MAKASSAR, riuhmedia.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas personel. Melalui Pelatihan Manajemen Bencana Angkatan III, puluhan staf mengikuti kegiatan yang berlangsung di Hotel Maxone, mulai 19 hingga 23 Agustus 2025.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dr. H. M. Fadli Tahar, S.E., M.M., selaku Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar. Dalam sambutannya, Fadli menekankan bahwa pelatihan ini bukan hanya agenda rutin, melainkan wadah strategis untuk membentuk aparatur yang disiplin, profesional, dan siap siaga menghadapi berbagai potensi bencana di Kota Makassar.
“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, menjaga kedisiplinan, serta aktif berdiskusi dengan para pemateri dari Pusdiklat BNPB. Ilmu yang diperoleh jangan hanya berhenti di sini, tetapi harus diterapkan dalam tugas sehari-hari serta dibagikan kepada rekan kerja lainnya. Dengan begitu, kita dapat membangun tim solid, profesional, dan siap siaga dalam melindungi masyarakat Kota Makassar,” ujar Fadli.
Pelatihan yang menghadirkan instruktur dari Pusdiklat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini difokuskan pada peningkatan kapasitas teknis dan manajerial staf, khususnya dalam mitigasi, kesiapsiagaan, dan penanganan darurat bencana. Materi yang diberikan tidak hanya teori, tetapi juga praktik lapangan yang diharapkan mampu mengasah keterampilan peserta.
BPBD Makassar menilai bahwa Kota Makassar sebagai daerah metropolitan memiliki kerentanan terhadap berbagai jenis bencana, baik banjir, kebakaran pemukiman, hingga bencana non-alam. Oleh karena itu, penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu prioritas utama dalam mendukung strategi penanggulangan bencana yang cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Selain itu, pelatihan ini juga menjadi momentum mempererat kebersamaan dan komunikasi antarstaf. Dengan bekal pengetahuan baru, setiap peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkup kerjanya, sehingga budaya kerja tangguh bencana dapat semakin melekat di lingkungan BPBD Makassar.
Melalui program ini, Pemkot Makassar bersama BPBD ingin memastikan bahwa seluruh aparaturnya memiliki standar kompetensi yang mumpuni. Harapannya, setiap langkah yang diambil tidak hanya memperkuat kesiapsiagaan internal, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa pemerintah hadir dan siap melindungi mereka dari segala potensi bencana.
Makassar, riuhmedia.com – Pemerintah Kota Makassar resmi menutup pendaftaran seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama untuk sembilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hingga batas akhir pendaftaran pada 18 Agustus 2025, tercatat 49 Aparatur Sipil Negara (ASN) ikut mendaftar, dengan 39 orang di antaranya telah melengkapi berkas administrasi.
Ketua Tim Seleksi, Andi Zulkifly Nanda, mengungkapkan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi posisi yang paling diminati. Dari 22 pendaftar, sebanyak 19 ASN resmi mengajukan berkas. Disusul Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dengan 17 berkas masuk, serta Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) dengan 16 berkas.
Sementara itu, RSUD Daya justru sepi peminat. Dari tiga pendaftar, hanya dua yang menyerahkan dokumen lengkap. Kondisi ini membuat tim seleksi memperpanjang masa pendaftaran khusus untuk posisi tersebut selama tujuh hari ke depan. “Kalau tetap tidak memenuhi syarat, kita akan bersurat ke BKN untuk minta pertimbangan,” jelas Zulkifly.
Adapun OPD lainnya seperti Sekretariat DPRD, Dinas Penataan Ruang, Bapenda, Damkar, hingga BKPSDM juga mencatat partisipasi pendaftar yang cukup beragam. Menariknya, sejumlah ASN melamar lebih dari satu jabatan, bahkan hingga tiga posisi sekaligus.
Pendaftaran kali ini tidak hanya diikuti ASN lingkup Pemkot Makassar, tetapi juga dari instansi lain, mulai dari Kementerian Agama, Pemprov Sulsel, hingga kabupaten tetangga seperti Takalar, Pangkep, dan Sinjai. Seluruh pejabat pelaksana tugas (Plt) di OPD terkait pun dipastikan ikut serta dalam seleksi.
Hasil seleksi administrasi akan diumumkan dalam waktu dekat, disertai penelusuran rekam jejak para pendaftar sebelum memasuki tahap selanjutnya.