Riuhmedia.com | Makassar – Tragedi kebakaran yang melanda Gedung DPRD Kota Makassar, Jumat (29/8/2025), menjadi ujian besar bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar. Tidak hanya fokus pada pemadaman api, BPBD juga memastikan seluruh proses penanganan bencana berlangsung menyeluruh—mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan pascakejadian.
Aksi Cepat di Lapangan
Sejalan dengan amanat UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, BPBD Makassar langsung mengambil alih komando di lokasi. Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Dr. Fadli Tahar, SE., MM, menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor.
“Kami dari BPBD sigap mengoordinasikan Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Satpol PP, serta unsur TNI-Polri. Sinergi ini memastikan respons yang diberikan cepat, terarah, dan tidak tumpang tindih,” jelas Fadli, Minggu (31/8/2025).
Setelah api berhasil dipadamkan, Tim Kaji Cepat (Rapid Assessment) BPBD Makassar langsung bergerak. Mereka mendata kerusakan, menilai kondisi korban, dan menganalisis dampak psikologis insiden ini.
Fokus pada Pemulihan
Tidak berhenti di tahap darurat, BPBD Makassar juga memprioritaskan aspek pemulihan. Salah satu langkah penting adalah menghadirkan dukungan trauma healing bagi staf DPRD, saksi, serta warga yang terdampak secara psikologis.
“Program ini bertujuan mencegah trauma berkepanjangan yang bisa memengaruhi kesehatan mental maupun kinerja aparatur,” tambah Fadli.
Selain itu, BPBD aktif memberikan informasi resmi kepada masyarakat, termasuk update pascakebakaran dan imbauan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran.
Antisipasi Insiden di Masa Depan
Sebagai penutup siklus penanganan, BPBD Makassar juga menyiapkan rekomendasi strategis untuk pencegahan. Di antaranya perbaikan jalur evakuasi gedung, peningkatan tata kelola keamanan, hingga rencana simulasi evakuasi kebakaran secara berkala.
Langkah-langkah tersebut diyakini dapat meminimalkan risiko kejadian serupa sekaligus memperkuat kesiapsiagaan bencana di Kota Makassar.



