, 2024
    Wonderful Outdoors Experience: Eagle Spotting in Alaska
    Wonderful Outdoors Experience: Eagle Spotting…
    Juni 11, 2024
    Activities Improve your Health by Travelling to these Remote Locations
    Activities Improve your Health by…
    Juni 11, 2024
    Copyright © 2026 Riuh Media | Powered by Sastra Wordpress Theme
    Facebook X-twitter Youtube Instagram