Dosen UNM Latih Kreativitas Seni Digital Siswa SMP Ranggong Daeng Romo Berbasis Aplikasi SketchBook

Oleh: Muhammad Syafruddin Akmal, M.Pd., Sudarmawansyah Nurman, M.Pd., Arjun Subbanul Akbar, S.Pd., M.Sn., Ahmad Dzaki Alfarizi, Moch. Rachmat Mirza

Jumat, 17 Juni 2026

Riuhmedia.com, Takalar — Tim dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan pelatihan seni digital berbasis aplikasi SketchBook bagi siswa SMP Ranggong Daeng Romo, Kabupaten Takalar, Jumat (17/06/2026). Kegiatan berlangsung di ruang multimedia sekolah mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WITA.

Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai PNBP UNM tahun anggaran 2026. Mitra kegiatan adalah SMP Ranggong Daeng Romo, dengan fokus pada penguatan kreativitas seni digital siswa melalui pemanfaatan teknologi aplikasi menggambar.

Sesi pertama dibawakan oleh ketua tim pengabdian, Muhammad Syafruddin Akmal, M.Pd., yang menjelaskan konsep dasar seni digital, perbedaan dengan seni manual, serta potensi aplikasi SketchBook dalam mengembangkan keterampilan visual siswa. Menurut Akmal, seni digital bukan sekadar tren, tetapi sarana ekspresi kreatif yang relevan dengan era teknologi.

Materi dilanjutkan oleh Sudarmawansyah Nurman, M.Pd., yang mendemonstrasikan penggunaan fitur-fitur utama SketchBook, mulai dari pemilihan kuas digital, layer, hingga teknik pewarnaan. Ia menekankan bahwa aplikasi ini dapat membantu siswa mengekspresikan ide kreatif dengan lebih cepat dan fleksibel, tanpa kehilangan nilai artistik.

Bagian paling menarik terjadi ketika siswa diminta membuat karya digital bertema “Budaya Lokal Takalar”. Beberapa siswa menggambar motif tradisional, pemandangan alam, hingga tokoh budaya. Karya mereka kemudian dipresentasikan di depan peserta lain, memicu diskusi tentang bagaimana seni digital dapat menjadi media pelestarian budaya.

Diskusi berkembang ke arah tantangan penggunaan teknologi dalam pembelajaran seni. Pertanyaan yang muncul antara lain: bagaimana mengintegrasikan aplikasi digital ke dalam kurikulum seni budaya, serta bagaimana menjaga keseimbangan antara keterampilan manual dan digital. Tim pengabdian memberikan contoh praktik baik dari sekolah lain, sekaligus menekankan pentingnya inovasi tanpa meninggalkan akar tradisi.

Selain Akmal dan Sudarmawansyah, tim pengabdian juga melibatkan Arjun Subbanul Akbar, S.Pd., M.Sn., serta dua mahasiswa yang mendampingi siswa secara teknis.

Kegiatan ini tidak berhenti pada satu pertemuan. Tim berencana mendampingi siswa dalam proyek seni digital berkelanjutan, dengan target menghasilkan portofolio karya yang dapat dipamerkan secara daring maupun luring. Harapannya, terbentuk komunitas siswa kreatif di SMP Ranggong Daeng Romo yang terbiasa berkarya menggunakan media digital.

Tim pengabdian menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah atas dukungan penuh, serta kepada guru seni budaya yang aktif mendampingi siswa selama pelatihan.

Categories
Recent Posts
Tags